Yang Mulia! Cintai Saya!

Yang Mulia! Cintai Saya!
Bab 37 : Jus Anggur #2


__ADS_3

Deg!


"I-ibu! ibu mengapa ibu bisa seperti ini!" Teriak Joana dengan cepat ia langsung berlari kearah ibunya itu, dan melihat kondisi ibunya itu, sedangkan Evita berjalan mendekati meja rias yang berisikan banyak obat-obat disana, dan salah satunya sebuah jus anggur yang diletakkan disana.


"Jus!? mengapa ada jus disini yang mulia?" tanya Evita kepada nyonya Gavrel seketika wanita yang tengah lemah itu melirik kearah Evita dan melihat gelas yang masih berusikan sedikit jus anggur itu lagi.


"Itu... itu... yang membuatku seperti ini! huek! jus... jus itu... ada obat aneh! huek!" Ucapnya dengan sepatah-patah, Evita membulatkan matanya. "Darimana anda mendapatkan jus ini?" Tanya Evita dengan cepat, nyonya Gavrel menujukan kearah sebuah baju pelayan yang tergantung, Evita yang mengerti apa maksud darinya pun segera berlari.


"Tidak mungkin! katanya obat itu sudah diambil semua!?" Gumam Evita sendiri dengar cepat tanpa banyak pikir ia langsung saja pergi dari kamar itu dan berlari kearah Stefan yang tengah selesai berdansa bersama Helen.


Tap-tap-tap...


"Yang mulia putra mahkota! ikut saya sebentar! ada maslah besar yang harus kita selesaikan-" Ucap Evita dengan cepat, tetpai perkataannya itu terhenti ketika salah satu tamu memuntahkan sesuatu dari mulutnya, yaitu darah yang cukup banyak.


Evita dan Stefan yang melihat tamu itu muntah didepan semua para tamu lainya pun ikut tekejut dan mematung disana, Evita menyadarkan Stefan dan segera menarik tangannya untuk pergi dari ruangan itu dengan segera.


"Hah... anda tahu yang mulia, obat itu sudah ada sebagian yang sudah beredar yang mulia! jadi sekarang kita harus bagaimana sekarang!?" Tanya Evita mereka tengah berada ditaman kekaisaran Gavrel, suara sunyi dan gelap meliputi taman ini.


Rasa gugup dan juga takut menyelimuti Evita dan juga Stefan, mereka sama-sama panik. "Tetapi mengapa hisa obat itu beredar lagi!? bukanya kemarin sudah ku bawa semua?" Ucap Stefan yang juga ikut bingung.


"Seharusnya anda lebih teliti yang mulia, saya sekarang bingung dan juga merasa takut, bagaimana jika kekaisaran kita mendapatkan ancaman karena hal ini lagi, dan menimbulkan peperangan lagi yang mulia!" Teriak Evita ia memang benar-benar tak bisa berfikir jernih lagi, disisi lain semua pata tamu yang meminum jus anggur itu muntah darah, hingga sebagian lantai dilumuri oleh darah.


"Argh! jangan minum jus anggur itu jika tidak kita akan bernasib sama seperti mereka!" Teriak salah satu bangsawan yang berteriak memperingati mereka.


Yang mulia kaisar dan juga ratu serta pangeran dari kekaisaran Gavrel datang mendekat para tamu-tamunya itu karena sedari tadi terdengar suara jeritan dan panik sehingga membuat mereka penasaran apa yang terjadi.

__ADS_1


"Ada apa ini!? mengapa semua tamu-tamu disini sudah jatuh pingsan dan memuntahkan banyak darah!?" Tanya kaisar dengan kencang sehingga semua orang yang sibuk karena terus ketakutan pun ikut terdiam dan menatap kearah kaisar.


"Mohon maaf baginda, sebagian tamu jatuh pingsan dan mengeluarkan darah karena telah meminum jus anggur yang diantarkan para pelayan." Ucap salah satu mentri yang sedari tadi ada diruangan itu, kaisar mengerutkan keningnya dan melihat jus anggur itu.


"Cepat suruh smeua pelayan datang kesini! tanpa pengecualian! dan jangan lupa bawa para tamu-tamu untuk diobati segera!" Teriak kaisar yang benar-benar marah besar, mereka pun langsung memanggil para pelayan dan juga dokter untuk membantu para tamu yang terkena dampak.


"Baiklah bagaimana jika kita harus menemui pelayan yang menyebarkan jus anggur itu sekarang dan memaksa untuk memberitahu indetitas mereka!" Ucap Stefan dengan panik, ia sebenarnya juga takut jika nama baik kekaisaran ditarik-tarik kedalam masalah ini.


Drap-drap-drap...


"Aku harus pergi dari sini, hehehe akhirnya selesai juga pekerjaanku disini, nona Helen pasti akan senang melihat kejadian itu, meskipun tak semua orang yang ikut minum hehehe." Tawa seseorang sambil berlari menggunakan hode menuju gerbang belakang istana, disana sudah ada salah satu kereta kuda yang menunggu orang itu masuk.


"ISABELLA! BERHENTI KAU!" Teriak Jason yang melihat tindakan aneh dari orang yang menggunakan hode itu, tetapi Jason yang tahu bahwa wajah itu tampak seperti Isabella pun ikut mengejarnya.


"Isabella tunggu! mengapa kau datang ketempat ini! kau pasti melakukan sesuatu kan!" Teriak Jason dari belakang, jarak antara mereka tak terlalu jauh lagi , karena Jason bisa mengejar lari Isabella.


Drap...


Drap...


Drap...


Drap...


Hos-hos-hos... "Berhenti!"

__ADS_1


Drap...


Drap...


Drap...


Drap...


Hos-hos-hos... "Kubilang berhenti sekarang juga Isabella!"


Drap...


Drap...


Drap...


Drap...


"Berhen... ti..." Ucap Jason, ia memperlambat langkah kakinya, dan terdiam seperti patung disana.


Tak-brak...


Seketika Isabella jatuh karena tersandung batu disana, sehingga membuat kakinya keseleo. "Akh! ah! sialan! mengapa ada batu segala sih!" Teriak Isabella ia memijat-mijat kakinya itu, tetapi matanya tiba-tiba saja melihat sebuah bayangan besar lalu Isabella mengangkat kepalanya ke atas. "Kena kau!"


Terimakasih sudah mendukung aurora sampai bab ini 🤗

__ADS_1


__ADS_2