
“Thea!” Teriak Dias yang mengkhawatirkan adiknya. Dias segera bangun dan memastikan kondisi adiknya. Sayangnya dia sama sekali tidak memiliki keahlian penyembuhan, dan tidak membawa Mana Potion untuk mengembalikan Mananya.
“ClairVoyant!” Ucap Dias yang mengarahkan pandangannya pada Thea. Namun ada yang aneh, dimana Mana yang dimiliki adiknya terus-menerus terisi secara otomatis.
“Tenang saja, wahai Anak Muda.” Terdengar suara perempuan yang tidak dikenal dari kejauhan. Dias mencoba mengamati dimana arah suara itu berasal.
“Dia tidak apa-apa. Kami sudah memberikan kepadanya energi kehidupan kami. Dia sudah bekerja keras untuk menyelamatkan nyawamu dari marabahaya, wahai anak yang ditakdirkan” ucapnya lagi.
“Siapa kau?” Tanya Dias kepada suara yang tidak dikenal dan tidak diketahui keberadaannya. Tidak lama kemudian, muncul sebuah cahaya dari atas, yang juga menampakkan siluet wanita elf yang terlihat agung.
“Aku adalah Dewi Artemis, akulah penjaga hutan ini,” ucapnya.
“Ka.. Kakak.. Hah..” Thea membuka matanya sedikit demi sedikit memandangi Kakaknya yang kebingungan.
“Thea, kamu tidak apa-apa kan?” Tanya Dias pada Adiknya itu.
“Hm. Sepertinya aku hanya kecapekan. Hehe,” ucap Thea yang terbaring sambil tersenyum lemah ke arah Dias.
“Syukurlah.” Dias bernafas lega.
“Althea Floryn. Aku harap kita bisa bertemu lagi. Kami, para penghuni hutan sangat menyukai dirimu sejak dulu. Kau selalu merawat semua makhluk hidup disekitarmu tanpa pandang bulu dan lembut kepada siapapun. Untuk itulah, jika kau membutuhkan bantuan, kami akan siap membantumu,” ucap Dewi Artemis yang tiba-tiba saja menghilang tersapu angin.
Setelah itu, Dias segera meletakkan kepala Thea pada pangkuannya sebagai tempat untuk mengistirahatkan kepala gadis kecil itu. “Terima kasih, Thea. Kau sudah bekerja keras,” ucap Dias mengelus-elus kepala adiknya yang lembut itu.
“Hehe, Kakak kan sebelumnya sudah menyelamatkanku, gantian aku yang menyelamatkan Kakak dong,” kata Thea, kemudian menutup matanya karena kelelahan.
Dias langsung mengangkat kepala dan punggungnya, kemudian memeluk tubuh yang sudah lemas itu dengan penuh haru. “Terima kasih, Thea.”
Tidak lama kemudian, muncul Raja Obeyron bersama dengan sang Ratu yang datang tiba-tiba menemui mereka berdua. Mereka melihat Dias dan Thea dengan perasaan gelisah.
“Heii, Dias, Thea! Kalian tidak apa-apa kan?” Tanya Raja Obeyron. Dias menanggapinya dengan anggukan yang dapat diartikan jika mereka berdua baik-baik saja. Setelah itu, mereka berdua segera dibawa kembali ke Kerajaan dan membiarkan mereka istirahat di ruangan yang sebelumnya mereka gunakan untuk istirahat.
Paginya, Thea dan Dias disuruh menghadap kepada Raja Obeyron. Tidak lama kemudian, Sang Raja dan Sang Ratu pun meminta maaf sebesar-besarnya karena telah memberikan ramuan yang salah.
__ADS_1
“Tapi sebenarnya, ramuan itu tidak sepenuhnya salah,” ucap Raja Obeyron.
“Sebenarnya, ramuan yang telah kau minum itu juga merupakan ramuan penambah kekuatan. Hanya saja ramuan itu memiliki efek samping yang mengerikan. Mereka yang meminumnya haruslah memiliki tubuh yang kuat, baik secara fisik atau pun psikis. Jika tidak, maka mereka yang meminumnya akan mati.”
“Coba kamu cek indikator status yang kamu miliki. Kamu pasti bisa, kan? Sihir turun-temurun dari keluargamu, Clairvoyant,” titah Raja kepada Dias. Dias sedikit terkejut mendengar rahasia skill milik keluarganya diketahui orang lain. Namun, Dias menepis pikirannya itu dan segera melakukan apa yang dikatakan olehnya.
“Clairvoyant!!” ucapnya yang tiba-tiba pupilnya berubah menjadi bewarna ungu cerah. Setelah itu, muncul tampilan layar status yang lebih lengkap daripada yang dulu. Selain itu, semua indikator miliknya meningkat drastis.
Name : Adias Floryn
HP : 6.000
MP : 12.000
Job : Student, Dungeon Hunter.
Level : 60
Skill :
Fire Magic (Lv. 45)
Valinor’s Sword Style (Lv. 40)
“Clairvoyant level max?” Dias masih tidak mengerti apa kelebihan kemampuan penglihatannya apabila sudah level max. Tiba-tiba muncul penjelasan mengenai kemampuan Clairvoyant miliknya.
