
"Tentu saja mengapa tidak, artefak itu adalah artefak yang sangat terkuat dari 4 artefak lainya, jadi anda bisa saja melakukan semua hal yang anda inginkan." Ucapnya untuk mempercayai Helen agar memberikannya uang koin yang banyak, lalu tanpa ragu Helen membelinya dan menukarnya dengan uang.
Dengan ini aku harus bisa membuatnya jatuh! artefak terlarang ini sangat cantik... hihihi...
Ulang tahun kaisar 2 hari lagi, semua orang sibuk bekerja dengan tugas masing-masing, dan tak lupa hukuman untuk Isabella beserta keluarganya pun kelar tuntas di habisnya.
Keluarga mereka sudah tidak menjadi seorang bangsawan lagi, karena kaisar dengan cepat menarik kembali gelar bangsawan mereka, dan Isabella pun juga ikut dipegal mati karenanya.
Evita sedikit kesal hari ini karena setumpuk surat datnag dengan begitu banyaknya, terutama dari Stefan yang juga ikut mengirimkan surat secara bersamaan.
"Mengapa yang mulia putra mahkota mengirimkan banyak sekali surat!? dari kemarin beliau mengirimkan banyak surat, biasanya dia tidak begini..." Ucap keluh Evita ia justru sangat kualahan, karena terus menerus menulis surat dan mengirimkan jawaban kepada mereka dengan cepat.
"Mungkin yang mulia cemas jadi beliau juga mengirimkan banyak surat apa lagi ini bulan terakhir nona untuk melahirkan kan?" Ucap Dinda yang membawa sekumpukan surat lainya.
Waktu cepat berlalu kedua orang tua Evita sudah mengetahui semuanya tetapi Evita tetap saja tak ingin memutuskan hubungan dengan keluarga mereka, dan kedua orang tua Evita ikut cemas dan merawat Evita selagi mereka masih senggang.
"Evita! minum susu dan sarapan sekarang! lalu turun kebawah dan lihat beberapa gaun yang bagus untukmu." Teriak nyonya Raheem dari bawah, Evita menyenderkan tubuhnya dikursi.
__ADS_1
"Astaga, aku sedang membalas surat yang datang bu, tunggu sebentar saja, saya hanya akan membalasnya lalu mengirimkannya kepada mereka." Ucap Evita yang ikut berteriak-teriak lalu ia melanjutkan pekerjaannya itu, tetap entah kenapa tiba-tiba saja suara gemuruh seperti gempa secara tiba-tiba bergejolak.
"Nona! sepertinya ada gempa!" Teriak Dinda lalu ia berusaha melindungi Evita dari gempa itu, tetapi Evita tahu siapa yang membuat kamarnya menjadi bergejolak. "3, 2, 1 iyap!" Gumam Evita dengan raut wajah datarnya.
Brak...
"Kau ini! kau sedang hamil cepat turun kebawah sekarang dan makanan! lalu pilih gaun untuk pergi kekediaman kaisar besok cepat!" Teriak nyonya Raheem pada Evita, Evita dengan malas pun menuruti perkataan ibunya itu.
Ia tahu bahwa jika ia memberontak maka ibunya memaksakan tangannya untuk ditarik-tarik. "Ini makan terlebih dahulu, lalu jangan lupa kau harus minum banyak air agar tubuhmu tidak dehidrasi!" Gertak nyonya Raheem kepada Evita.
Setelah menuruti smeua keinginan Evita, akhirnya ia selesai melakukan nya dan kembali kekamar dengan keadaan kelelahan karena berjam-jam disana.
"Lady Helen!" Ucap seseorang dari belakang, padahal baru saja Helen menyelinap kedalam kediaman kekaisaran tanpa sepengetahuan seseorang, lalu dengan wajah takut dan juga gugup seta gemetar ketakutan Helen memberanikan menoleh kebelakang.
"Apa yang Lady lakukan dimalam-malam begini di istana!? apakah anda sudah mengirimkan surat sebelumnya?" Tanya Stefan yang kebetulan melihat Helen berlari seperti seorang pencuri. "Ah itu... tadi aku ingin bertemu dengan salah satu pelayan disini dan kebetulan aku ingin kesana." Ucap panik Helen, sambil menyembunyikan sesuatu dikarung yang ia bawa itu.
"Memangnya kau ingin bertemu dengan pelayan yang mana? sampai kau harus membawa karung itu?" Ucap curiga Stefan, Helen menoleh kearah karung yang ia bawa itu. "Ini ada beberapa gaun dan pakaian bekas yang sudah terpotong, jadi saya keuntuk menemui pelayan yang bisa membuat kain perca." Ucap Helen dengan asal-asalan.
__ADS_1
"Baiklah, sebaiknya kau sekarang menginap saja, tetapi ketahuilah... aku tahu jika Lady menyelinap kesini tanpa sepengetahuan orang lain... saya harap anda tidak melakukan kesalahan ini lagi." Ucap tajam Stefan, lalu dengan cepat Helen menganggukan kepalanya lalu berlari sejauh mungkin dari Stefan.
Smirk...
"Seperti sihir hitam, sepertinya kau ingin melakukan apa lagi Helen!?" Gumam Stefan yang melihat punggung Helen semakin menjauh dari pandangannya karena terus berlari.
Hos-hos-hos...
Brak...
"Huft akhirnya selamat, untung saja yang mulia tidak curiga dengan apa yang kubawa." Ucap lega Helen ia menaruh barang itu dengan hati-hati dikamarnya. Lalu dengan cepat sebuah sihir hitam muncul dari dalam kotak itu.
Bez....
"Katanya harus disentuh saja sih?" Gumam Helen lalu ia melakukannya, memasukan tangan itu kedalam kotak itu, seketika sebuah asap hitam mengelilingi tangannya.
Argh! argh! argh!!!!
__ADS_1
Note:
Halo untuk bab tadi dihapus ya, soalnya salah bab buat up date, selamat membaca kelanjutannya