Akankah Cinta

Akankah Cinta
episode 27


__ADS_3

Saat aku berjalan-jalan dengan cesa. Tiba-tiba ponselku berbunyi. Gino mengabari jika dirinya sudah pulang ke indonesia dan dia sedang menungguku di sebuah cafe dekat taman apartemen.


Aku pun mengajak cesa untuk bertemu dengan temanku yang baru datang dari inggirs.


"aku akan memberi cesa kejutan untuk bertemu gino dan ken !" ucapku dalam hati


Kami pun masuk ke dalam mobil yang aku parkir di dekat taman sebelum kami berjalan mengelilingi taman.


Sepanjang perjalanan aku mengobrol dengan cesa. Tidak bosan-bosannya aku menggoda cesa. Karena, melihatnya kesal begitu menggemaskan bagiku. Apalagi saat dia tersipu malu saat aku mengusap pipinya untuk meminta maaf.


Pipinya merah seperti buah ceri. Inginku menciumnya saja tapi, aku harus tahan dengan keinginanku itu.


Karena aku tidak mau membuat cesa tidak nyaman dengan hubungan kami. Yang bisa di bilang mendadak.


Aku ingin memulainya dengan pelan-pelan dan cesa bisa menyadari perasaannya padaku dan sebaliknya.


Setelah menempuh waktu 30menit akhirnya kami sampai di cafe.


Kulihat gino sudah menunggu di meja bersama ken.


Cesa terlihat begitu terkejut melihat mereka. Aku menyapa mereka dan memeluk bergantian.


"hai bro apa kabar ?" tanya gino sambil mempersilahkan aku duduk di sebelahnya

__ADS_1


"baik bro, loe sendiri gimana ?" tanyaku


"gw baik juga bro !" ucapnya


" cesa apa kabar ?


kenapa kalian bisa berdua ke sini ?" tanya gino melirik cesa yang duduk di sebelah ken


"baik kak !....." jawab cesa lalu di potong oleh ku saat cesa akan menjawab pertanyaan yang lain


"dia sekarang istri gw gin !


Sekalian gw ajak cesa buat ketemu sam loe pasti dia kangen sama kalian berdua !"ucapku memotong pembicaraan cesa


"iya, 2 minggu yang lalu !


sorry gw ngg ngabarin kalian soalnya pernikahan kita mendadak dan setelah menikah kita sibuk dengan pekerjaan masing-masing !


iya kan cesa !" ucapku menyesal sambil memandang cesa


"iya kak !" jawabnya singkat


Aku pun menceritakan perjodohanku dan cesa pada mereka. Yang sebenarnya kami pun tidak mengetahui bila kami akan dijodohkan. Sedangkan cesa dan ken terlihat hanya diam saja mendengarkanku tidak seperti gino yang antusias mendengarkan cerita.

__ADS_1


Makanan pun datang ke meja kami.


Segera aku menyantapnya. Tapi, saat aku tengah memakan cake di depanku gino terlihat ingin menceritakan sesuatu. aku pun serius mendengarkan gino yang ternyata dia datang ke sini untuk maksud tertentu.



Gino mengundangku ke acara pernikahannya di inggirs. Setelah, selesai dengan kuliahnya gino dipaksa pulang oleh dadynya untuk pulang ke inggirs melanjutkan perusahaan di sana. Dia pun bertemu dengan jodohnya di sana.


Karena, ken tinggal sendiri di sini jadi ayah gino menyuruh ken untuk sekalian pindah ke sana melanjutkan kuliah.


Berbeda dengan cesa yang menyelesaikan kuliahnya selama 2 tahun. Ken memilih untuk mengambil 4 tahun berkuliah di sana.


"gw turut bahagia jika loe akan menikah gino ?" ucapku sambil menepuk pundaknya


"terima kasih regi !" ucapnya sambil tersenyum


"tapi, gw minta maaf karena gw ngg dateng saat acara pernikahan loe !


Tapi, gw janji bakal ngasih kado buat pernikahan loe dengan cesa !" tambahnya lagi


sambil melihat cesa dan aku bergantian


"ngg apa-apa kak, justru cesa yang seharusnya meminta maaf karena tidak memberitahu kakak !" ucap cesa

__ADS_1


__ADS_2