Adias Floryn : Get Back The Kingdom

Adias Floryn : Get Back The Kingdom
Bagian 11 : Bos Terakhir


__ADS_3

Setelah membasmi Wyvern, mereka pun melanjutkan perjalanannya. Dan seperti biasa, masih belum ada kejadian yang membuat mereka semua terpojok. Hal ini karena tidak ada satu pun monster yang bisa membuat Iaros terpuruk. Entah mengapa kali ini Iaros seringkali ikut campur dalam pertarungan,dan itu pun hanya sekali serang.


Waktu demi waktu telah terlewati, dan tidak terasa sudah lima tahun lamanya mereka menyusuri dungeon itu. Mereka sudah menghancurkan berbagai macam monster yang menghalangi mereka untuk sampai ke tujuan. Mereka sudah menyusuri goa-goa yang dalam, menanjaki gunung-gunung tinggi, dan melewati jurang-jurang yang curam, namun tidak ada satu pun monster yang bertahan ketika menghadapi mereka. 


Dias sendiri sudah terlihat perkembangannya yang sangat cepat jika dibandingkan penyihir-penyihir lainnya dengan pengendalian sihir yang lebih baik lagi dan penggunaan pedangnya juga yang lebih ahli. 


Meskipun terdapat berbagai macam jebakan yang membuat mereka jatuh berdarah-darah, atau tertusuk panah yang dalam, tapi mereka dengan cepat bisa disembuhkan. Karena ada Steve disini yang mana seorang Priest terbaik di guild. Ditambah 4 orang healer sebagai cadangan. Meskipun mereka terluka, dengan cepat mereka akan pulih kembali. Selama mereka tidak mati, mereka masih bisa disembuhkan. Seberat apapun itu. 


"Aduh, lama banget dah. Ini kapan kita bisa sampai ke bosnya? Masa Iya kita sampai tua akan terjebak di dungeon ini selamanya?" Ucap Demitry yang berjalan sambil terlihat lesu. "Bagaimana menurutmu, Dias?"


"Apa maksudmu? kau ingin aku bakar, hah?" Balas Dias yang sudah terbiasa dengan Demitry dengan mengeluarkan api di telapak tangannya. Sepertinya sifat-sifat jelek Iaros menurun kepadanya.


"Diamlah, kau hanya akan menurunkan motivasi yang lainnya." Balas Franca kepada Demitry. 


"Hmm.. mungkin ini sudah sesuai dengan yang diperkirakan oleh Master. Dia sudah memperkirakan jika kita akan menyelesaikan dungeon ini selama 5 tahun." Balas Dann.


"Yah, memang benar sih.. Lagipula dia bisa melihat masa depan juga. Dan menurut pengakuannya sendiri, jika dirinya juga bisa merubah masa depan. Padahal sudah jelas jika masa depan itu sudah ditentukan oleh Dewa. Atau dia jangan-jangan atheis? (tidak percaya dengan adanya Tuhan)" Ucap Halbert.


"Ey, Cyntia.. sekarang sudah tahun keberapa?" Tanya Halbert kepada Cyntia. 


"Engg, kelima?" Balasnya. 


"Hmm.. kelima ya. Bukankah harusnya kita sudah bisa menyelesaikan dungeon ini, sesuai dengan ramalan?"


"Yah, harusnya iya sih. Mungkin sebentar lagi." Balasnya. 


"Semuanya, berhenti." Instruksi dari Franca. Kemudian semuanya juga ikut berhenti. Tenyata jalan di depannya sudah berbeda lagi tidak sama seperti jalan sebelumnya. Yakni sebuah jurang yang sangat luas sekali, namun dengan tanah bewarna ungu, dan pohon pohon di sekitar jurang tersebut juga telah mati. 


"Summon, eagle." Franca mengeluarkan burung dari lingkaran sihir yang dibuatnya di udara. 


"Steve, tolong sihir anti racun kepada elangku." Kata Franca meminta kepada Steve. Steve menurutinya dan segera memberikan elang itu sihir kebal anti racun. 


Kemudian Franca menerbangkan burung itu untuk menelusuri jurang tersebut. 


"Cyntia, apakah kau menciumnya?" Ucap Franca yang melirik ke arah Cyntia. 


"Iya, ini aroma gas botolium toxin yang sangat berbahaya. Apabila dihirup, maka akan menjadi racun di dalam tubuh, dan kita akan meninggal dalam waktu 1 jam. Kita tidak boleh menghirupnya sedikit pun." Balas Cyntia. 


