
“Se-selamat malam,” ucap Gregory yang menoleh ke belakang sambil mengeluarkan banyak peluh dari dahinya. Sedangkan Krakera hanya bisa diam karena munculnya aura yang tidak biasa dari tubuh Iaros.
“Okelah, bisakah kita selesaikan sekarang juga?” Tawar Iaros pada mereka berdua.
Tiba-tiba Gregory berteriak dengan kencang. “Veela!! sekarang waktunya!!”
“Baik, Tuan..” balas Veela, kemudian menutup mata sambil membacakan mantra.
“Blaire! jangan biarkan dia membacakan mantra! ganggu dia!” Teriak Dias.
“Baik!”
Blaire berlari dan langsung menyerang Veela dengan kecepatan penuh. Tapi tubuh Blaire malah terpental jauh hingga membentur batu besar yang keras.
“Brakk!!”
“Blaire!” Teriak Thea. Dia langsung mendatangi Blaire yang sudah memuntahkan darah dari mulutnya.
“Heal!”
“Tidak bisa dibiarkan..” Dias mencoba mendekati Veela, namun tidak bisa karena dihadang oleh Velde.
“Mau kemana kau dek?”
Tiba-tiba, seluruh area disana bergetar begitu hebat. Pintu masuk yang dilalui Iaros dkk. langsung hancur seperti ada sesuatu yang menimpa jalan masuk itu.
“Drrrrr…” Tanah yang dipijaki oleh mereka secara perlahan menaik ke atas, sedangkan atap dari gua itu seakan-akan mendekat. Semua orang disana mulai panik, karena jika terus dibiarkan, mereka akan terkubur di dalam tanah tanpa bisa melakukan apapun.
“Hahahahaha, mati kalian semua!!” ucap Gregory dengan senyum jahatnya. Namun Iaros malah merasa tertantang dan bersemangat.
“Apa kau yakin berkata seperti itu?” tanya Iaros sambil tersenyum.
“Memangnya apa yang bisa kau lakukan?” balas Gregory.
“Lihat ini..” Ucap Iaros kemudian pergi ke daerah yang lebih tinggi. Dia melompat dan mendaki bebatuan yang paling tinggi.
Setelah itu, dia menatap ke langit, kemudian memasang kuda-kuda seperti akan memukul. Terdapat api yang terkonsentrasi pada kepalan tangannya yang semakin lama semakin terang.
“Jangan katakan kau akan..” ucap Gregory dengan keringat yang bercucuran.
“Tepat sekali.. Fire enchant : Hot Fist!!” Iaros melepaskan pukulannya ke atap goa tersebut.
“BLARRR!!” Tiba-tiba atap gua yang keras dan luas itu langsung hancur berantakan.
“Gila!! benar-benar petualang kelas S, sama seperti rumor yang disebarkan oleh Iblis-iblis yang lain,” puji Gregory setelah melihat secara langsung kekuatan Iaros dengan mata kepalanya sendiri.
“Tapi mohon maaf.. Sepertinya kalian harus berhenti disini.”
Setelah Gregory berkata demikian, monster-monster bos di setiap lantai langsung berjatuhan dari atap yang sudah dihancurkan oleh Iaros.
Karena di dungeon ini terdiri dari 5 lantai, sehingga yang jatuh ke tempat itu hanya ada 4 monster saja.
Pertama, Roth dengan binatang peliharaannya, Groth. Peliharaannya berupa burung raksasa merah yang dapat menyemburkan api dari paruhnya.
Kedua, Garou yang merupakan Iblis berwujud lelaki dengan otot yang kuat. Dia memiliki kemampuan bela diri yang tinggi.
Dan yang ketiga, Lixue yang merupakan Naga bewarna biru raksasa yang memiliki 2 kaki dan 2 lengan.
“Groaaa!!” Ketika Naga itu mengepakkan sayapnya, seketika itu disekelilingnya berubah menjadi sangat dingin.
Dengan ditambah Velde, Veela, Gregory dan Krakera, sehingga total semua bos yang harus dihancurkan ada 8 monster.
“Apa yang terjadi disini? Kenapa lantainya tiba-tiba hancur?” Tanya Garou yang merupakan penguasa lantai 4.
“Hmm.. Aku juga ingin menanyakan hal yang sama, hmm..” ucap Roth yang masih menyilangkan tangannya sejak awal. Dia juga adalah penguasa yang menjaga di lantai 2.
