
6 bulan kemudian...
Aku kembali dekat dengan putri hari ini aku berjanji untuk mengajaknya menonton film.
Saat aku datang putri sudah membeli tiket. Aku pun duduk di hadapannya.
"kamu udah nunggu dari tadi ?" tanyaku
"ngg baru 15menit yang lalu !" jawabnya
"ya udah kamu tunggu di sini aku beli dulu makanan dan minumannya yaah !" ucapku sambil mengusap pucuk kepalanya dan meninggalkannya.
Aku datang kembali ke kursi yang di duduki putri. Saat pemberitahuan bila film akan dimulai kami pun masuk ke dalam.
Sepanjang film aku menggenggam tangan putri dan dia menyuapiku popcorn.
Sesekali aku mencium kening dan punggung tangannya.
Putri pun sesekali mencium pipiku. Sungguh kami seperti pasangan yang sedang dimabuk cinta. Selesai menonton kami pergi makan ke langganan baso mercon waktu kami masih SMA.
__ADS_1
"aaaa....buka mulutnya sayang ?" sambil menyodorkan baso ke arah mulutku
Aku pun membuka mulutku dan menerima suapannya.
"kamu masih sama seperti dulu put !" ucapku sambil membelai rambutnya
"kamu juga sayang !" dengan tersenyum
"bagaimana kalo kita balikkan !" tanyaku
"iya, aku mau sayang " sambil mencium pipiku.
Di sisi lain
Cesa pergi ke bioskop bersama ken dan gino beserta rey tidak sengaja melihat regi dengan seorang wanita. Rey pun bercerita bila wanita tersebut adalah putri mantan kekasih regi sewaktu SMA.
Saat rey dan gino akan menghampiri mereka. Cesa melarangnya.
"jagan kak gino, kak rey...mungkin mereka sedang berkencan jadi jangan ganggu mereka !" ucapku
"bener juga bro, jangan ganggu kencan mereka !" ucap rey sambil menepuk pundak gino
__ADS_1
"masa sih, padahal si regi kemaren cerita kalo dia lagi deket ama yang namanya tania deh bro !" ucap gino
"ngg tau juga gw, ngapain sih ngurusin orang lain ?" ucap rey
"ya udah mending kita pulang aja yuk cesa !" ajak ken
Aku pun mengangguk.
Sepanjang perjalanan pulang aku hanya terdiam memikirkan kak regi.
Mungkin ini yang menyebabkan kak regi berubah terhadapku.
Seolah-olah dia menjauhi dan menghidariku. jujur aku menyukainya karena, dia selalu berbuat baik padaku.
Seharusnya aku sadar mungkin kak regi hanya menganggapku sebagi adiknya tidak lebih. Dari pada aku terlalu jauh menyukainya maka akan kuputuskan jika hari ini aku akan mengubur dalam-dalam perasaanku padanya. Aku akan fokus terhadap sekolahku dan pekerjaanku.
Alasanku tidak ikut dengan keluargaku ke new york adalah perusahaanku yang tidak bisa aku tinggalkan. Memang ada tangan kananku yang meng handle semua pekerjaan tapi, aku tidak bisa memberikan semua pekerjaanku padanya.
Ada banyak dokumen yang harus aku periksa dan tanda tangani. Aku merahasiakan itu semua dari keluarga suhendar karena aku tidak mau identitas asliku terbongkar. Aku berpura-pura menjadi anak SMA yang polos. Padahal aku seorang CEO di perusahaan keluargaku bersama kakakku edward king nalendra yang tinggal di australia. Dia mengurus cabang yang ada di sana. Sedangkan papa cabang di new york dan aku di kantor pusat di jakarta.
Setelah, aku lulus aku berencana akan tinggal di apartemen milikku dan pergi dari keluarga ini. Karena, papa tidak percaya jika aku tinggal sendiri.
__ADS_1