Setelah itu, tanpa basa-basi Steve langsung menggunakan sihir anti racunnya kepada ke-16 orang lain yang berdiri disana. Dia merapalkan mantra yang cukup panjang hingga mengeluarkan lingkaran sihir yang cukup besar yang melingkupi semua orang disana. 


"Tenang saja, kalian tidak akan keracunan." Ucap Steve.


"Kerja bagus." Balas Franca. "Semuanya, tunggu sebentar. Aku akan melihat keadaan terlebih dahulu." 


Franca menutup matanya untuk menyambungkan indranya dengan elang yang sekarang ini sedang menelusuri jurang tersebut. 


Setelah menelusuri jurang tersebut, dia melihat sesuatu hal yang mengejutkan dari penelusurannya. 


"Apa ini?" Franca melihat banyak sekali tulang-belulang manusia yang tersebar di tiap-tiap jalan. Sepertinya, tulang-tulang itu adalah milik para petualang yang sudah berhasil sampai ke tempat ini, namun tidaklah selamat setelahnya. 


"Apa yang kau lihat?" Ucap Halbert. 


“Sepertinya sudah ada puluhan petualang yang pernah mencapai tempat ini, tapi tidak ada satu pun yang selamat. Semuanya telah menjadi tulang-belulang tanpa sisa.” Balas Franca. Kemudian elang miliknya terus menelusuri lebih dalam lagi tempat yang gersang dengan penuh pepohonan yang mati.


“Eng? Itu..” Akhirnya Franca menemukan monster yang diduga sangatlah kuat. 


"Sepertinya aku sudah melihat bos dari dungeon ini." Ucap Franca. 


"Sungguh?" Kata Halbert tidak percaya. 

__ADS_1


"Iya, nanti akan aku tunjukkan jalannya." Ucap Franca. Tiba-tiba, burung yang dikirimkan oleh Franca tertusuk batang kayu yang sangat cepat meluncur entah dari mana. 


"Argh, sial." Ucap Franca sambil memegang matanya yang sakit. 


"Kau tidak apa-apa?" Balas Halbert. 


"AWAS!!" Teriak Dann. Tiba-tiba saja, sebuah batang kayu yang tadinya menembus elang milik Franca tetap saja meluncur dan mengarah ke kepala Franca. Franca yang tidak siap dengan hal itu tentunya tidak bisa apa-apa.


"Trangg!!" Dann menangkis kayu yang tajam itu dengan cepat. Bahkan sangking kuatnya membuat pedangnya terpental. 


"Hah, tidak mungkin.. dari jarak sejauh itu, bagaimana dirinya bisa tahu keberadaan kita?" Ucap Franca yang masih terkejut. 


"Ini masih belum selesai." Ucap Iaros yang sudah mempersiapkan diri dengan mengeluarkan pedangnya dari sarungnya. 


"Tadi elangmu mengarah kemana?" Tanya Demitry kepada Franca.


"Disana," Franca menunjuk ke arah dimana dia menemukan bos tersebut. 


Demitry memfokuskan pandangannya ke depan dan mengaktifkan skill visionnya yang dapat melihat hingga rentang jarak 9 Km. Disana, terlihat sesosok iblis berwujud wanita berwarna hitam seperti bayangan yang juga sedang mengawasi dari jauh. 


Demitry yang sudah berdiri di samping Iaros segera mengeluarkan panah ghaibnya dan memanah monster itu dari jarak yang sangat jauh. 


"El, fula.." Ucap Demitry, kemudian memunculkan anak panah angin yang tiba-tiba muncul dari busurnya. Dia langsung melepaskan panah tersebut dan melesat dengan cepat. 


"Prangg.." Panah itu dengan mudah dapat ditangkis olehnya. Tiba-tiba, di sekitar iblis itu muncul bayangan-bayangan lain berbentuk burung besar yang beterbangan. Bayangan-bayangan itu mulai meluncur ke arah mereka semua. 


"Steve!!" Perintah Franca. 


Seakan-akan tahu apa yang harus dirinya lakukan, Steve memberikan sihir yang dapat membuat mereka semua kebal terhadap kutukan, meningkatkan kapasitas mana, dan regenerasi mana, dan juga shield sementara. 


