Adias Floryn : Get Back The Kingdom

Adias Floryn : Get Back The Kingdom
Bagian 41 : Pengusiran Iblis 2


__ADS_3

"Belum selesai!! cepat menghindar!!" Teriak Ruky panik.


"Jraat!!" Namun, terlambat sudah. Sebuah tentakel muncul dari dalam tanah dan menusuk perut Dias hingga tembus melewati tubuhnya. 


"Ohgkkk.." Setenggak darah keluar dari mulutnya. Dias sangat terkejut setengah mati karena dia pikir si gurita itu sudah tidak dapat bergerak lagi.


Dan ternyata itu semua hanyalah tipuan untuk mengelabuhi Dias. 


"Happ!!" Sekarang giliran Blaire mencoba menghindari tentakel-tentakel yang tiba-tiba keluar dari tanah. 


"Sraaatt.." Namun terlambat sudah. Tentakel-tentakel itu sudah mengelilingi Blaire dan selanjutnya tubuhnya sudah tertangkap oleh tentakel yang berjumlah 14 itu. 


"Aaahhhggkkk!!" Blaire menggeliat kesakitan, karena tentakel itu mengikat semakin kuat tubuhnya. 


"Kakak!! Kak Blaire!!" Teriak Thea. 


"Ghahahahahahaha!!" Tiba-tiba Krakera bisa berdiri lagi. Padahal sudah menerima serangan telak dari Dias, bahkan masih membekas tepat di tengah-tengah tubuhnya goresan yang sangat besar hampir membelah tubuhnya. 


Dengan tubuhnya yang melemah, Dias berusaha mengangkat kepalanya untuk melihat status yang dimiliki Krakera. 


Dan benar seperti tebakannya, jika regenerasinya cukup cepat. Health Point yang dimiliki gurita itu perlahan meningkat sedikit demi sedikit.


"Th-Thea, cepat.. pergi dari sini.." Ucap Dias sambil meringis kesakitan merasakan perutnya yang berlubang. Tentakel itu tidak ingin melepaskannya sehingga terus menancap di perut Dias. 


"Apa maksud Kakak?" Thea tidak paham karena ditempat itu sama sekali tidak ada jalan untuk kabur. 


Dias melihat sesuatu dalam penglihatannya. Sesuatu yang sangat berbahaya bagi Thea. "CEPAT PERGI!!"


"Sraattt.." Tiba-tiba sebuah tentakel muncul dari tanah dan mencekik leher Thea. 


"Ahkkk.." Thea tidak bisa bernafas sama sekali karena tentakel itu mencekiknya dengan kuat. 


"Thea!!" Teriak Dias dengan ekspresi kebingungan. Pupilnya bergerak kesana kemari sambil memikirkan cara agar bisa lepas dan menyelamatkan adiknya. Namun tidak ada jalan sama sekali.


"Ghahahahahaha!! Bagaimana, bocah api? Apa kau sudah menerima kekalahanmu?"


Kemudian Si Gurita itu mengangkat Thea yang masih tercekik ke udara, begitu pula Blaire yang tidak lama lagi tulangnya akan remuk.


Wajah Thea semakin membiru karena darah yang sulit mengalir ke kepalanya. Kesadarannya semakin lama semakin hilang, namun dia masih berusaha mempertahankan kesadarannya. 


"Hentikaaan!!" Teriak Dias dengan histeris ketakutan. 


Thea memukul-mukulkan tongkatnya ke tentakel yang mencekiknya, namun usahanya sia-sia saja. 


"Ghahahahahaha!! Lucu sekali wajahmu ketika panik seperti ini. Gimana rasanya dicekik? Sesak bukan? ingin ambil nafas tapi tidak bisa adalah hal yang menyebalkan bukan? Ghahahahaha!!" Teriak Krakera sambil menikmati pemandangan di depannya. 


"Krakkk!!" Terdengar bunyi patah tulang yang cukup menyakitkan.


"Arghh!!" Teriak Blaire kesakitan setelah merasakan jika tangannya telah patah karena tentakel yang terus mengikatnya. 


"Iblis sialan!! Lepaskan mereka!!" Teriak Dias.


"K-Ka..Kakak.."


"Th..Thea.."


Tiba-tiba ekspresi Dias berubah drastis. Seakan-akan kecemasan dan kemarahan bercampur aduk menjadi satu, Dias kembali menggila seperti disaat dirinya menyelamatkan Thea dulu.


Udara di sekitar mulai memanas seperti berada di dalam sauna. Aroma kulit yang terbakar menyeruak di dalam goa itu. 