“GRAAA!!!” Lixue yang merupakan Naga Biru juga menanyakan hal yang sama, namun bentuk mulutnya tidak memungkinkan untuk berbicara layaknya manusia.
Naga ini merupakan naga penguasa lantai 3.
“Yah, seperti yang kalian lihat. Manusia yang ada di depan inilah yang sudah melakukannya..” Seru Gregory sambil menunjuk ke arah Iaros.
Iaros hanya diam sambil mengamati semua musuh-musuhnya. Begitu pula dengan Dias yang mengamati musuh dengan menggunakan penglihatannya.
Sekarang, kemampuan dari tiap-tiap monster sudah jauh diatas musuh yang barusan di lawannya. Melihat kenyataan yang demikian, membuat semangatnya menciut.
“Hah? Bagaimana mungkin manusia-manusia badut ini bisa menghancurkan lantai menara dungeon ini. Hahahaha.. Mimpi kau.” Tiba-tiba saja Garou tertawa heboh.
“Hmhmhmhmhmh.. Manusia cebol dan lemah, mana mungkin melakukan itu.. Hmhmhmhmhmh..” timpal Roth yang juga ikut tertawa.
“Hahahahaha..” Sekarang gantian Iaros yang tertawa.
“Haduh.. Perutku.. Hahahaha.. sungguh rencana yang konyol sekali.”
“Apa maksudmu?” Balas Gregory.
__ADS_1
“Memang sebegitu takutnya kau denganku hingga main keroyokan? Hahahaha.. Dasar Iblis penakut.. Aku kira kalian lebih unggul daripada manusia karena sering menyombongkan kemampuan kalian.. Eh ternyata main kroyokan? Hahahahaha.. Malu dekk, dekk..”
Iaros tidak ada henti-hentinya tertawa hingga membuat Garou dan Roth emosi.
“Kauu!!” Teriak Garou sambil mengepalkan tangan dengan kuat.
“Tenanglah, jangan sampai terbawa emosi! Kalian harus tahu jika dia adalah Iaros Atthens!” Kata Gregory mengingatkan mereka semua.
Setelah mendengar hal itu, Garou menurunkan egonya, sehingga emosinya berkurang seketika. Namun, Iaros malah semakin mengejek mereka.
“Hahahahaha.. Malu dekk, ku kira by one, ternyata bawa kawan, bwahahahaha.”
“Semua berhati-hatilah, setelah ini mereka akan menyerang..” ucap Ruky kepada semuanya.
Tiba-tiba saja, Garou melesat dengan kecepatan penuh, hingga tanah-tanah yang dipijakinya hancur.
“DANGG!!” Tangan keras Garou membentur pedang milik Iaros yang sangat keras. Namun, Iaros sama sekali tidak bergeming dari tempatnya. Hal ini membuat Garou kebingungan.
“Hohoho, sepertinya kau yang harus dibasmi pertama kali?” ucap Iaros.
Merasakan aura membunuh dari Iaros, membuat Garou bergetar dan segera menjauh mengambil jarak.
“Ice Prison!!” Tiba-tiba, muncul es yang sangat besar dari dalam tanah dengan sangat cepat mengarah ke Garou.
Dirinya tidak sempat menghindar karena begitu cepatnya, hingga akhirnya tubuhnya telah terhenti karena es yang mengekangnya.
“Fire enchant : Lance!!” Iaros mengeluarkan tombak api yang besar dan terang dari tangannya, kemudian menghempaskannya tepat ke arah dada Garou.
“BLARR!!” Setelah tombak api itu sukses melewati dada Garou, es yang mengekangnya langsung hancur seketika, dan meninggalkan garou dengan dada yang sudah berlubang disana. Iblis itu langsung terjatuh dan tempurap di atas tanah.
Semua Iblis yang berada disana sangat terkejut melihat kemampuan Iaros yang tidak masuk akal. Terutama Roth dengan matanya yang membulat sempurna setelah melihat adegan singkat di depannya.
“Waktunya pembasmian..” ucap Iaros sambil menyeringai jahat.
***
“Keluarkan aku, kumohon..” ucap Azka yang masih terjebak di alam bawah sadarnya. Dia sama sekali tidak bisa melawan dan mengambil alih tubuhnya meskipun alam bawah sadarnya masih bergerak bebas.
“Kenapa ini? Kenapa aku harus berada di tempat yang gelap dan seram ini? Kenapa aku harus sendirian disini?” ucapnya sambil duduk pasrah dengan bersender di tembok.
