
tok...tok....tok...
Suara pintu kamarku di ketuk aku pun membuka pintu . Kulihat cesa berdiri di hadapanku memakai kaos besar dan hot pants. Sangat terlihat sexy dan menggairahkan. Seketika lamunan ku buyar saat cesa memanggilku.
"kakak ayo makan, cesa udah masak !" ucapnya mengajakku untuk makan
Aku pun mengangguk mengekori cesa turun ke bawah dan duduk di atas kursi makan.
Cesa duduk di hadapanku. Saat aku akan mengambil nasi cesa melarangku.
"sini kak piringnya, biar cesa yang ambilin nasi sama lauknya !" ucapnya sambil tersenyum
Aku pun memberikan piringku padanya.
"kakak mau makan apa ?" tanyanya
"kakak mau ayam kecap sama bihun !" ucapku tersenyum manis padanya
Cesa pun mengambilkan nasi dan lauknya lalu memberikannya padaku. Sungguh makanan yang cesa buat sangat lezat. Cesa memang pandai sekali memasak.
"enak banget cesa makanannya !" ucapku sambil mengunyah makanannya dan mengusap pipinya
"terima kasih kak, kalo enak habisin yah l !" ucapnya dengan senyum manisnya
Selesai makan aku dan cesa duduk di sofa ruang tv. Saat sedang asyik menonton aku heran karena, sejak aku pulang papa dan mama tidak terlihat. Aku pun bertanya pada cesa papa dan mamaku kemana belum pulang sejak tadi.
Cesa pun menjawab bila om mengajak tante makan malam di luar jadi pulangnya telat.
Aku pun hanya ber oh-ria.
Saat kami sedang asyik mengobrol tiba-tiba lampu di rumah seketika padam.
Aku dan cesa terkejut lalu aku mencari lampu senter. Setelah berhasil menemukannya aku pun datang menghampiri cesa. Saat aku menyoroti cahaya lampu ke arahnya. Aku melihat cesa yang sedang menunduk memeluk kedua lututnya. Aku pun menggoyangkan tubunya tetapi tidak ada respon darinya.
__ADS_1
"cesa, kamu tidak apa-apa ?" tanyaku khawatir
Tapi, cesa tidak merespon juga akhirnya aku pun memeluk cesa.
"jangan takut kakak di sini cesa !" ucapku menenangkannya dan mengusap punggungnya
"aku takut gelap kak !" ucapnya ketakutan
"tenang kakak ada bersamamu !" ucapku lalu mencium keningnya
Cesa hanya terdiam.
Akhirnya lampu pun kembali menyala aku melihat cesa sudah tertidur pulas. Aku pun menggendong cesa ke kamarnya.
Saat aku membaringkannya dia atas ranjang kulihat bibir merahnya begitu menggoda. Entah dorongan dari mana aku mencium bibir cesa.
cuuppp...
"manis !" sambil ku mengusap bibirku
Aku juga masuk ke dalam kamar dan memainkan ponselku.
Kulihat layar ponselku terdapat pesan dari tania.
Tania
hai, regi kamu lagi apa ?
Me
hai juga tan, aku lagi mikirin kamu
Tania
__ADS_1
benarkah, regi ?
aku pun sedang memikirkanmu
bagaimana kalo besok kita ke mall
Me
iya, tan..
Boleh juga, apa sih yang enggak buat princess
Tania
aahh, regi...
okey kalo gitu besok jam 10 pagi kamu jemput aku yaπ
Me
iya, princess..
good night, π
Tania
good night to prince ππ
Setelah, berkirim pesan dengan tania aku pun memejamkan mataku. Tapi, entah mengapa mataku masih tidak bisa terpejam.
Ku usap bibirku yang masih terasa manis.
Sisa ciumanku saat aku menyentuh bibir mungilnya cesa.
__ADS_1
Padahal ini bukan ciuman pertama ku. Tetapi rasanya sangat manis seperti madu
yang membuatku ingin terus mencicipinya.