
Cesa prov
Setelah acara resepsi berakhir kak regi membawaku ke kamar pengantin kami. Aku melihat ranjang yang dihiasi bunga cantik.
Kak regi menyuruhku untuk membersihkan diri dan sialnya saat aku mencoba membuka resleting gaunku. Sungguh begitu sulit tanganku tidak sampai. Dengan sangat terpaksa aku keluar kamar mandi dan meminta bantuan kak regi di luar.
Setelah itu aku keluar kamar mandi dan duduk di kursi meja rias lalu mengeringkan rambutku.
Saat kak regi keluar aku melihatnya memalingkan wajahnya kepadaku.
Aku pun diam di atas kursi sambil berfikir kejadian 2 tahun yang lalu.
Flashback on
Saat aku masih tinggal di keluarga suhendar tidak sengaja aku melihat kak regi sedang makan sendiri di sebuah restoran.
__ADS_1
Tapi, dia seperti sedang menunggu seseorang. Tadinya aku akan menyapa dirinya, saat kak putri datang menghampirinya dan mencium kedua pipinya. Sungguh hatiku merasa sakit.
Aku pun meninggalkan restoran tersebut. Dan meminta orang tuaku untuk menjemputku pergi ke new york untuk kuliah di sana.
Saat aku pergi pun kak regi tidak mengantarkanku ke bandara. atau mengucapkan selamat tinggal. Seharusnya aku sadar jika kak regi hanya mempermainkanku saja. Dia pun pernah berkata kepada kak gino jika dirinya hanya menganggapku sebagai adiknya.
Di depan kak gino pun aku berpura-pura suka kak regi menjadi kakakku.
Kalau bukan karena desakan orang tuaku. Aku tidak akan mau menikah dengannya.
Tapi, saat aku akan memejamkan mataku kak regi datang ke arahku dengan wajah marahnya. Sungguh aku takut sekali melihat kemarahannya. Aku berpura-pura kuat dihadapannya seolah-olah tak mengerti apa yang dia katakan.
Lalu kak regi membentakku. Sungguh hatiku terasa sakit tak terasa air mataku menetes. Aku pun membelakangi kak regi begitu pun dirinya.
Luka masa lalu masih membekas dihatiku saat aku mulai mencintainya tetapi, dia lebih memilih wanita lain.
Pagi pun datang pagi-pagi sekali aku sudah bangun. Dan turun ke restoran bawah untuk sarapan lalu berjalan-jalan di pantai dekat hotel. Karena keluarga kami sudah pulang dan meninggalkan kami berdua di hotel aku tidak perlu takut jika aku keluar hanya seorang diri.
__ADS_1
Aku menyusuri sisi pantai dengan telanjang kaki. Melihat ombak dan menikmati angin pantai yang menyejukkan hati.
Karena, hari semakin siang kuputuskan untuk kembali ke kamar hotel.
Kulihat kak regi tidak ada dalam kamar. Aku pun membereskan ranjang tempat tidur lalu memasukkan semua bajuku ke dalam koper.
Karena, sebelum makan siang kami akan pulang ke rumah kak regi.
Aku duduk di sofa memainkan ponselku menunggu kak regi datang.
Lama aku menunggu kak regi datang akhirnya, dia pun datang dengan muka dinginnya.
Dia pun mengambil kopernya dan aku mengekorinya dari belakang. Tidak ada pembicaraan selama perjalanan pulang kami. Kak regi fokus dengan setirnya dan aku pun melihat pemandangan di luar jendela sambil mendengarkan musik di ponselku memakai headset.
Aku malas memulai pembicaraan dengannya. Apalagi melihat wajahnya yang dingin seperti itu.
Dari pada aku di bentaknya kembali lebih baik aku diam tanpa bersuara lebih aman bagiku.
__ADS_1