
"Evita! apakah kau diundang oleh yang mulia putra mahkota untuk merayakan ulang tahun kekaisaran diistana!" Teriak ibu Evita, ia bernama Acantha Raheem, Evita yang tengah berdandan pun menganggukan kepalanya.
"Ibu tidak percaya! coba sini berikan surat undanganmu? ibu masih tak percaya." Ucap Acantha, Evita memberikan surat itu kepada ibunya, ia membaca seluruh surat itu lalu syok.
"Mengapa kau bisa sampai diundang oleh putra mahkota! astaga apakah hanya kau saja yang akan pergi?" Ucap heboh Acantha, Evita menganggukan kepalanya "Semua keluarga harus ikut." Ucap Evita kepada ibunya itu.
"Baiklah ibu akan bersiap-siap!?" Teriaknya lalu ia kembali kekamarnya lagi untuk bersiap-siap, setelah Evita bersiap-siap seseorang yang tak ingin Evita lihat siapa lagi jika bukan Jason tunangannya itu.
"Evita bagaimana apakah kau siap untuk pergi ke pesta?" Tanyanya dengan senyum lebar, Evita hampir saja terpesona akan senyuman perangkapnya itu, seketika Evita menggelengkan kepalanya dan mengerutkan keningnya.
"Tentu saja, jika tidak mana mungkin saya harus pergi bersama anda, saya sangat senang tuan." Ucap Evita ia menggandeng tangan Jason, sebenarnya ia sangat tak ingin bersamanya pergi, tetapi karena ini adalah sebuah sandiwara ia pun terpaksa melakukan nya.
Setelah Evita dan Jason berada di kereta kuda yang sama, disepanjang perjalanan...
"Cik! itu sangat menjijikkan, huh." Ucap Evita yang mengelap tangannya itu dengan lap yang ia bawa khusus untuknya jika ia harus memegang tangan Jason lagi agar dirinya terhindar dari kuman penghianat.
__ADS_1
"Hah... bukankah kau terpesona padaku?" Gumamnya ia menatap kearah jendela dengan wajah datarnya, Evita berpura-pura muntah didepannya.
"Astaga orang sepertimu tak layak untuk mendapatkan pesona dari lady satupun kau tahu!" Ucap tegas Evita, Jason memutar bola matanya ia hanya terdiam saja, sedangkan Evita terus mengelap dengan kasar.
Sesampainya di kekaisaran lebih tepatnya istana, semua para bangsawan telah berkumpul disana, banyak sekali yang menggunakan kereta kuda masing-masing untuk memamerkannya kepada bangsawan lainnya.
Hm... banyak sekali bangsawan disini ingin memamerkan harta mereka, astaga mengapa mereka memamerkannya kepada bangsawan yang sehari dengan mereka? seharusnya memamerkan ya kepada para rakyat biasa kan bisa?
"Woah... lihatlah nona Evita dan tuan duke Jason, astaga mereka saling berpegangan tangan dan berjalan bersama-sama, astaga sungguh mereka berdua sangat cocok." Ucap salah satu bangsawan didalam ruangan tersebut, semua saling membisikkan satu sama lain.
Memuji dan menganggap bahwa Jason dan Evita adalah pasangan yang sangat serasi dan juga romantis mereka seperti tak takut jika menunjukkan hubungan mereka didepan semua orang.
Tentunya ini adalah senyuman palsuku, astaga cepat kapan acara ini dimulai agar tanganku tak harus dipegang olehnya terus!
"Yang mulia baginda raja dan juga baginda ratu memasuki ruangan!"
__ADS_1
Semua orang memberikan hormat kepada raja dan ratu mereka setelahnya mereka langsung duduk ditempat yang telah di sediakan, semua orang saling membisikan satu sama lainya.
"Dimana putra mahkota dan juga tunangan nya itu?" Bisik semua orang yang mempertanyakan keberadaan mereka, disaat itu juga Stefan dan Helen memasuki ruangan tanpa ada aba-aba, mereka saling bergandengan tangan satu sama lain.
"Kya... mereka sangat cantik dan tampan, astaga mereka sangat cocok untuk dijadikan lukisan!" Teriak para lady lainya, Helen dan Stefan segera tersenyum dan melambaikan tangan.
Evita yang melihatnya dari bawah mereka sedikit jijik melihatnya senyuman Helen, setelah pembukaan selesai dilaksanakan, mereka dipersilahkan untuk berdansa tetapi kali ini Helen dan Stefan juga akan ikut bergabung bersama yang lainya untuk berdansa, Evita mau tak mau harus melakukan dansa bersama Jason didepan semua orang.
Ting-tung-ting-tung...
Semua segera berdansa lagu sudah diputar semua para bangsawan yang mempunyai pasangan segera berdansa, Evita dan Jason hanya berdansa seperti boneka hidup disana.
Tetapi pacuan orang-orang terus menatap kearah Evita dan Jason terus menerus dan saling berbisik satu sama lainya. Evita melirik kearah Stefan dan Helen, disana Helen menatap Jason, bukan menatapnya dengan rasa cemburu dan kesal, Evita yang melihatnya pun tersenyum licik, secara spontan Evita mengendalikan gerakan dansa Jason dan Evita.
Oh... jadi kau cemburu ya? baiklah aku akan membuatmu semakin cemburu!
__ADS_1
Grep...
"Apa yang kau lakukan Evita!" Bisik tegas Jason tepat ditelinga Evita, karena tubuh Evita sangat merapat kearah Jason, sehingga Helen yang melihatnya dari kejauhan pun semakin cemburu.