“Mampu melihat segala hal yang disembunyikan oleh seseorang, Mampu memprediksi gerakan musuh selama satu detik ke depan, dapat melihat informasi apapun yang dimiliki oleh lawan, sesuai dengan keinginan pemilik. Wah, tentunya kemampuan ini sangat berguna sekali,” ucap Dias yang bersemangat.
“Hohohoho, syukurlah jika kau menyukainya,” ucap Raja Obeyron yang senang karena Dias mendapatkan apa yang dia inginkan.
“Oh iya, ada juga satu yang ingin saya berikan. Pengawal!” perintah Raja kepada Pengawal yang berada di belakangnya sedari tadi sambil membawakan kalung. Pengawal itu segera memberikan kalung itu pada Thea sebagai hadiah.
“Ini..” Thea sedikit bingung karena melihat kalung hitam mengkilat yang tiba-tiba disodorkan oleh pengawal itu.
__ADS_1
“Terimalah, kalung itu adalah kalung untuk berkomunikasi dari jarak jauh. Dimana pun kalian berada, kami pasti akan mendengarkannya. Apabila kalian sedang berada dalam kesulitan, silahkan meminta bantuan kepada kami dengan menekan tombol yang ada di kalung itu. Kami pasti akan datang dengan sangat cepat sekali kau memanggilnya. Dan ingat, kalung itu hanya berlaku satu kali saja. Kalung ini aku berikan khusus untuk Thea.”
Thea segera menerima kalung itu dan memakainya. Thea berterima kasih kepada Sang Raja, setelah itu mereka berdua segera pergi dari tempat itu dan kembali ke rumah dengan diantar oleh Pengawal Kerajaan Rivendell.
*Sementara itu, di tempat lain..
“Nak, kami orang tuamu, Nak. Kamu harus sadar!” ucap perempuan tua yang sedang ketakutan melihat anaknya yang telah berubah menjadi Iblis itu mencekik Ayahnya sendiri.
“GHAHAHAHAA!! LIHATLAH DIRIMU SENDIRI!! SETELAH INI KAU AKAN MEMBUNUH KEDUA ORANG TUAMU SENDIRI!! GHAHAHAHAHA!!” Tawa Iblis yang sedang berdialog dengan dirinya sendiri.
“Tidak.. Jangan lakukan itu.. Kumohon..” Ucap Iblis itu lagi, namun kesadarannya yang berganti menjadi pemuda biasa.
“GAHAHAHA!! SAKSIKANLAH!! KEMATIAN KEDUA ORANG TUAMU SENDIRI!! SETELAH INI, KAU PASTI AKAN MENYESAL DAN MENDERITA! HAHAHA!! MENANGISLAH SEKENCANG-KENCANGNYA DAN BIARKAN AKU MEMILIKI TUBUHMU SEPENUHNYA!! GHAHAHAHAHAHA!!” Ucap Iblis yang telah kembali merasuki lelaki meyedihkan itu.
“Ehkkk.. Ehkkk..” Ayah dari pemuda itu menggeliat kesakitan dengan nafas yang terhambat karena dicekik oleh anaknya sendiri yang telah dirasuki oleh Iblis jahat. Ibunya berusaha melepaskan cengkraman tangan yang melilit leher pria itu dengan memohon-mohon pada anaknya sendiri sambil menyuruhnya untuk sadar.
“Kumohon.. Hentikan..” rengek pemuda yang dirasuki oleh sang Iblis, namun sayangnya dia tetap tidak bisa mengendalikan tubuhnya sendiri, karena hampir sepenuhnya sang Iblis menguasai jiwanya.
“Lepaskan Nak, dia ini ayahmu. Hiks, hiks..” Air mata yang telah tertampung di dalam mata wanita tua itu mengalir begitu saja.
“Ibu, tolong aku.. aku tidak bisa mengendalikan diriku sendiri.”
“Cratt..” Tentakel tajam menusuk wanita tua itu hingga menembus perutnya.
“Ohok..” seonggok darah pun keluar dari mulut wanita malang itu. Wanita itu menggeliat kesakitan sambil memegangi tentakel yang menusuknya. “Uhukk, Uhukk..”
“TIDAAAKK!! APA YANG KAU LAKUKAN!! IBUU!! IBUU!!” Teriak lelaki itu sambil menangisi Ibunya. “SEGERA KELUAR DARI TUBUHKU!! IBLIS SIALAN!!”
“HAHAHAHAHA, MENANGISLAH!! MENANGISLAH!!” Ucap Sang Iblis dengan kegirangan. Setelah itu, dia mengangkat tinggi-tinggi wanita itu dengan tubuh yang masih tertusuk tentakel. Begitu pula ayahnya yang sudah kehabisan nafas dan sudah tidak bergerak lagi.
“TIDAAKK!! TIDAAKK!!!” Pemuda itu memegang kepalanya yang sakit dengan kuat. Dia merunduk kesakitan melihat kedua orang tuanya dibunuh oleh tangannya sendiri. Tepatnya dibunuh secara tidak langsung oleh dirinya melalui sang Iblis. Tentunya hal itu membuat dirinya hancur. Bukan hanya hatinya, melainkan jiwanya juga hancur. Disaat itulah sang Iblis berhasil menguasai tubuhnya seratus persen.
“Selamat tinggal pecundang. Tenang saja, aku akan memanfaatkan tubuhmu ini sebaik mungkin. GHAHAHAHAHAHA!!” ucap Pria itu yang sudah berubah 100 persen menjadi Iblis.
__ADS_1
***