
"Nona Helen, mengapa Anda tidak membantu saya!" Jerit kecil Isabella dengan mata tajam dan juga marahnya, Helen mengerutkan keningnya dan menajamkan matanya, lalu setelahnya ia membuang wajahnya kearah lain.
Nona Helen mengapa anda melemparkan masalah ini kepada saya!
Dan benar saja, Helen tak ingin dirinya buruk dimata Stefan yang jelas-jelas tunangannya sendiri, disisi lain Stefan dan Evita membawa paksa Isabella kedepan kaisar Gavrel, semua orang yang melihatnya pun kebingungan dan juga ikut berbisik-bisik.
"Maafkan saya yang mulia kaisar Gavrel, saya hanya ingin membantu anda dalam penyelidikan kali ini, karena ini berhubungan dengan wanita itu." Ucap Stefan ia langsung menujukkan jarinya kearah Isabella.
Deg!
"Apa maksud yang mulia!? saya tidak ada hubungannya dengan apa yang terjadi di kaisar ini?" Ucap Isabella dengan wajah tak rasa takut, Evita mengerutkan keningnya. "Memang? jika kau tidak terlibat akan hal itu mengapa kau menggunakan pakaian yang aneh sebagai seperti ini?" Ucap Evita ia justru melontarkan fakta yang ada.
Semua para tamu saling menyatakan dan memang itu benar apa adanya, disisi lain Helen ketakutan setengah mati, jika Isabella mengatakan dirinya juga ikut terlibat. Disaat itu juga Jason mendekati Helen dan memegang bahunya.
"Helen apakah kau baik-baik saja? apakah kau merasa kasihan dengan temanmu itu?" Tanya Jason yang cemas dengan Helen, Helen menoleh kearahnya lalu tersenyum tipis. "Tidak, aku tidak apa-apa, hanya saja akus sedikit sedih melihat temanku jika dia melakukan ini semua." Ucap Helen lalu ia tersenyum tipis dan matanya menuju kearah Isabella.
__ADS_1
Ketakutan, ketegangan, dan juga rasa kekecewaan menyelimuti hati Isabella, ia hanya bisa terdiam sambil menundukkan kepalanya dan berlutut, tubuhnya ikut gemetar, tetapi tangannya ikut mengeramkan pakaiannya.
"Apa kah kau yakin Stefan?" Tanya baginda kepada Stefan. "Memang sepertinya benar baginda, anda lihat sendiri bahwa wanita itu sepertinya sangat aneh, dari cara pakaiannya saja sudah terlihat seperti orang asing yang menyeludup kekediaman kaisar." Ucap ratu Gavrel kepada kaisar.
Seketika kaisar mendekati kearah Isabella. "Apakah kau sengaja ingin membunuh para tamu disini!? dan siapa dirimu yang berani-beraninya ingin membuat semua tamu disini celaka!?" Ucap kaisar ia mulai mencurigai Isabella, lalu sontak saja kaisar mengulurkan pedangnya tepat disamping lehernya.
Sing...
"BAGINDA!" Teriak Isabella dengan wajah ketakutannya itu, tanpa ia sadari mulutnya ikut bersuara, seketika pedang itu terdiam disana. "Maafkan saya baginda, dia adalah salah satu lady dari kekaisaran kami, tetapi entah kenapa ia bisa sampai kesini dan menyeludup kekekaisaran ini." ucap Stefan ia langsung saja menundukan kepalanya disana.
Disana itu juga para tamu ikut tekejut dan saling berbisik kembali. "Ini semua salah saya saya mohon maaf baginda, saya tidak tahu jika salah satu lady dari kekaisaran kami akan datang kesini tanpa sepengetahuan saya dan juga baginda." Ucap Stefan dengan posisinya yang masih tetap sama.
"Sa-saya minta maaf yang mulia! saya mohon maaf yang mulia, tolong ampuni saya, tolong jangan hukum saya yang mulia! hiks-hiks-hiks." Ucap Isabella lalu ia menangis, tetapi semua orang mengata-ngatainya disana.
"Tidak bisa! dia benar-benar harus dihukum berat karena hampir saja membuat para tamu lainnya ikut meminum jus anggur itu!" Teriak salah satu tamu ditengah keheningan itu, lalu semua pun ikut bersorak-sorai dan juga ikut membela mereka.
__ADS_1
"Baiklah, sepertinya kau harus dihukum mati atas kejahatan ini Isabella, karena yang pertama kau pergi kekaisaran lain untuk membunuh orang lain, lalu kau juga sudah menyeludup obat-obat terlarang, dan disertai hukuman kau membawa nama baik kekaisaran agar tercoreng!" Ucap Stefan, Isabella menatap dengan mata tak berkedip, dan ia terus meneteskan air mata itu.
"Sekarang bawa dia! dan hukum mati dia!" Teriak sorak para tamu, sehingga Isabella dibawa oleh para penjaga kekaisaran, dan membawa Isabella kembali kekaisaran.
Karena penghukuman Isabella akan dilakukan besok dikekaisaran, dengan perintah kaisar. "Maafkan kami, sepertinya kami harus kembali lebih awal dari pesta ini, dan maafkan kami karena telah membuat kacau pesta ini." Ucap Stefan ia menundukan kepalanya kepada kaisar Gavrel.
Setelahnya mereka pergi dari sana, dan hanya bisa terdiam sambil melihat bulan yang sudah terlalu gelap, Evita yang berada satu kereta kuda bersama Helen, Jason dan Stefan pun tertidur lelap karena kantuk.
Gluduk-gluduk-gluduk...
Tak-tak-tak...
Astag kepala Evita sudah terpukul jendela sebanyak tiga kali, tetapi ia masih saja tidur pulas?
"Lady Helen apakah kau bisa duduk disamping tuan duke Jason sebentar?" Tanya Stefan tetapi Helen yang tak peduli pun hanya menurutinya saja, karena kali ini dirinya sangat pusing karena memikirkan masalah tadi.
__ADS_1
Tuk...
Nah... ini baru benar...