
Deg! apakah aku salah bicara kepadanya!
"Astaga seharusnya yang mulia putra mahkota tidak berbicara seperti itu, saya hanya sedikit senang dan merasa kasihan dengan tuan duke Jason, terimakasih telah membuat saja sedikit lega." Ucap Evita lalu ia tersenyum tipis, Norbert merasa ada yang aneh dengan sikap Evita tetapi ia tak memperdulikannya.
"Baiklah selanjutnya tentang keadaan lady Helen."
Flashback On
Brak...
Brak...
"Nona Helen seharusnya anda tidak melemparkan barang seperti itu." Ucap salah satu lady ia adalah teman Helen.
Grep...
"Salah satu temanku sudah pergi!? bagaimana aku bisa diam saja Isabella Argyli." Ucap Helen matanya tajam kearah Isabella, Frederica Kent ia juga teman Helen tetapi ia hanya diam saja karena sangat takut jika ia menolong Isabella.
__ADS_1
"Baiklah sekarang seharusnya kalian berusa bisa membantuku, jangan membuat kesalahan bodoh karena sebuah ancaman dari lady Evita kalian harus mengerti!" Teriak Helen, Isabella menganggukan kepalanya danau cepat, Frederica pun mengiyakan saja.
"Selanjutnya ayo kita pergi ketempat amal dan memberikan nya sedikit pelajaran untuknya, dan kalian berdua harus datang kekegiatan amal kali ini." Ucap tegas Helen kepada kedua sahabat nya itu. "Baik nona Helen." Ucap Isabella dan Frederica.
Flashback Off
"Ok saya sudah tahu rencana selanjutnya menargetkan siapa, tolong berikan berkas-berkas masalah keluarga dan juga ekonomi keluarganya, serta tindakan-tindakan yang tak ingin dilakukan oleh lady bernama Frederica Kent." Ucap Evita dengan percaya diri, Norbert mengeluarkan informasi yang Evita minta.
"Frederica Kent dari keluarga dari keluarga baron yang tidak mempuyai kekuasaan apa-apa tetapi mereka mempunyai gelar bangsawan karena kakek buyut mereka bernama Astor Kent, jadi kontribusi mereka terhadap keluarga kekaisaran sebab saat itu kakek buyut mereka menyelamatkan nyawa anak kaisar pertama dan diangkat sebagai penyelamatan kekaisaran."
"Tetapi kontribusi mereka terhenti ketika salah satu keturunan dari keluarga Kint tidak melahirkan seorang laki-laki, jika melahirkan seorang laki-laki pun mereka tak ingin menjadi sword master."
"Terimakasih tuan Norbert sekarang saya bisa memikirkan untuk merekrut orang ini, dan ini adalah tambahan gold dariku 50 gold, meskipun tidak seberapa." Evita memberikan kantong berisikan koin itu kepda Norbert. Sebaiknya saya pergi dulu tuan Norbert dan juga yang mulia putra mahkota.
"Tuan Norbert tolong cari tahu indetitas lady yang terakhir bernama Isabella Argyli." Teriak Evita ia berjalan sudah cukup jauh, Norbert menganggukan kepalanya, tersenyum dan melambaikan tangannya.
"Mengapa kau tersenyum Norbert!? seharusnya kau tidak perlu tersenyum, karena senyuman mu itu jelek." Ucap Stefan yang tak suka Evita mengatakan hal itu kepada Norbert saja.
__ADS_1
Prang...
"Maafkan saya yang mulia putra mahkota, sepertinya saya terlalu berlebihan dengan nona Evita."
"Hem... jadi ini informasi Cashier Eastron salah satu teman Jason, ini siketua dagang serikat keluarga Dionyus." Stefan yang mendengarnya lalu tersenyum dan segera beranjak darimu tempat duduknya. "Bagaimana jika aku merebut uangnya dan juga harus membayar uangnya sesuai dengan target yang sudah di janjikan?" Gumamnya.
"Viona! mengapa toko pakaian yang sudah keluarga kita dirikan ini tiba-tiba bangkrut dan tidak mempuyai akses untuk membuka nya lagi!" Teriak ayah Viona, Viona tertunduk diam tak menjawab.
"Dan sekarang keluarga kira diambang kebangkrutan karena tak ada harta pagi yang kita punya karena toko pakaian dan cabang-cabang lainya ditutup! sekarang minggu depan kita harus masuk kedalam persidangan nona Helen! apa yang telah kau perbuat ini Viona!" Teriak ibu Viona ia langsung menjambak rambut Viona tanpa ampun. "Maafkan saya ibu hiks... tetapi nona Helen sendiri yang menuntutnya dan masuk kejalur pengadilan hiks..." Ucap Viona ia berusaha menarik rambutnya lagi dari ibunya itu.
Surat pengadilan dari keluarga Nike meminta seluruh aset dan juga harta yang telah diberikan oleh keluarga Viongozi diambil kembali dan resmi tak ada hubungan lagi dengan keluarga Nike.
Pemutusan ini resmi dari pengadilan kekaisaran, dimohon untuk datang kepengadilan minggu depan dan mengesahkan sekaligus perencanaan pemutusan gelar bangsawan untuk dicabut atau tidaknya.
Tertanda tangan, pengadilan bangsawan Gilberto...
"Selesai, seperti itulah nasib keluarga Viongozi sekarang." Ucap Dinda ia pun menutup koran berita yang sering ia ambil diam-diam di ruang tamu keluarga Raheem.
__ADS_1