Akankah Cinta

Akankah Cinta
episode 32


__ADS_3

Setelah 2 hari menghabiskan akhir pekanku bersama cesa. Hari ini aku sudah kembali masuk ke perusahaan.


Sungguh setelah kejadian menginap di hotel aku tidak bisa jauh darinya. Padahal baru tadi pagi berpisah dengannya tapi, sekarang aku sungguh merindukannya.


"halo sayang !" ucapku saat video call tersambung pada cesa


"ada apa kak ?" jawabnya dari sebrang sana


"aku merindukanmu sayang !" ucapku memasang wajah memelasku sambil cemberut



"astaga kak, baru saja kamu mengantarkanku ke kantor dan aku baru duduk di kursi ruanganku dan sekarang kamu bilang kakak merindukanku ?" tanyanya sambil menggelengkan kepalanya


"aku juga tidak tahu sayang


di fikiranku hanya ada kamu !" ucapku dengan pupy eyesku


"jadi maunya gimana ?" tanyanya


"kamu ke sini sekarang menemaniku di sini !


Nanti aku kirimkan supir untukmu yah !"


"aku banyak pekerjaan kak, nanti makan siang saja aku ke sana !"


"kamu ini, aku maunya sekarang !" ucapku tidak mau kalah

__ADS_1


"sayaaang, aku banyak pekerjan sekarang nanti siang akubke sana ya sayangku !" ucapnya dengan nada menggemaskan


"astaga sayang, kamu membuatku menjadi tidak tahan bertemu denganmu !


baiklah, aku akan membawa semua pekerjaanku ke sana !" ucapku sambil mengakhiri sambungan video call dengan cesa.


Di sisi lain


"haloo...haloo kak ?" ucap cesa kembali mencoba melakukan video call dengan regi


"astaga, apa dia sungguh-sungguh akan datang kemari ?" batin cesa


Cesa pun kembali mengerjakan pekerjaannya dan tak lama kemudian seseorang datang bersama asistennya ke ruangannya diantar sekertaris andri.


"sayang aku sudah datang !" ucapku sambil masuk ke dalam ruangan cesa dan langsung memeluknya


"astaga kak regi, kamu kenapa ke sini ?" tanyanya bingung


"kak malu dilihat orang !" ucapku melepaskan ciumannya sambil melirik asistennya dan sekertarisku


"kalian bisa tinggalkan kami !" ucapnya dingin


Sedangkan aku hanya diam menahan malu.


Mereka pun pergi meninggalkan kami di ruangan cesa.


"sungguh aku merindukanmu sayang !" ucapku sambil menciumi bibir dan leher cesa

__ADS_1


"kak ini kantor bagaimana jika ada yang lihat ?" ucapnya sambil berusaha lepas dariku


"kalau begitu ajak aku ke ruangan istirahatmu !" ajakku sambil menarik tangannya


"kak, aku banyak pekerjaan !


dan tadi malam lalu pagi-pagi kan udah !" ucapnya


"jadi kamu menolak ajakkan suamimu ini ?" ucapku berpura-pura marah


"tidak kak, ya sudah kita ke kamarku !" ucapnya menarik tanganku masuk ke dalam kamarnya yang rapih dan ruangan itu penuh dengan aroma cesa


Aku pun masih berpura-pura marah padanya


"kak jangan diamkan aku seperti ini !" ucapnya merasa bersalah


"baik, aku tidak akan mendiamkanku tapi ada syaaratnya !" ucapku sambil duduk di sisi ranjang


"apa kak ?" tanyanya bingung


"mulai sekarang panggil aku suami dan sayang tidak ada kata kakak !" ucapku


"karena aku suami sah mu bukan kakak kamu !" ucapnya kesal


"iya sayang !" ucapnya mengangguk


Aku pun langsung menerkam cesa. Selesai bermain dengannya di atas ranjang. Cesa kembali memakai pakaiannya dan mengajakku untuk memberesken pekerjaan kami.

__ADS_1


Kami pun keluar kamar dan segera mengerjakan pekerjaan kami masing-masing di sofa panjang cesa yang ada di dalam ruangannya.


Sesekali saat cesa serius melihat dokumennya aku selalu mencium pipinya atau bibirnya. Entah mengapa aku tidak bosan memainkan sesuatu yang ada di dalam cesa. Seperti aku punya mainan baru yang membuatku selalu ingin memainkannya.


__ADS_2