Akankah Cinta

Akankah Cinta
episode 40


__ADS_3

"sayang ayo bangun !" ucap cesa membangunkanku


Aku membuka dan mengucek mataku.


"ternyata aku tidak bermimpi sayang, kamu benar-benar datang ke sini ?" ucapku sambil menariknya ke dalam pelukkanku


"sayang lepaskan aku !" ingin bangun dari atas tubuhku


"kiss morning !" sambil mengeratkan pelukkanku


"mmuaach, ayo cepet bangun dari semalam aku belum makan !" sambil mencium bibirku


Aku pun bangun dari tidurku dan melepaskan cesa.


"apa kamu belum makan dari semalam ?" tanyaku cemas


Cesa hanya menganggukkan kepalanya


"maaf sayang, aku akan segera mandi dan bersiap ya sayang tunggu sebentar !" ucapku bergegas masuk ke dalam kamar mandi


Selesai mandi aku segera memakai pakaian dan cesa duduk memperhatikan diriku.



Selesai berpakaian aku mengajak cesa makan di bawah restoran hotel.


"ayo sayang kenapa kamu malah melamun begitu ?" tanyaku menghampirinya


"sayang, kenapa kamu pakai jas ?" ucap cesa malah berbalik bertanya padaku dengan wajah bingung


"selesai makan kita ke kantor sebentar !

__ADS_1


kamu mau kan sayang ?" tanyaku sambil mengusap pipinya


"iya, sayang aku mau !" ucapnya sambil tersenyum


Kami pun turun ke bawah untuk sarapan dan tanganku tak pernah lepas menggenggam tangan cesa.


"makan yang banyak sayang !" ucapku mengusap pucuk kepalanya


saat kami sampai di dalam restoran dan duduk di sana.


"iya sayang !" jawabnya


Selesai makan kami langsung pergi menuju perusahaanku.


"sayang kenapa saat di hotel semua tertunduk hormat kepadamu ?" tanyanya bingung


"ouh, karena itu hotel milik papa sayang !"


"aku baru tahu jika papa mertua sangatlah kaya !" ucapnya polos


"apakah papamu tidak memberitahu sayang ?" tanyaku penasaran


"tidak sayang, aku tidak pernah bertanya padanya seberapa kaya keluarga kamu !" ucapnya jujur


"aku bersyukur memiliki istri seperti kamu sayang" sambil mencium punggung tangannya


"ouh, iya sayang gimana perusahaan kamu ?" tanyaku


"ada kak dimas dan asistenku yang menghandle itu semua !" ucapnya


Kami pun akhirnya sampai di depan kantor. Lalu aku turun dan langsung merangkul pinggangnya.

__ADS_1


Semua mata tertuju pada kami berdua.


Nona lim langsung datang dan memberi pengumuman jika istri predir datang ke perusahaan. Dan semua karyawan pun memberi salam hormat pada cesa.


"sungguh pasangan yang serasi dan lihatlah nyonya presdir sangatlah cantik dan anggun" bisik para karyawan


Kami pun meninggalkan karyawan menuju ruanganku.


"sayang kamu duduk di sini ya !" ucapku menyuruhnya duduk di sofa ruanganku


"iya sayang !" jawabnya sambil duduk di sana


Aku mengerjakan pekerjaanku dan cesa pun sepertinya sedang mengerjakan pekerjaannya juga. Karena kulihat cesa begitu serius melihat ke arah laptopnya.


"kenapa kamu lebih serius dari padaku ?" ucapku menghampirinya


"astaga, kamu mengejutkanku !" ucapnya terkejut


"kamu itu malah sibuk dengan laptopmu sayang ?" ucapku sambil mengambil laptonya dan memindahkannya di atas meja.


"kamu juga sedang bekerja kan sayang ?" sambil mengalungkan tangannya ke leherku


"iya, tapi kamu lebih fokus ke laptopmu dari pada diriku ?"


"lalu aku harus apa sayang ?


apa aku harus memandangimu terus ?"


"setidaknya kamu duduk di pangkuanku di kursi sana seperti apa yang ada di dalam


buku dan komik !" sambil menunjuk kursiku

__ADS_1


"ya ampun sayang, sepertinya kepalamu habis terbentur ? ini dunia nyata realiata tak seindah ekspetasi !" ucapnya sambil tertawa.


Aku pergi meninggalkannya dan kembali duduk di kursi kebesaranku dan fomus pada pekerjaanku. Sedangka cesa malah keluar dari ruanganku entah mau ke mana dia.


__ADS_2