Akankah Cinta

Akankah Cinta
episode 10


__ADS_3

Kami pun sampai ke depan rumah. Aku memandangi wajah damai cesa saat tidur. Sungguh sangat menggemaskan.


Tapi, saat aku turun dari mobil dan akan menggendongnya cesa terbangun dari tidurnya.


"kak regi !" ucap cesa sambil mengucek matanya


"kamu cape ya ? pules banget bobonya ?" ucapku menirukan suara anak kecil dan mengusap pipinya


"iih, kak regi....!" ucap cesa tersenyum sambil memukul pelan pundakku


"awwh, sakit cesa !" pura-pura kesakitan


"ah, maaf kak regi apa cesa memukul kakak terlalu keras ?" merasa bersalah dan mengusap lembut pundakku


"bukan di situ cesa tapi, di sini !" ucapku sambil menaruh tangannya di dadaku


"iih, kak regi....jahilin cesa


awas yaa ?" ucapnya kesal


Aku pun berlari ke dalam rumah dan saat di ruang tv cesa berhasil menangkapku.

__ADS_1


"cesa ampun...kakak minta maaf !" ucapku sambil tertawa keras karena cesa menggeliti tubuhku yang duduk di atas sofa


"ini hukuman karena udah jahilin cesa !" ucapnya masih terus menggelitiku


Aku pun bangun dan menahan tangan cesa lalu menguncinya dan menindih tubuhnya. Posisiku di atas tubuh cesa yang terbaring diatas sofa.


Kami saling menatap dan aku mencium bibir cesa.


Bibir yang begitu manis bagai gula, aku mengecup bibir merahnya. Cesa pun menutup matanya dan saat dia membuka mata. Aku pun kembali mengecup bibirnya kembali lebih lama.


Lalu aku bangun dari atas tubuhnya dan cesa pun bangun. Aku mencium kening cesa dan mengajaknya untuk membersihkan diri.


Cesa masuk ke kamarnya dan aku pun masuk ke kamarku.



Karena hari semakin sore, aku pun membersihkan tubuhku.


Kulihat ponselku yang berdering ternyata ada pesan dari tania. Dia mengajakku untuk bertemu. Tanpa pamit pada cesa aku pun pergi dari rumah menuju cafe dekat rumah.


Saat aku sampai, tania langsung memelukku.

__ADS_1


"hai, prince maaf aku kemarin meninggalkanmu !" ucapnya sambil memelukku


"hemm, tidak apa-apa princess !" ucapku sambil membalas pelukkannya lalu duduk di kursi sebelah tania


"Maaf prince, kemarin sepupuku mengajakku untuk jalan-jalan jadi aku terlalu sibuk hingga aku tidak menghubungimu " ucapnya bersalah sambil menyandarkan kepalanya di dadaku


"kalau aku boleh bertanya sepupumu itu pria atau wanita ?" tanyaku memastikan


Tania seperti terkejut dengan pertanyaanku


"yah, seorang wanita prince !" ucapnya sambil tersenyum dan menggenggam tanganku.


Aku hanya tersenyum padanya.


Ternyata dugaanku benar jika tania sudah memiliki kekasih dan lelaki yang kemarin yang kulihat itu kekasihnya. Tapi, apa maksudnya dia terus mendekatiku batinku.


Kami pun memesan makanan dan saat makanan datang tania menyuapkan makanan tersebut ke mulutku. Selesai makan aku mengantar tania pulang ke rumahnya.


Saat di depan rumah tania mencium pipiku. Aku pun mencium bibir tania dan di membalas ciumanku. Dia membuka sedikit mulutnya dan lid*ahku mulai memasukinya dan mengabsen setiap inchi mulutnya.


Saat kami kehabisan nafas aku melepaskan ciuman kami. Aku mengusap bibir tania lalu tania pun pamit untuk masuk ke rumah.

__ADS_1


Dan kembali mengecup bibirku kilas.


Aku menjalankan mobilku pulang menuju rumah. Di perjalanan aku teringat cesa dan mampir ke minimarket untuk membeli camilan untuk cesa. Aku memilih beberapa snack dan saat aku membayar belanjaanku di kasir kulihat seseorang yang tidak asing bagiku.


__ADS_2