“Ayah, Ibu, maaf.. Aku benar-benar anak yang bodoh. Aku selalu mengecewakanmu, bahkan hingga kematian kalian berdua pun, aku tetap mengecewakan kalian. Aku sungguh-sungguh anak yang bodoh.”
Sekilas, ingatan ketika dia membunuh kedua orang tuanya dengan tangannya sendiri mulai terlintas.
“Sialan, kenapa aku sebodoh ini.” Tiba-tiba air mata mulai menetes sedikit demi sedikit.
“Aku pantas mati!! Dewa!! kenapa kau tidak mencabut nyawaku sekarang saja!!” kemudian dia kembali berteriak. “Dewa!! bunuh aku sekarang!!”
“Untuk apa aku hidup?”
Tiba-tiba saja dia kembali teringat Blaire yang berusaha menyelamatkannya. Wajahnya yang cantik kembali terngiang dalam ingatannya dan dengan berani melawan monster Iblis paling depan sendiri.
“Blaire.. Bolehkah aku mengharapkanmu?”
***
“Aww, kepalaku..” Tiba-tiba saja Krakera merasakan sakit pada kepalanya.
“Kau kenapa? Dia kembali berulah?” Tanya Gregory.
“Bocah sialan itu, jiwanya masih belum mati!! Dia masih bisa bergerak bebas di alam bawah sadarnya.” Balasnya.
“Bisa jadi karena wanita itu, kau sudah cerita jika jiwanya mulai bangkit ketika wanita kucing itu mulai mengoceh, kan?”
“Kau benar sekali.”
“Jika begitu, kau harus membunuhnya terlebih dahulu. Barulah dia akan kehilangan harapan satu-satunya. Jiwanya dapat dipastikan menghilang saat harapannya menghilang.” Lanjut Gregory memberikan penjelasan.
“Hmmm..” Krakera manggut-manggut mendengarkan penjelasan Gregory. Akhirnya dia memutuskan untuk menargetkan gadis itu terlebih dahulu.
Krakera memandang tajam ke arah Blaire.
“Azka!!” Teriak Blaire dengan sangat kencang.
“Suara itu? Apakah itu Blaire?” Meskipun terdengar dengan sangat jauh, alam bawah sadar Azka masih dapat mendengar suara gadis yang dicintainya itu. Dia segera berlari tanpa arah agar dapat mendengar lebih jelas suara itu.
“Blaire!! Blaire!!” Teriak Azka berkali-kali.
“Aish, berisik banget dah,” gumam Krakera, karena secara tidak langsung dia dapat mendengar suara Azka yang berada di bawah alam sadarnya.
Krakera langsung melesatkan tentakelnya ke arah Blaire.
“Trangg!!” Dias berhasil menangkis serangan itu dengan cepat. Namun, sebagai gantinya dia harus terpental jauh.
__ADS_1
“Brakk!!”
“Dias!!” Teriak Blaire.
“Kakak!!” Thea juga ikut berteriak karena melihat Kakaknya yang terkena serangan telak.
“Jangan melamun!!” teriak Dias, kemudian kembali bangkit dari jatuhnya. Untung saja lukanya tidak terlalu parah karena efek dari skill Thea.
“Pak Ruky, bisakah aku serahkan si gurita itu padamu?” Tawar Iaros kepada lelaki berkacamata di sampingnya. Memang selain menaklukkan dungeon ini, salah satu misi sampingannya yakni membawa kembali lelaki yang bernama Azka itu dengan selamat.
“Baiklah, tapi bagaimana denganmu?” Tanya Pak Ruky karena saat ini mereka berdua sedang dikelilingi oleh semua monster Iblis yang menguasai tiap-tiap lantai di dungeon ini.
“Tenang saja.. Kau segera pindah bersama dengan mereka, ku pindahkan Krakera dulu padamu.”
“Wind enchant : windtalker..” Iaros mulai membacakan mantra pada kakinya, sehingga kakinya diselimuti oleh angin yang tidak kasat mata. Kemampuan ini dapat meningkatkan kecepatannya dua kali lipat.
“Baiklah, kupercayakan padamu.” Setelah itu, Ruky segera berlari dan bergabung bersama dengan Dias dkk.
“Tidak akan kubiarkan..” Ucap Roth sambil memberikan aba-aba kepada burungnya yang bernama Groth.
“Bunuh dia, Groth!!”
“Kyaaakkk..” Burung itu langsung mengeluarkan bola api besar tepat melesat ke arah Ruky. Namun Iaros datang menghadang bola api itu dengan cepat, kemudian menangkisnya.
