Akankah Cinta

Akankah Cinta
episode 21


__ADS_3

Setelah ke supermarket aku dan cesa menuju panti asuhan. Di perjalanan kulihat ada restoran pasta dan aku pun berhenti di sana.


"loh kak kok berhenti di sini ?" tanya cesa bingung


Aku membuka sabuk pengangamanku dan cesa.


"makan siang dulu cesa !" ucapku membelai lembut pipinya


"eh, iya cesa lupa !" sambil tersenyum


"yuk turun ?" ajakku padanya


Aku dan cesa turun dari mobil dan duduk di kursi kosong di sana dan memesan makanan.


Aku memandangi cesa yang ada duduk di sampingku yang sedang memainkan ponselnya.



"cesa semakin cantik apalagi dengan wajah serius seperti itu !" batinku


"kak ?" panggil cesa


Dan lamunanku buyar saat cesa memanggil


"kenapa cesa ?" tanyaku sambil membenarkan posisi dudukku


"makanannya udah dateng !


yuk dimakan takut dingin entar !" jawabnya sambil tersenyum

__ADS_1


Aku pun mengangguk dan


Selesai makan kami pun langsung menuju panti asuhan.


Saat cesa turun anak panti berebut memeluk cesa. Aku tersenyum melihatnya menjadu rebutan anak-anak.


Bu martha menghampiriku saat aku menurunkan barang dari bagasi mobil.


Dia menyambut kami dengan hangat. Aku pun memberikan barang yang kami bawa.


Bu martha mengucapkan terima kasih kepadaku dan cesa. Aku pun mengobrol dengan bu martha karena cesa sepertinya sedang sibuk dengan anak-anak di sana.


Tak terasa hari mulai gelap aku dan cesa pamit kepada bu martha untuk pulang. Di perjalanan cesa terus tersenyum bahagia.


Kami pun sampai di gedung apartemen menuju parkiran apartemen.


"sini kak cesa bantu !" ucapnya sambil meraih kantung yang aku bawa


"jangan cesa ini berat !" jawabku sambil membawa semua kantung belanja


"tapi liat kakak juga berat !" ucapnya sambil cemberut dan menunjuk ke arah kantung belanja


"ya udah mana tangan kamu ?" ucapku padanya


Cesa pun mengulurkan tangannya dan aku meraih tangan cesa dan menggenggamnya dengan erat dan tersenyum padanya.


Aku menarik tangan cesa menuju lift dan saat sampai di lantai atas apartemen aku memberi tahu letak kamar dan menaruh barang belanjaan kami di dapur.


"kakak mandi dulu gih, cesa beresin ini sama mau masak buat kakak !" titahnya sambil menata barang belanjaan kami ke dalam lemari pendingin

__ADS_1


"kamu ngg cape ?


mau kakak bantu masaknya ?" tanyaku sambil membantunya menaruh barang ke dalam lemari


"ngg kok kak, kakak yang cape seharian menyetir !


atau cesa siapin air mandinya dulu buat kakak ?" tanya cesa


"ngg usah, ya udah kakak mandi dulu yah !" ucapku meninggalkannya di dapur dan masuk ke dalam kamar.


Selesai mandi aku menghampiri cesa yang sedang sibuk memasak.


Tapi, saat aku akan menghampirinya aku terdiam melihat cesa yang begitu sexy saat memainkan spatulanya.


Lekuk tubuhnya begitu menggiurkan. Membuatku ingin memeluknya dan rambutnya yang di ikat tinggi membuat leher jenjangnya terlihat begitu putih dan mulus. Apalagi keringat yang menetes di lehernya membuatku menelan air ludahku.


grepp...


Aku memeluk cesa dari belakang. Cesa begitu terkejut dengan kehadiranku.


"kak cesa lagi masak !" ucapnya ingin lepas dariku


"masak aja kakak ngg ganggu kok !" ucapku menempelkan kepalaku pada pundaknya


"cesa susah gerak kalo kakak gini !" ucapnya kesal


"apalagi cesa bau keringat kak !" tambahnya lagi


"ya udah kakak nunggu di meja makan aja !" ucapku kesal dan meninggalkan cesa di dapur.

__ADS_1


__ADS_2