Akankah Cinta

Akankah Cinta
episode 42


__ADS_3

Setelah 2 bulan tinggal di pontianak. Akhirnya aku dan cesa kembali ke Bandung.


Entah mengapa setelah kepulangan kami dari sana sifat cesa sedikit-sedikit mulai berubah.


"sayang, kamu jangan bekerja hari ini aku ingin memelukmu seperti ini terus !" ucapnya manja tidak mau melepaskan pelukkannya padaku


"sayang, kenapa kamu semakin menggemaskan saja ?" ucapku sambil mengusap punggungnya


"aku ingin selalu bersamamu sayang !" ucapnya lagi


"aku janji akan cepat pulang nanti, kamu tunggu aku ya sayang di sini !" ucapku membujuknya


Cesa pun melepas pelukkannya dan membiarkanku untuk pergi bekerja.


Saat makan siang tiba aku bergegas keluar kantor untuk pualng ke apartemen. Karena khawatir dengan cesa yang semenjak tadi tidak memberiku kabar.



"sayang aku pulang !" ucapku masuk ke dalam apartemen saat aku sampai ke sana


Tapi, tidak ada suara apa pun yang menjawabku. Lalu aku masuk ke dalam kamar dan mencari keberadaan cesa.


"sayang apa kamu di dalam ?" tanyaku panik karena mencari cesa yang sejak tadi tidak ketemu


Dan saat aku melangkahkan kakiku ke kamar mandi kudengar suara gemericik air.


"sayang kamu di kamar mandi ?" tanyaku panik


"iya sayang sebentar !" ucapnya dari balik pintu kamar mandi


Cesa pun keluar dengan mata berair dan wajah pucat.


"kamu kenapa sayang ?

__ADS_1


apakah kamu sakit ?" tanyaku khawatir


"ngg apa-apa sayang aku hanya mual saja !" ucapnya


"sudah berapa lama kamu seperti ini ?" tanyaku cemas


"sebenarnya udah seminggu tapi ini yang terparah aku muntah-muntah terus pagi !" ucapnya dengan nada lesu


"astaga sayang, kenapa kamu tidak bilang sih ?


sekarang kamu berbaring di sini aku akan menelepon dokter terlebih dahulu !" ucapku sambil menuntun cesa ke tempat tidur


Aku pun segera menelepon dokter untuk segera datang ke apartemenku.


Tak lama kemudian dokter pun datang.


"siapa yang sakit regi ?" tanya alvin sahabatku sekaligus dokter pribadiku


"istriku alvin, dia dari pagi mual dan muntah-muntah terus !" ucapku menjelaskan


"baiklah, aku akan memeriksanya terlebih dahulu !" ucapnya


Aku pun mengantarkan alvin ke dalam kamar.


"halo cesa ?" ucapnya menyapa istriku


"hai, kak alvin !" jawab cesa sambil tersenyum


"kamu sakit apa ? sampai pucat seperti itu ?" tanyanya


"Entahlah kak, aku sering mual tapi hari ini aku muntah-muntah terus !" ucapnya lemah


Aku hanya memperhatikan mereka.

__ADS_1


"regi, bisakah kamu tidak setegang itu ?" tanya alvin


"bagaimana aku tidak tegang aku belum pernah melihat istriku sakit sebelumnya !" ucapku dingin


"kamu ini berlebihan !" ucapnya


Alvin pun memeriksa cesa dengan stetoskopnya. Lalu tangannya memeriksa dari dada lalu ke bawah memegang perut cesa.


"sepertinya dia tidak sakit regi !" ucapnya


"lalu kenapa dia muntah-muntah alvin ?" tanyaku bingung


"lebih baik kamu bawa cesa ke rumah sakit saja !


biarkan dokter yang memberitahu cesa kenapa ?" ucapnya seperti memberi teka-teki padaku


"kau ini cepat bilang !


kamu juga kan seorang dokter " ucapku kesal


"iya aku ini dokter umum bukan dokter kandungan !" ucapnya datar


"maksud kamu alvin ?" tanyaku bingung


"iya, saat aku memeriksa cesa tadi dia sepertinya hamil.


Tapi, untuk memastikannya lebih baik kamu pergi dokter kandungan !" ucapnya lagi


Aku dan cesa hanya diam masih mencerna apa yang di bilang alvin.


"hei, kalian berdua malah bengong !


nanti aku akan memberi tahu dokter afgan agar kalian bisa langsung bertemu dengannya !" ucapnya

__ADS_1


__ADS_2