Tapi tiba-tiba muncul lubang besar di bawah para healer, Untung saja Steve sudah menyadari itu dan menghindarinya. Sedangkan healer yang lain pun terjebak dengan tubuh yang sudah tertusuk batang-batang pohon yang tajam. 


"Sialan!! Dia mengincar bagian terpenting dari kita," Kata Halbert yang menyaksikan kejadian itu.


"Cepat keluarkan semua healer dari lubang itu," Ucap Steve kepada yang lain. Yang lain mengangguk dan segera mengangkat semua tubuh healer itu dengan cepat. 


"Sepertinya ini akan menjadi pertarungan terakhir kita di dungeon ini." Ucap Franca tersenyum kecut.


"Semuanya, serang!!"


Semua orang langsung segera mendekati iblis tersebut tanpa harus berfikir lama-lama. Monster burung bewarna hitam yang diciptakan oleh iblis itu menerjang ke arah mereka dengan sangat banyak. Tiap-tiap kali mereka hancurkan, akan ada monster burung lain yang menggantikan dan menyerang mereka. Untung saja monster itu tidak terlalu kuat.


Dias tidak henti-hentinya membakar monster-monster yang datang mendekat. Sedangkan Iaros menerjang iblis hitam yang sangat jauh dari tempatnya itu bersama dengan Halbert dengan sangat cepat. Dengan di bantu oleh Demitry dari belakang, mereka dapat mendekati monster itu dengan mudah. Tapi mendekatinya saja tidaklah cukup, mereka juga harus menaklukkan monster itu.


Sedangkan Steve berusaha menyembuhkan para healer lain. 


“Lepaskan kayu yang tertancap di tubuh mereka!” Perintah Steve kepada yang lain. Mereka menuruti dan segera melepasnya. Setelah kayu itu terlepas, 4 healer yang tertusuk itu segera dibaringkan dan tinggal disembuhkan saja.


“Heal!!” Dengan cepat, bekas luka dari keempat Healer itu langsung menghilang.


“Terima kasih Steve,” Mereka berempat langsung bangkit dan segera mensupport yang lain dari belakang. 


“Don’t Mind..” Balas Steve kemudian juga segera pergi menuju ke tempat Iblis itu berada.


Sang Iblis menyadari jika burung bayangan yang telah diciptakannya masih terlalu mudah bagi mereka. Akhirnya dirinya menciptakan hal lain yang lebih kuat untuk mereka.


Namun, sebelum sang Iblis melakukan aksinya, Iaros sempat melancarkan tebasan yang pertama dengan menggunakan pedangnya yang berapi-api. 


“Swoosshh..” 

__ADS_1


Sang Iblis seakan-akan tidak merasakan apapun. Iaros langsung mundur dan kemudian dilanjutkan oleh serangan jarak jauh yang dilancarkan oleh Demitry dari jarak jauh. 


“Blarr.. Blarr..” Hasilnya sama saja. Dirinya sama sekali tidak bergeming dari tempatnya.


“Groaaa!!” Iblis hitam itu mengeluarkan aura bewarna hitam seperti pecut yang dapat melukai siapapun bagi yang berada disekitarnya. Serangan itu mampu membuat Iaros terpukul mundur menjauh untuk menjaga jarak darinya. 


Tiba-tiba, muncul lingkaran sihir bewarna hitam yang sangat luas berada di sekeliling iblis itu. Iblis itu merunduk, meletakkan tangannya di atas tanah dan terlihat seperti berkonsentrasi. Tidak lama setelah itu, muncul bayangan hitam berbentuk kesatria menggunakan zirah lengkap dengan jumlah yang sangat besar. Para Kesatria itu sebagian membawa pedang, dan sebagian membawa panah. 


Tidak hanya itu, monster-monster lain juga muncul di sekitar kawanan yang masih belum sampai ke tempat iblis tersebut. Beberapa Giant Orc bewarna hitam jatuh dari langit dengan jumlah yang cukup besar dan lebih kuat daripada Giant Orc yang sebelumnya di lawan oleh mereka. Terpaksa mereka semua tidak bisa langsung melaju berhadapan dengan iblis tersebut. Mereka harus menjaga diri mereka masing-masing dari segala bentuk serangan yang dilancarkan oleh para monster yang mendekat. 


"minum ini," Kata Cyntia yang membagikan Mana Potion kepada yang lainnya. Dengan adanya Cyntia, maka tidak ada satu pun yang khawatir akan kehabisan Mana mereka. Jika Mana mereka habis, mereka tinggal datang kepadanya dan mengambil potion tersebut. 


