Yang Mulia! Cintai Saya!

Yang Mulia! Cintai Saya!
Extra Part 1


__ADS_3

Tak-tak-tak...


"Helen..." Lalu saat itu juga Helen yang tengah duduk diam di ldalam kegelapan dengan kepalanya yang tertunduk pun melihat kearah sumber suara itu.


"Kau? untuk apa kau kesini." Ucap Helen ia tak menatap langsung wajah orang tersebut, ia merasa sedang kesal dan juga marah, tetapi ia tak bisa melontarkannya, Evita melihat Helen dengan wajahnya yang sangat membencinya.


"Apakah kau tidak apa-apa? hanya saja besok adalah hari dimana kau sudah tiada." Ucap Evita kepada Helen, Helen mengerutkan keningnya. "Aku tahu! kau sekarang senang kan!? jika melihatku menderita seperti ini!?" Ucap Helen nada suaranya tiba-tiba saja berubah dengan kencang.


"Tidak, sama sekali tidak saya tak senang, hanya saja ini memang balasan yang terbaik untuk anda Helen, dan terlebihnya lagi, sebenarnya kau hanya terlalu obsesi oleh seseorang." Ucap Evita, dengan wajah sedihnya.


"Kau tidak perlu memasang wajah tersebut, itu sedikit menjijikan!" Teriak Helen, sehingga para tahanan lainya ikut tekejut dan melihat kearah mereka.


"Semoga kau memaafkanku, aku pun sudah memaafkanmu, dan kalau bisa saat kau sudah tak ada kuharap kau kita bisa bertemu dikehidupan lainya." Ucap Evita ia tersenyum lalu ia segera pergi dari sana, saat ini itu juga Helen meneteskan air mata.


Air mata penyesalan, pipinya dan tubuhnya yang sudah mendapatkan banyak luka cambukan sama persis dengan dirinya dahulu yang pernah mencambuk Evita saat itu.


Hiks-hiks-hiks...


Helen hanya bisa menangis dalam penyesalan sedangkan Jason stress karena ayahnya akan menurunkan kepala keluarga dan diganti oleh adik bungsunya itu menjadi penerusnya.

__ADS_1


Dan keluarganya tidak akan bertanggung jawab jika terjadi sesuai kepadanya. "Aku sangat menyesal!" Teriak didalam hati Jason seperti cambukan perasaan yang tak secara langsung.


Selama hal itu berlalu, Helen sudah tiada dan juga Jason sudah menikmati apa yang ia dapatkan, dengan cara mengasingkan diri kesebuah desa dan membantu para warga disana.


Disaat itu juga Evita melahirkan seorang anak laki-laki yang sangat tampan. "Wah lihat bayi ini, sangat tampan sekalikan?" TanyabDinda yang memperlihatkannya kepada Evita yang tengah berbaring disana setelah pasca melahirkan.


"Tentu saja itu kan memang anakku, jadi dia mirip denganku." Ucap Evita, lalu seseorang tiba-tiba mengetuk pintu dari luar, Dinda membuka pintu itu dan menundukan hormat.


"Halo lady Evita, bagaimana dengan keadaanmu, dan bagaimana dengan anak mu? apakah dia tampan sepertiku?" Tanya langsung secara spontan, siapa lagi jika bukan Stefan yang tiba-tiba datang kekediaman Raheem.


"Salam hormat kepada yang mulai, keadaan saya baik-baik saja saat ini yang mulia, Terima kasih telah datang kemari dengan repot-repot." Ucap Evita sambil menggendong anaknya itu.


"Cih... menatang-mentang aku hanya paman angkatnya kau jadi seperti ini." Ikut berdecak kesal. "Tetapi lady boleh kan jika anakmu ini memanggilku paman? soalnya aku tidak akan pernah memiliki keponakan." Ucapnya dengan wajah sedih, Evita tersenyum dan tertawa sambil menganggukan kepalanya.


"Selamat untuk yang mulia putra mahkota, 2 hari lagi adalah masa anda akan diangkat sebagai kaisar, mohon bimbingannya untuk kekaisaran ini yang mulia." Ucap Evita ia memberikan selamat terlebih dahulu dari padahal hari penobatan saja belum dimulai.


Stefan tersenyum. "Terimakasih kau telah mengatakannya telebih dahulu." Ucapnya ia mencium tangan Evita dengan lembut, saat itu juga sontak Evita langsung menarik tangannya dengan cepat karena malu.


Setelah hari penobatan tiba, semua orang ikut melihat acara tersebut terlebuh lagi para warga yang sudah menunggu di luar untuk disambut kedatangan Stefan sebagai kaisar baru.

__ADS_1


Sing...


"Dengan ini aku memberikan mahakotaku kepadamu, sebagai bentuk tugas penerusan tahta, dan juga kau harus bersumpah demi kekaisaran ini kau rela mengorbankan nyawa demi rakyatmu!"


"Saya akan bersumpah demi kekaisaran seperti sumpah lama kekaisaran terdahulu, saya akan berusaha untuk tetap memegang kekaisaran hingga ke keturunan lainnya." Ucap sumpah Stefan kepada kaisar sambil memegang pedang yang mengarah tepat disamping lehernya.


Lalu salah satu orang membawa sebuah mahakota dan kaisar mengganti mahakota putra mahkota menjadi mahakota kaisar, lalu semua orang bertepuk tangan bersorak-sorai.


Setelahnya Stefan menyapa para rakyatnya itu sambil tersenyum, angin berhembus hingga membuat beberapa helai rambutnya berterbangan, disatu sisi Evita yang melihat Stefan dari bawa tersenyum, sambil membawa anaknya itu.


"Izael lihat lah pamanmu, kini dia sudah menjadi kaisar, dia cukup tampan ya kan?" Tannya Evita kepada bayi kecil yang mungil itu, bayi itu tersenyum dan menatap kearah Stefan seperti tak mengerti apa-apa.


"Polosnya hehehe..." Gumam Evita kepada bayi mungil itu.


Baca karya Romansa Fantasi lainya 👇



__ADS_1


__ADS_2