Akankah Cinta

Akankah Cinta
episode 41


__ADS_3

Prov cesa


Melihatnya bekerja serius di meja kerjanya. Sungguh terlihat sangat tampan apalagi dia terus fokus dengan layar yang ada di depannya.


Aku menghampiri dan duduk di pangkuannya.


Dia melihat ke arahku.


"sayang jika kamu marah padaku wajahmu jadi jelek tau !" ucapku usil padanya


Dia tidak bergeming, lalu aku mengalungkan tanganku pada lehernya dan mengarahkan wajahnya ke arahku.


cup...


ku kecup bibir cemberutnya yang membuatku gemas sedari tadi


"maaf, aku mengabaikanmu sayang !" ucapku bersalah


"apakah pekerjaanmu lebih penting dariku ?" tanyanya


"jadi mau kamu apa sayang ?


aku akan menurutinya !" ucapku bersalah


"benar ?


apa pun itu ?" dengan nada menggoda entah mengapa membuatku menjadi berfikiran yang tidak-tidak


"iya, sayang !" ucapku pasrah


"baiklah, kita pulang dan aku akan membuatmu tidak bisa berjalan sayang !" ucapnya berbisik sambil tersenyum

__ADS_1


"apa ?" tanyaku terkejut


"hahahah, kenapa kamu sekertekejut itu ?"


"sayang kemarin kan udah !" ucapku manja


"sayang kamu sangat menggemaskan !" sambil mencubit hidungku


"ayo kita pergi berkencan, pekerjaanku sudah selesai tadi aku hanya menggodamu saja !" ucapnya sambil mengusap pipiku


"apa kamu mau sayang ?" tanyanya


Aku pun menganggukkan kepalaku sambil tersenyum.


"Sebentar aku ganti baju dulu !" ucapnya sambil meninggalkanku


cesa prov end


Sungguh aku beruntung mempunyai istri sepertinya yang tidak pernah meminta apa pun dan tidak pernah mengeluh akan kesibukkanku. Malah sebaliknya aku yang selalu mengeluh padanya karena dia lebih mementikan pekerjaannya dari pada diriku.


"ayo sayang kita berangkat !" ucapku sambil memeluk dan menghampiri dirinya yang sedang melihat ke luar gedung.


"kamu sudah ganti bajunya sayang ?" ucapnya mencium pipiku


"iya, ayo sayang !" ajakku sambil menggenggam tangannya


Kami keluar gedung dan pergi ke pusat perbelanjaan. Saat kami sampai di sana kulihat cesa seperti orang kebingungan.



"jadi sekarang kita mau apa di sini sayang ?

__ADS_1


belanja, makan, menonton atau bermain ?" tanyaku pada cesa yang terlihat bingung


"makan terlebih dahulu !


supaya kamu kuat saat kita bermain !" ucapnya sambil tersenyum


Lalu kami pergi ke salah satu restoran di sana dan memesan makanan.


Semua mata memandang kami. Saat aku dan cesa duduk berdua di kursi restoran.


Mungkin mereka fikir kami adalah pasangan yang serasi dan romantis. Melihat wajah cesa yang tidak pernah melepas senyumnya membuat dirinya semakin cantik.


"sayang, apakah kamu tidak bisa untuk tidak melewati batas ?" ucapku dingin


"maksud kamu apa sayang ?" tanyanya bingung


"iya melewati batas kecantikanmu !


sehingga aku tidak bisa lepas memandangimu sayang ?" sambil menggenggam tangannya dan mencium punggung tangannya


"kamu ini sayang, membuatku malu !" ucapnya dengan wajah yang memerah


"haha, sayang kamu ini membuatku gemas jika sedang tersipu malu seperti itu !"


Dia hanya tersenyum padaku.


Selesai makan kami lansung ke tempat permainan. Melihat cesa bahagia seperti itu membuatku ingin selalu ada di sampingnya melihat terus senyum indahnya.


Setelah menjalani beberapa bulan pernikahan dengannya. Tidak pernah ada pertengkaran di dalam rumah tangga kami. Mungkin karena sifat cesa yang selalu mengalah dan tak ingin memperpanjang masalah membuat rumah tangga kami harmonis dibuatnya.


Setelah puas bermain aku dan cesa pulang kembali ke hotel. Tapi, sebelum pulang kami sempat membeli sesuatu di sana. Sepanjang perjalanan aku tidak pernah bisa melepas genggaman tanganku padanya. Aku takut dia pergi dari hidupku

__ADS_1


__ADS_2