"Ada apa ini?" Ucap Krakera bertanya-tanya karena hawa disekitar yang tiba-tiba panas. 

__ADS_1


Dias mengangkat pedangnya, mengaktifkan sihir api pada pedangnya, kemudian langsung memotong tentakel yang menusuknya. 


"Sringg.." 


"Hmm? Kenapa bisa dia memotong tentakelku dengan begitu mudah?" batin Krakera. 


"Tidak akan terjadi lagi.." gumam Dias dengan suara rendah. 


"Hah? Kau ngomong apa bocil?" tanya Krakera karena suara Dias yang terlalu kecil. 


"TIDAK AKAN KUBIARKAN TERJADI LAGI!!" 


"BLARR!!" Tubuh Dias mengeluarkan api diseluruh tubuhnya. Dengan cepat, Dias melesat ke arah Krakera kemudian menebaskan pedangnya. 


"BLARR!!" Satu tebasan berhasil meledak tepat di depan Krakera hingga tubuhnya terbentur ke arah dinding gua dengan sangat keras. 


"ARGHH!!" Secara tidak langsung, dia melepaskan ikatan yang mencekik leher Thea dan ikatan yang meremukkan tubuh Blaire. 


Dias melanjutkan serangannya dan melesatkan tebasannya dari bawah ke atas tepat ke tubuh Krakera. 


"Arghh!!" Seakan-akan muncul geyser dari dalam tanah, sehingga menghempaskan tubuh monster itu ke langit.


Dias ikut terbang ke atas, kemudian menebaskan berkali-kali pedangnya tepat ke 16 tentakelnya. 


"Aaaaaarrghhh!!"


Seketika itu semua tentakelnya telah terpotong. 


Terakhir, dia menebas kepala Krakera dengan sangat kuat.


"HEAHHH!!"


"BLARRR!!" Ledakan yang kuat terjadi ketika Krakera membentur tanah, hingga menciptakan retakan yang cukup besar. 


"MATI KAUU!!"


"HENTIKAAAN!!" Teriak Blaire dengan sangat kencang, meskipun tubuhnya sangat sulit untuk digerakan. 


Dias langsung membelokkan serangan itu kesamping hingga membelah batu besar disana. Dias mencoba mengontrol emosinya hingga dia memasuki mode normal kembali. 


Dia pun memutuskan untuk kembali ke Thea untuk mengecek keadaannya. 


"AZKA!! DENGARKAN AKU!!" Teriak Blaire sambil berusaha untuk berdiri. 


"Brukk.." Tiba-tiba Blaire jatuh kembali.


"Ah, sial.. sepertinya kakiku patah.." Batin Blaire. Tapi Blaire tidak peduli dan mencoba bangkit kembali. 


"AZKA!! AKU TAHU KAU MASIH HIDUP DISANA.. JADI, MOHON DENGAR UCAPANKU!!" Teriak Blaire sambil berjalan mendekat ke arah Krakera yang sudah penuh luka.


"Blaire? Iya, aku mendengar suaramu dengan jelas!! Blaire.. kau dimana?" ucap Azka yang masih terjebak di ruang gelap nan sepi. 


"GRAAAHHH!! DASAR GADIS BODOH!! AKU BELUM MATI!!" Teriak Krakera yang tiba-tiba bangkit dari kejatuhannya. 


"Gawat.." Teriak Dias sambil memasang kuda-kuda untuk membunuh monster yang ada di depannya. Dia mengaktifkan sihir apinya kembali pada pedangnya. 


"Hentikan!! Dias!!" Ucap Pak Ruky yang sudah siap untuk melakukan pengusiran Iblis. 


Mendengar Pak Ruky yang berteriak sedemikian jelasnya, dan melihatnya sudah siap, Dias langsung berusaha untuk mengurungkan niatnya. 


"AZKA!! SADARLAH!! JIWAMU ADALAH JIWAMU!! BUKAN JIWA MILIK SIAPAPUN!! AKU TAHU JIKA KAU BELUM MATI DAN TIDAK MAU MATI SEKARANG!! SADARLAH!!" Teriak Blaire. 

__ADS_1


"Ya!! Aku tidak ingin mati sekarang. Aku masih ingin terus bersamamu!! Selamanya terus bersamamu!" Teriak Azka di alam bawah sadar milik Krakera sambil berlari ke arah suara Blaire berasal.


"Light Magic : Exorcism!!" Pak Ruky mulai melakukan sihir pengusirannya. Seketika itu juga, lingkaran sihir tergambar secara tiba-tiba di sekitar Krakera. Lingkaran sihir itu bersinar sangat terang, hingga mengganggu penglihatan pandangan Krakera. 


