
Kami akhirnya sampai di rumah papa bagas, cesa keluar mobil lalu berlari ke depan rumah dan meninggalkanku.
"sungguh seperti anak kecil dia sampai melupakanku !" gumamku sambil keluar mobil
Orang tua cesa datang menghampiriku dengan membawa koper.
"nak regi ayo kita langsung berangkat !" ucap papa bagas
"iyah ayo pah !" jawabku sambil mempersilahkannya masuk ke dalam mobil.
Kulihat cesa begitu manja pada ibunya dia memeluk mama widya sampai masuk ke dalam mobil.
" cesa sayang sampai kapan kamu terus memeluk mama ?" tanya mama widya
"sampe puas !" jawabnya nyengir
Kami pun berangkat ke bandara karena pesawat jet milik keluarga nalendra sudah menunggu.
Saat sampai cesa tidak henti-hentinya meneteskan air mata dengan kepergian orang tuanya.
"cesa sayang jangan menangis ?
kalo kamu rindu kamu kan bisa mengunjungi kami di sana sekalian honeymoon!" ucap mama widya
cesa tetap menangis.
"regi papa titip cesa, tolong jaga dan lindungi dia dan kamu cesa jadi istri yang nurut sama suami ya sayang !" ucap papa bagas sambil mengelus rambut cesa
Aku mengangguk mengiyakan.
Cesa pun menghentikan tangisannya
__ADS_1
" papa cesa sayang papa !" ucapnya memeluk sang papa
"iya sayang papa juga !" jawab sang papa
"regi cesa sangat manja terhadap papanya. Semoga kamu bisa membuat anak mama bahagia dan tersenyum ya !
tolong jangan sakiti dia !" ucap mama widya kepadaku sambil melihat cesa berpelukkan kepada papanya
"iya mah, regi janji akan buat cesa bahagia !" ucapku memeluk mama widya
Mereka pun masuk ke dalam pesawat. Aku melambaikan tanganku dan sebelah tanganku merangkul cesa.
"sekarang kita ke apartemen kakak ya !" ucapku mengajaknya untuk pergi
"bajuku kak gimana ?" tanyanya
"udah kakak siapin dan bajumu yang ada di koper udah kakak suruh pelayan membawanya ke apartemen dan membereskannya ke lemari !" ucapku menjelaskan
"cesa sebelumnya kita mampir dulu yah ke supermarket ?" ajakku sambil memasangkan seatbelt padanya
"mau beli apa kak ?" tanyanya menatapku
Aku membalas menatapnya. Kami saling memandang kudekatkan wajahku padanya.
Saat aku akan mencium bibirnya dia mendorong tubuhku.
"kak mau beli apa ?" tanyanya lagi
"ehemm !" aku berdehem dan menjauhkan tubuhku dari tubuhnya dan memegang setir mobil.
"belanja keperluan dapur !" ucapku sambil melajukan mobilku
__ADS_1
"benarkah ?" ucapnya antusias
"iya !" jawabku
Kami pun sampai di supermarket. Aku mengambil troli dan juga cesa.
"kenapa dua cesa ?" tanyaku padanya
"aku juga ingin berbelanja kak !" ucapnya sambil tersenyum
"satu juga cukup cesa !" jawabku
Dia tidak mengubris omonganku dan meninggalkanku.
Dia mengambil bahan-bahan keperluan dapur di troli ku dan miliknya.
"apa dia akan membuka toko sembako ?" fikirku
Selesai berbelanja dan membayar belanjaan kami. Cesa membantuku menyimpan semua barang ke dalam bagasi mobil di tempat parkir.
"kak yang ini punya kita dan yang ini aku mau kasih bu martha !" ucapnya sambil menunjuk kantung belanjaan
"jadi kamu bersemangat untuk belanja itu alasannya ?" tanyaku memastikan
"iya aku kangen sama bu martha boleh yah boleh ?" ucapnya sambil menggelayut manja pada tanganku
"iya boleh cesa !" ucapku sambil membelai rambutnya
Cesa tersenyum lebar padaku dan aku pun membalas senyumnya.
__ADS_1
Ternyata papa dan mama tidak salah menjodohkan aku dengan cesa. Sungguh cesa tidak hanya cantik di luar tapi di dalam juga. Melihatnya bahagia seperti itu dengan membantu orang lain membuatku semakin mengagumi cesa.