Dias yang berada di dekat Cyntia juga mengambil potion tersebut dan menyerang monster sambil meminum cairan bewarna biru itu.


“Bagaimana rasanya, Dias?” Ucap Cyntia kepada Dias setelah dirinya meminum Mana Potion itu.


“Emm, Blueberry?” Balas Dias yang sedikit bingung dengan rasanya. 


“Hahaha, itu racikan terbaruku supaya orang-orang lebih suka lagi dengan Mana Potionku. Semoga produk terbaruku ini bisa menjadi produk paling laris diantara produk-produk pesaing lainnya.”


“Ohh.. Kau punya toko?” Tanya Dias yang sedikit terkejut.


“Iya dong, gini-gini aku juga ingin segera pensiun muda loh. Hehe,” Kata Cyntia.


“Awas!” Dari belakang mereka, muncul Giant Ogre yang melayangkan gadanya yang besar menuju tepat ke arah mereka.


“Trangg!!” Tiba-tiba muncul Dann yang menangkis serangan itu.


“Guru!” Kata Dias sedikit terkejut.


“Apa yang kalian lakukan disini? Segera menuju ke tempat Iaros berada.”


“Yah, sebenarnya kami ingin begitu sih, hanya saja kondisi tidak mengizinkan keinginan kami,” Ucap Dias sambil memperhatikan sekitar yang sudah banyak sekali monster-monster yang bermunculan. Bahkan selain Ogre dan burung-burung tadi, goblin berwarna hitam pun juga bermunculan dari balik pepohonan. 


“Haduh, benar-benar merepotkan.” Kata Dann sambil menghela nafas. Kemudian dia mengangkat pedang besarnya dan segera menebaskan pada Giant Orc yang ada di depannya. 


“Sringg!!” Monster itu langsung terbelah seketika. Setelah itu mereka terus maju dan segera menghabisi semua monster yang berada di depannya satu persatu.


Dias tanpa henti membakar monster-monster yang juga tidak ada habisnya sambil terus melangkah menuju ke arah Iaros, hanya saja Iaros, Demitry dan Halbert masih terlalu jauh. Jarak tempuh menuju ke Iaros sekitar 3 Km ke depan. Tentu hal ini membutuhkan waktu yang cukup lama karena terhalangi oleh beberapa monster di depan.


“Grrr!!” Kali ini muncul serigala hitam berukuran manusia dewasa yang datang menerjang dari samping mereka. 


“Khuahkkhahakkwkaakkhh!!” Di depan mereka juga muncul para goblin yang membawa tombak kecil di tangannya. Dari atas pun juga terdapat beberapa burung hitam yang ikut menyerang mereka. Beberapa Giant Ogre juga masih saja berjatuhan di sekitar mereka.


“Gila banget. Mengapa ada banyak sekali,” Kata Dias.


“GROAAA!!” Tiba-tiba muncul beruang besar yang memakai baju zirah yang juga ikut bertarung membantu Dias dan yang lainnya. Beruang itu menghajar para goblin, menggigit, memukul, dan memakannya. Selain itu, beberapa serigala putih juga ikut menyerang Giant Ogre bersamaan.


“Kalian tidak apa-apa?” Ucap Franca berjalan dengan diikuti oleh beberapa binatang buas berzirah di belakangnya. Termasuk dua buah gorilla yang memegang pedang dan perisai.


“Franca!” Dias merasa terbantu dengan kedatangan Franca yang membawakan pasukan biantangnya ke laga pertempuran. 


“Tetap fokus! Jangan sampai kita disibukkan oleh para keronco-keronco lemah ini. Tetap maju!” Perintah Franca yang membuat semangat mereka semua yang mendengarkannya menjadi bangkit kembali..


Namun, semakin lama mereka menghancurkan monster-monster yang bermunculan, semakin banyak pula monster-monster yang tercipta. Dan bahkan monster dengan variasi-variasi baru juga mulai bermunculan.


Mereka semua saling bekerja sama menghancurkan semua monster di depan mereka sambil melangkah sedikit demi sedikit menuju ke tempat Iaros. 


Namun, meskipun mereka telah berusaha sekeras mungkin menahan Monster-Monster yang bermunculan dengan kerja sama yang baik, tentunya akan ada saat dimana semuanya tidak berjalan sesuai dengan rencana.

__ADS_1


***


__ADS_2