"Ghaha-Aaarrghhh!!!" Tiba-tiba monster itu berteriak kesakitan. Tubuhnya seakan-akan terbakar hingga mengeluarkan bau tidak sedap dari tubuhnya. 


"Azka!! Sadarlah!! Jangan mau kalah dengan Iblis itu!" Lanjut Blaire berusaha menyadarkan Azka. 


"Tunggu aku! Blaire!" Di tengah-tengah dirinya berlari, terdapat setitik cahaya kecil yang jauh di depannya. 


Dia yakin jika setitik cahaya itulah yang membuat dirinya bisa keluar dari ruangan gelap dan kosong ini. 


"GRAAA!! MAU KEMANA KAU!?" Tiba-tiba saja muncul Krakera di alam bawah sadar Azka dan mencegah dirinya untuk keluar dari sana. 


Namun Azka tidak peduli dan tetap berlari ke depan. 


"Minggir kau! Iblis jelek!" 


Pak Ruky mulai membacakan mantera yang lain. "Iblis laknat! keberadaanmu tidak diterima disini, aku perintahkan kau pergi dari sini, atas nama Dewi agung yang melindungi bumi dari kegelapan atas cahayanya, pergilah! pergilah!" 


Seketika itu juga, cahaya yang melingkarinya semakin terang. Bersamaan dengan itu juga teriakan Monster gurita itu semakin keras.


"AAARRGGGHHHH!!"


"Azkaaaaa!!!" Teriak Blaire.


"HEAAAAHHH!!" Teriak Azka sambil memukulkan kepalannya ke tubuh monster yang menghadangnya. 


"Bruk.." Tubuh Krakera pun jatuh tersungkur dan wujudnya telah berubah menjadi lelaki kurus biasa.


"Azkaaa.." Ucap Blaire yang lirih, namun dengan perasaan khawatir karena melihat lelaki itu yang terjatuh tak sadarkan diri. 


"Azka.." Blaire melangkah perlahan sambil menyeret kakinya. Dia mendekati tubuh kecil yang terbaring lemah itu secara perlahan.


Langkah demi langkah, sambil memegangi tangan kirinya yang patah, dia melangkah perlahan sambil meringis kesakitan. 


"Brukk.." Blaire jatuh terduduk tepat di depan Azka. Setelah itu dia mendekatkan punggung tangannya tepat di hidungnya. 


"Sy-syukurlah.."


"Grep-" Tiba-tiba tangan Azka menggenggam erat tangan Blaire. Tidak lama kemudian, Azka bangkit dan memberikan pelukan hangat kepadanya.


"Maaf, maafkan aku.. Blaire," ucap Azka dengan wajah mendung. Tanpa sadar, air mata mulai menggenang di matanya. 


"Hmm.." Blaire hanya bisa meringis kesakitan, sekaligus merasakan haru dari lubuk hatinya yang terdalam, karena seseorang yang disayanginya telah kembali. 


"Maaf, maaf.. Hiks.. maaf.." Azka merasa sangat bersalah karena telah membuat orang yang disayanginya harus mengalami hal seperti ini.


"Sudah-sudah.. Aku nggak apa-apa kok." ucap Blaire agar Azka dapat tenang dan melepas pelukannya itu, karena tubuhnya masih terlalu sakit. 


"Heal!!" Terdengar suara perempuan imut yang tidak jauh berada disana. Ketika Blaire mencari-cari dari manakah suara tersebut, dan ternyata dia adalah Thea. Thea sudah siuman dari pingsannya setelah dicekik tanpa ampun oleh Iblis gurita sialan itu. 


Lambat laun, tubuh mereka berdua pun kembali pulih. Namun itu hanya tubuh saja, sedangkan stamina mereka semua sudah terkuras habis setelah melakukan pertarungan yang mempertaruhkan nyawa tadi. 


“Akhirnya, selesai sudah..” Ucap Dias sambil duduk bersandar dibalik batu. 


Sejenak, mereka pun merasakan kedamaian sesaat yang dapat mereka nikmati. Mereka pun dapat beristirahat dengan tenang tanpa ada gangguan sama sekali. 


“Hmm? Bagaimana dengan Paman Iaros?” Tanya Thea yang memecahkan keheningan disana. 


“BLARRR!!” Tiba-tiba saja Tembok Maria yang dibangun oleh Iaros hancur begitu saja. 

__ADS_1


“Paman!!”Teriak Thea yang kaget melihat Iaros di depannya. 


__ADS_2