“Trangg!!”
“BLARR!!” Tangkisan itu tepat mengenai Groth dan Roth yang masih belum siap untuk bertahan. Kedua monster itu terbakar karena skillnya sendiri.
“Baik, sudah..” ucap Ruky yang sudah pada posisinya.
“Oke.”
Iaros melompat kembali dengan sangat cepat ke arah Krakera, kemudian memukulnya dengan sangat keras.
“Blarrr!!” Krakera terpental hingga membentur lantai goa tersebut dengan keras. Dia tersungkur tepat di hadapan Dias dan kawan-kawan.
"Krakera??" Gregory sangatlah kaget ketika Iaros tiba-tiba sudah memukul Krakera tepat di depan matanya. Kemudian dirinya menali menghilang.
Iaros dengan cepat langsung meletakkan tangannya ke tanah, kemudian membacakan mantera.
“Earth magic : Maria Wall!!”
Seketika itu, seluruh area di dalam goa itu bergetar hebat. Dinding-dinding goa mulai runtuh secara berlahan, dengan suara retakan yang sangat keras.
Tiba-tiba saja, muncul dinding yang sangat megah dan tinggi membelah lokasi antara Iaros dengan kawan-kawan yang lainnya. Dinding itu muncul dari dalam tanah dengan sangat cepat.
“Paman!!” Teriak Dias.
Mereka semua kaget setelah melihat tembok yang sangat besar itu muncul dari dalam tanah dengan sangat cepat. Tidak mungkin ada satupun penyihir yang bisa melakukan ini kecuali Iaros seorang.
“Ahahahahahaha!! Benar-benar manusia gila!!!” Ucap Gregory sambil tertawa karena terlalu bersemangat.
“Apakah dia benar-benar manusia?” ucapnya yang lain.
"Baiklah, mari kita selesaikan urusan kita," ucap Iaros sambil mengarahkan pedangnya ke hadapan 6 monster di depannya.
"Hei.. jangan lupakan aku," Tiba-tiba saja Garou sembuh dari lukanya. Bahkan terlihat tidak membekas sama sekali di dadanya.
“Paman!! Coba jawab aku!!” Teriak Dias. Hanya saja karena ketebalan tembok tersebut, melakukan komunikasi adalah hal yang mustahil untuk dilakukan.
“Bagaimana ini bisa terjadi?” Ucap Thea dengan ekspresi wajah yang menegang.
“...” Blaire sendiri juga kaget atas keputusan yang dibuat oleh Iaros. Bagaimana mungkin dia mengurung dirinya sendiri bersama dengan 7 monster lainnya yang merupakan penguasa dari tiap-tiap lantai.
“Tenang saja, dia pasti akan baik-baik saja,” timpal Ruky menenangkan keadaan.
“Dia adalah petualang rank S satu-satunya di guild. Entah bagaimanapun, dia tidak akan melakukan tindakan yang bodoh dan ceroboh. Coba percaya padanya.”
Setelah mendengarkan hal itu, semuanya dapat mengendalikan perasaannya kembali dan membuang jauh-jauh rasa khawatir dari dalam hati mereka masing-masing.
“Pak Guru benar juga,” ucap Dias sambil menatap tajam ke arah Krakera yang masih berbaring di lantai akibat terkena pukulan keras Iaros.
“Baiklah, satu-satunya hal yang dapat kita lakukan adalah membasmi monster yang ada di depan kita! Berhati-hatilah semuanya!” Seru Pak Ruky dengan semangat.
“Baik!” ucap mereka bertiga serempak.
"Azka, aku pasti akan menyelamatkanmu, tunggu aku.." Batin Blaire sambil memandang Krakera yang menggunakan tubuh Azka sebagai wadahnya.
"Sebentar lagi.."
Tidak lama kemudian, Krakera mencoba bangkit kembali etelah dipukul dengan sangat kuat oleh Iaros.
“Aduduhh.. sakit kepalaku.. Wait, situasi macam apa ini?” Ucap Krakera sambil mengamati keadaan disekitarnya. Untuk saat ini, dihadapannya terdapat 4 orang yang siap untuk dibunuh, dan dimutilasi.
"Ghahahahaha, akhirnya aku ada kesempatan untuk membalas dendam! Lihatlah bocah api! karena kali ini kau pasti akan menemukan ajalmu! Ghahahahahaha!" Gelak Krakera secara tiba-tiba.
__ADS_1