Adias Floryn : Get Back The Kingdom

Adias Floryn : Get Back The Kingdom
Bagian 32 : Hancurnya Akademi Raftel 4


__ADS_3

“Gawat!” Teriak Pak Ruky.


“Sial! Kami belum selesai!” ucap Pak Leo yang masih belum selesai membacakan mantra pengusiran setan di dalam tubuh Azka.


“Matilah kalian!” Tentakel itu akhirnya dapat menerobos perisai itu dan meloloskan diri ke arah mereka bertiga.


“Berhenti!!” Teriak Blaire yang tiba-tiba muncul di hadapan mereka dan memasang badan seakan-akan rela ditusuk oleh tentakel itu kemudian mati sia-sia. 


“Settt…” Tiba-tiba saja tentakel itu berhenti begitu saja, tepat di depan wajah Blaire. 


“Apa yang terjadi?” Pak Horus bingung dengan reaksi yang diberikan oleh Iblis itu. Ekspresi Iblis itu tiba-tiba berubah seperti orang yang sedang kebingungan. 


“Azka!! Jangan mau kau dikendalikan oleh Iblis itu! Tubuhmu adalah milikmu sendiri, dan kau yang memiliki hak penuh terhadap tubuhmu itu!” teriak Blaire. 


Pak Horus menatap heran ke arah Blaire. “Ini bocah ngomong apa sih?” 


“Arghh!!” Iblis itu tiba-tiba saja memegangi kepalanya yang sakit dan jatuh ke tanah. Mereka semua yang berada disana membelalak kaget, dan tidak percaya jika Iblis yang begitu kuat dapat jatuh hanya mendengar sepenggal kata yang simpel seperti itu. 


“Pergilah dari tubuhku!!” ucap jiwa Azka yang tiba-tiba saja bangkit kembali dari dalam tubuhnya. Akhirnya terjadi pergolakan antara jiwa Iblis dengan Jiwa Azka. 


“Sialan!! bukannya jiwamu sudah mati? Kenapa sekarang bisa bangkit lagi?” Ucap sang Iblis yang tidak tidak percaya dengan jiwa Azka yang saat ini kembali merasuki tubuh tersebut. 


“Hei, siapa bilang jiwaku mati? Jiwaku hanya redup saja! Aku tidak akan hancur begitu saja setelah kau bunuh orang-orang kesayanganku!” ucap dari dalam jiwa Azka yang sdang berdialog dengan jiwa sang Iblis. 


“Benar begitu! Azka, jangan menyerah!!” ucap Blaire menyemangati Azka dari jarak jauh. Dia terus menyemangati Azka tanpa henti untuk menyadarkan dirinya dan mampu mengusir iblis itu dari dalam tubuhnya.


“Yah, aku tidak tahu apa yang terjadi, yang penting ini adalah kesempatan. Pak Ruky, semua sudah siap!” ucap Pak Leo kepada Pak Ruky. Pak Ruky membalas ucapan Pak Leo dengan anggukan. 


“Baiklah mari kita selesaikan ini.. Divine.. Exorcist!!” Tiba-tiba, lingkaran sihir yang begitu luas pun tertampak di bawah kaki sang Iblis. 


“Sand Prison!!” ucap Pak Horus sambil menempelkan telapak tangannya ke tanah. Kemudian munculah sekumpulan pasir yang menyatu dan membentuk penjara yang mengurung Iblis itu. 

__ADS_1


“Ada apa dengan tubuhku?” Ucap Iblis itu sambil merasakan tubuhnya yang semakin lemah. “Manaku tersedot?”


Pak Ruky menengadahkan tangannya, dan diatasnya tiba-tiba muncul buku yang bercahaya, setelah itu dia membacakan mantra. “Wahai Iblis yang terkutuk, pergilah dari tubuh itu! Kau sama sekali tidak layak berada di dalam tubuh itu, dan menghancurkan kehidupan di dalam tubuh itu! Kau hanyalah makhuk kotor yang menyesatkan! Oleh karena itulah, Atas nama Dewa, ku usir dirimu dalam tubuh itu!!”


“Cring!!” Cahaya yang sangat kuat itu pun semakin lama semakin terang.


“Argh!!!” Sang Iblis yang merasuki Azka terasa kepanasan yang amat sangat dari dalam tubuhnya. Tiba-tiba saja, tentakel milik terkelupas dan melepuh seperti habis terbakar. “Arghhh!!”


Dari atas langit, muncul 4 buah tombak yang cukup besar. Kemudian dengan cepat tombak itu melesat dan menerobos ke arah mereka berempat yang sedang melakukan ritual pengusiran Iblis.


“Dlarr.. Dlarr!!” Secara bersamaan, Tombak itu menusuk mereka berempat hingga menembus ke dalam tubuh mereka. 


“Ohok..” Blaire mengeluarkan seonggok darah. Begitu pula dengan Pak Ruky, Pak Leo, dan Pak Horus. Tombak yang menembus tubuh mereka langsung hilang seketika. 


Cahaya sihir milik Pak Ruky tiba-tiba saja hilang, begitu pula dengan penjara pasir yang mengurung Iblis itu. Mereka berempat sedang berada dalam ambang kematian, karena tombak itu menusuk tepat ke arah jantung mereka. 


