
"Mengapa yang mulia putra mahkota baik kepada saya!? hiks-hiks-hiks." Ucap Evita ia menangis dengan cepat, Stefan memeluk Evita dan meletakan kepalanya didadanya itu dan mengelus rambutnya dengan pelan.
"Jadi sebenarnya saya itu, berbuat hal yang tak boleh dilakukan, anda tahu kan? bahwa setiap orang yang bertunangan tidak boleh melakukan hal-hal aneh, terpai pada saat itu saya melakukannya hiks-hiks-hiks..." Ucap Evita ia terus menangis sembari bercerita, Stefan mengerutkan keningnya.
"Kau melakukannya dengan siapa?" Tanya Stefan yang sebenarnya ia juga ikut tekejut, bahwa Evita melakukan itu saat statusnya masih tetap tunangan. "Dengan tuan duke Jason Dionysus." Ucap Evita ia melihat kearah Stefan, seketika mata Stefan membulat.
"Apa katamu!? Jason!? duke Jason itu!? apakah kau dipaksa olehnya melakukan hal itu!?" Tanya Stefan ia mulai meninggikan nada suaranya, Evita hanya mengangguk kepalanya, rasa hawa Stefan semakin terasa.
"Berani-beraninya dia melakukan hal itu kepadamu!? padahal dia tahu bahwa ada peraturan seperti itu tetapi tetap saja dia melakukan nya!" Ucap Stefan dengan geram, Evita hanya terdiam.
"Tolong sekarang saya sedang mengandung anak Jason, tapi aku mohon jangan beritahu semua orang yang mulia putra mahkota, saya mohon!" Ucap Evita ia seperti menundukkan kepalanya kepada Stefan, Stefan terdiam dan menatap Evita seperti seseorang yang tak tega.
"Mengapa kau tidak ingin memberitahu Jason? bukannya dia berhak atas tanggung jawabnya yang telah diperbuat kepadamu?" Tanya Stefan wajahnya tiba-tiba saja berubah menjadi sedikit sedih, dan juga nada suara sedikit kecewa.
__ADS_1
"Setelah melihat apa yang dilakukan Jason kepadaku, ia berani selingkuh dan menghianati saya demi tunangan putra mahkota, saya berusaha untuk menutupi ini." Ucap lemas Evita. Seketika Stefan berdiri dari duduknya dan mengenggam bahu Evita dengan kuat.
"Tetapi... MENGAPA KAU BERUSAHA SENDIRI! SEHARUSNYA KAU BERKATA SEPERTI ITU KEPADAKU TERLEBIH DAHULU AGAR AKU JUGA TAHU APA YANG SEDANG KAU ALAMI SEKARANG! TETAPI MENGAPA KAU HANYA DIAM SAJA DAN MENJALANI NYA DENGAN SENGSARA BEGINI!" Teriak Stefan ia sangat ingin melampiaskan amarah dan juga rasa bersalahnya kepada Evita.
"Pu... putra mahkota... hiks-hiks-hiks... maafkan saya, saya tak ingin membebani siapapun yang mulia, dan juga saya tak pantas mendapat perhatian dari anda! hiks-hiks-hiks..." Ucap Evita bibirnya mulia merinding sendiri, ia sudah tak mempuyai tenang lagi untuk bertahan, dan berpura-pura kuat.
"Kau tahu... aku tahu kau pasti sudah lelah melakukan ini semua... seharusnya kau boleh saja menagis kan!?" Ucap Stefan ia memeluk Evita yang tengah menangis itu.
"Memang ya... saya sudah lelah melakukan hal ini semua yang mulia, saya sudah lelah! saya ingin sekali menggugurkan bayi ini yang mulia... tapi itu membuat bayi ini tak bersalah apa-apa... hiks-hiks-hiks..." Ucap Evita ia membalas pelukan Stefan, Stefan semakin mendekatkan kepalanya Evita dengan kepalanya.
"Kau sudah berjuang selama ini Evita." Gumam Stefan, di sisi lain Dinda terbangun dari tidurnya dan ikut menangis meneteskan air mata disana, ia hanya melihat dan melihat mereka berpelukan dibawah sinar bulan yang menerobos masuk kedalam jendela.
Anda berhak bahagia nona...
__ADS_1
Keesokan harinya Stefan berpura-pura datang kekediaman Raheem tanpa memberi tahu kabar atau pun surat, sehingga kedatangannya membuat para pelayan dan tuan rumah ikut heboh mempersiapkan kedatangan yang mulia putra mahkota.
"Evita cepat bersiap-siap yang mulia putra mahkota akan datang kekediaman sekarang! cepat lah bersiap-siap!" Teriak nyonya Raheem dari luar, sembari memerintahkan para pelayannya untuk bersih-bersih.
"Mengapa putra mahkota datang secara tiba-tiba!? padahal baru saja kemarin beliau datang kesini tanpa sepengetahuan orang-orang?" Teriak kesal Evita, Dinda dengan cepat menyisiri rambut Evita.
"Bersiap-siappah nona Evita!" Ucap Dinda dengan peringatan. "Apa maksudmu Dinda? apa yang akan kau laku- Arghhh!" Teriak Evita secara tiba-tiba karena Dinda langsung saja menarik rambut panjang Evita dengan kencang.
"Maafkan saya nona Evita." Ucap Dinda setelah berusaha menyisiri rambut Evita "Evita cepat turun kebawah sekarang! yang mulia putra mahkota sudah tiba!" Teriak nyonya Raheem dari ruang tamu, Evita segera turun secepatnya.
"Selamat datang yang mulia putra mahkota, terimakasih telah datang kekediaman kami, kami mohon maaf jika persiapan kami tidak terlalu baik dan membuat anda nyaman." Ucap tuan Raheem kepada Stefan, Stefan sedari tadi menoleh kearah kanan dan kiri seperti mencari seseorang.
"Yang mulia putra mahkota, sedangkan mencari siapa yang mulia?" Tanya tuan Raheem kepada Stefan "Dimana anak anda Lady Evita?" Tanya Stefan kepada kedua orang tuanya itu.
__ADS_1
"Saya disini yang mulia putra mahkota, maafkan saya, saya terlambat untuk menyambut kedatangan anda kekediaman kami." Ucap Evita yang menuruni tangga dengan anggun, Stefan memperhatikan gaun yang digunakan Evita karena sedikit kecil, ia sedikit khawatir dengan kandungan Evita yang sudah tepat 6 bulan.
"Mengapa lady menggunakan gaun yang sedikit empit!?" Tanya Stefan secara spontan, membuat keduanya pasangan suami istri itu terlihat kebingungan, dan juga membuat Evita sedikit tekejut dengan lontaran kata-kata Stefan.