Yang Mulia! Cintai Saya!

Yang Mulia! Cintai Saya!
Bab 25 : Dana Asosiasi Dagang Dionyus #2


__ADS_3

Andai saja Fertell ada disini mungkin saja dia bisa memberikan sedikit solusi dengan masalah kali ini, agrh! mengapa setelah Stefan masuk campur kedalam perekonomian kekaisaran, aku selalu menjadi kena getahnya!?


"Berapa uang yang sudah kita punya selama ini?" Tanya Jason kepada Cashier, Cashier mengeluarkan laporan pemasukan asosiasi dagang itu dan memberikannya kepada Jason.


"Mungkin sekitar lebih yang kau bayangkan, tetapi jika kita langsung melunasinya maka tak akan ada dana untuk hal itu, jadi sebaiknya kau harus memikirkannya dengar baik." Ucap Cashier dengan santainya, Jason membulat kan uang yang akan dia berikan.


"Baiklah mungkin kita harus membayar setengahnya, untuk bulan depan jika terjadi lonjakan penjualan tambang, kita harus melunasinya dengan cepat, jika tidak kau bisa membayar setengahnya." Ucap Jason ia memberikan laporan itu lagi kepada Cashier, Cashier pun pergi dari sana dengan segera.


Hah...


"Permisi tuan duke Jason, apakah anda baik-baik saja hari ini?" Tanya seseorang dari belakang, Jason menoleh ke arah belakang dan melihat seorang lady datang menemui nya dengan senyuman lebar, ya dia adalah Helen ia datang tanpa memberikan kabar kepada Jason.


"Helen!? seharusnya kau memberikan kabar telebih dahulu jika kau ingin berkunjung kesini!? mengapa kau tidak melakukannya?" Ucap Jason dengan kesal sudah berapa kali Jason mengatakan hal itu, tetapi kedatangan Helen membuatnya sedikit tekejut.

__ADS_1


"Maafkan saya, soalnya hah... hari ini aku sangat emosi karena tiba-tiba saja lady Viona berani-beraninya memutuskan hubungan dengan keluarga kami." Ucap Helen langsung duduk disamping Jason degan cepat.


"Apa!? lady Viona memutuskan hubungan dengar keluargamu?" tanya Jason sekali lagi, Helen mengangguk kepalanya. "Ya tapi tenang saja, dia sudah kuberikan pelajaran yang berharga dan membuat dirinya menyesal sekarang." Ucap puas Helen lalu melontarkan senyuman lebarnya dan menyenderkan kepalanya dibahu Jason.


"Hah sekarang yang mulia putra mahkota sengaja membuat pikiranku semakin berantakan, karena hari ini dia meminta hasil hutang kekaisaran dibayar dan diberikan jangka waktu 2 hari." Ucap Jason ia juga mengatakan hal yang sama seperti Helen.


"Terkait mengapa yang mulia putra mahkota ikut campur!? dan mengapa lady Evita juga ikut campur dalam hal ini, sehingga kelas berdua mendapatkan timbalannya ya!?" Gumam Helen ia masih tak mengerti, Seketika ia bangun dari duduknya dengan membulatkan matanya dengan tajam.


"Mengapa kau tiba-tiba berdiri Helen!?" Tanya Jason yang masih gagal faham, Helen menoleh kearahnya dengan mata tajamnya "Tak salah lagi! Evita dan yang mulia putra mahkota bekerjasama untuk menghancurkan ku dna juga kau!" Teriak Helen dengan kencang, Jason pun ikut tekejut.


Prang...


"Sepertinya Evita sudah mencuci otak yang mulia putra mahkota sehingga ia mengikuti rencana Evita! berani-beraninya wanita itu mengajak putra mahkota dalam hal ini, apakah ia tidak mampu sendiri untuk melakukan pembalasan dendam ini!?" Ucap remeh Jason kepada Evita, lalu tiba-tiba terdengar suara langkah kaki dari kejauhan, Helen dan Jason menoleh kearah belakang.

__ADS_1


Tak-tak-tak...


Orang itu tersenyum orang itu tidak menggunakan gaunnya melainkan menggunakan celana, dan bersama salah satu seorang lady dibelakangnya.


"Wah sepertinya sudah mengetahui kerjasama antara aku dan juga yang mulia putra mahkota ya!? ups... lupa aku memberikan salam kepada kalian berdua, salam hormat kepada lady Helen dan juga tuan duke Jason." ucap orang itu dia adalah Evita, ia datang kekediaman Dionyus tanpa memberi kan kabar.


"Evita Raheem!? astaga berani-beraninya kau datang kesini ya lasy Evita!? dan sekarang kau memakai celana astaga apakah ini yang diajarkan oleh keluarga mu!?" Ucap ledek Helen ia berjalan mendekati Evita, Evita tersenyum dengan cepat Frederica berdiri tepat disamping Evita dengan raut wajahnyanya yang berubah menjadi sangat marah.


Plak...


"Hos-hos-hos! astaga aku mimpi apa tadi!? mengapa nona Helen menamparku!? padahal aku dan nona Evita hanya ingin bertemu dengar nona Helen kan!?" Ucap Frederica ia bangun dari mimpinya itu karena ia sangat ketakutan jika Helen menamparnya lagi.


"Lady Frederica apakah anda baik-baik saja!? sepertinya wajah anda sangat pucat!? apakah anda tengah bermimpi buruk?" Tanya Evita ia juga ikut tebangun karena Frederica, karena hari ini Frederica menginap dan tidur dikamar Evita.

__ADS_1


"Nona Evita, apakah benar anda sudah mengetahui bahwa nona Helen berselingkuh dengan tuan mudah Jason!?" Ucap Frederica dengan cepat, Evita yang mendengar nya pun terdiam lalu setelah beberapa menit pun tersenyum.


Cerita diatas hanyalah mimpi dari Frederica... baca kelanjutan ceritanya, karena cerita ini sebentar lagi akan tamat ^^


__ADS_2