“Sialan, kalian semua!! Pasti akan ku balaskan penghinaan ini!” ucap Iblis itu, kemudian beranjak pergi dari sana dan memasuki menara dungeon itu dengan tergopih-gopoh.


“Sial, padahal tinggal sedikit lagi.. uhukk!!” ucap Pak Leo.


“Ehehe, ini pasti takdir yang sudah ditulis oleh yang diatas.” ucap Pak Horus yang juga sekarat.


“Jangan pesimis begitu.. uhuk!!” 


“A.. A.. Az.. Azka.. Bruk!!” ucap Blaire, kemudian terjatuh dengan jantungnya yang memuncratkan banyak darah, begitu pula di mulutnya. 


Akhirnya mereka satu-persatu terjatuh, terjerembab ke tanah. Kecuali Pak Ruky yang masih memegang buku sucinya.


“Pak Ruky.. lakukanlah sesuatu.. bukankah.. kau penyihir cahaya?” ucap Pak Leo yang terbaring lemas. Dia masih percaya jika pasti Pak Ruky masih bisa melakukan sesuatu untuk menyelamatkan mereka di situasi kritis seperti ini.


“Ohok.. Pho–Phoenix!!” ucap Pak Ruky sambil mengangkat buku itu tinggi-tinggi. Setelah itu, dari dalam buku itu muncullah burung raksasa bewarna merah terbang di atas mereka. 

__ADS_1


“Khaakkk!!” Burung raksasa langka yang diipuja-puja oleh bangsa lain itu pun membentangkan sayapnya lebar-lebar dan nampak sangat agung di mata mereka.


“Pure.. cure..!!” Cahaya merah yang sangat indah melingkupi area hutan tebing tersebut. Sedikit demi sedikit tubuh mereka mulai pulih dan luka mereka mulai menutup. Darah yang tadinya mengucur keluar langsung lenyap begitu saja seakan-akan menguap, dan tubuh mereka kembali sehat. 


“Khaakk!!” Tidak lama kemudian, burung raksasa itu pun menghilang lagi dan kembali ke habitat asalnya. 


Setelah itu, mereka memutuskan kembali ke tempat asalnya untuk memikirkan langkah selanjutnya.


***


*Di dalam menara dungeon..


"Hahahahaha, aku tadi lihat kamu di bully oleh manusia-manusia itu. Hahahaha, kau lemah sekali, Krakera," Tanya salah satu Iblis yang sedang duduk di singgahsananya sambil memandang ke arah manusia yang sudah menjadi Iblis itu sedang berjalan ke arahnya. 


"Sialan, tapi kau benar juga. Andai saja jiwa pemilik tubuh ini tidak bangkit lagi, pasti Aku sudah membantai mereka semua." Balas Krakera yang sudah menjadi pemilik tubuh Azka. “Lagipula, bagaimana bisa jiwanya bisa bangkit lagi? Padahal aku sudah menghancurkan jiwa miliknya sampai ke akarnya. Hadeh.”


“Yaelah, kau tidak paham kah mekanisme kalau ingin menampilkan wujud asli kita di bumi?” Ucap Gregory. Setelah itu, dia menjelaskan bagaimana mekanisme Iblis dapat turun ke bumi dan mengacak-acak peradaban manusia.


Tingkatan paling dasar, Iblis dapat membisikkan suara ke dalam hati manusia, hanya saja Iblis tidak dapat menampakkan dirinya ke hadapan manusia. Apalagi menyentuhnya atau membunuhnya.


Tingkatan berikutnya, Iblis dapat menyesatkan manusia dengan mengabulkan keinginan manusia, dan menjalin kontrak dengannya. Biasanya manusia ini meminta seperti kekayaan, hubungan, dan juga kekuatan. Mereka tentu mampu menyalurkan kekuatannya, namun tidak bisa menampilkan wujud fisiknya.


Tingkatan berikutnya, Iblis yang berhasil menyesatkan manusia dan meminta si manusia itu untuk memberikan seluruh jiwa raganya kepada sang Iblis, sehingga sang Iblis memperoleh tubuh orang tersebut secara gratis. Akhirnya Iblis dapat menyesatkan manusia secara langsung, dan bahkan dapat membunuh peradaban manusia. 


Tingkatan terakhir, Iblis yang kuat mampu menampakkan wujud aslinya langsung, tanpa harus merasuki tubuh manusia terlebih dahulu, dan langsung menggunakan kekuatannya tanpa perantara manusia. Namun tentunya untuk membangkitkannya juga perlu pengorbanan yang sangat banyak. Energi negatif yang dikumpulkan tidaklah main-main harganya dan berjumlah sangat banyak. Butuh waktu yang cukup lama dan usaha yang ekstra untuk membangkitkan Iblis jenis ini. 


“Ohh, begitu..” ucap Krakera setelah dijelaskan panjang lebar oleh Gregory.


“Hilih, dulu pas kita sekolah bareng apa saja yang telah kau pelajari? Apa kau masih akan mempertahankan juara kelas dari bawahmu sampai sekarang?” Ejek Gregory.


“Malah ngungkit masa lalu, huh.” Krakera sedikit kesal, namun dia masih bisa bersabar karena itu faktanya.

__ADS_1


“Hahahaha, kita tunggu saja hingga bagianku untuk tampil di panggung tiba,” balas Gregory sambil tersenyum setelah mendengar Krakera yang merupakan kawan lamanya sejak dari dulu. 


__ADS_2