Akankah Cinta

Akankah Cinta
episode 45


__ADS_3

Selesai sarapan regi berangkat ke kantor sedangkan cesa berdiam di rumah. Karena, mungkin bawaan bayinya membuat cesa tidak bisa lepas dari bantal.


"sayang, aku berangkat !


jika terjadi sesuatu atau ingin sesuatu kamu telpon aku aja ya ?" ucapku mengusap rambut cesa dan mencium keningnya saat aku akan berangkat ke kantor di dalam kamar


"iya, sayang !


maaf aku ingin sekali tidur jadi tidak bisa menemanimu sampai ke depan !" ucapnya dengan nada menggemaskan


"iya sayang, kacang kecil dady berangkat yah !


jangan nakal sampai membuat momymu tidak bisa makan !" ucapku sambil mengusap perut rata cesa


Selesai berpamitan aku pun berangkat menuju kantor. Sesampainya di sana aku sudah diberi banyak berkas oleh nona lim dan agenda yang sangat padat hari ini.


Aku mengerjakan semuanya sampai makan siang tiba. Sungguh melelahkan hari ini belum lagi nanti siang ada acara meeting dengan clien.batinku


Akhirnya, pekerjaan regi selesai. Regi pun pulang ke rumah yang di sambut oleh cesa.


"sayang, akhirnya kamu pulang !" ucapnya manja memelukku erat


"iya, sayang apakah kacang kecil tidak nakal ?" tanyaku sambil melepas pelukkannya dan mengusap perutnya

__ADS_1


"tidak sayang, kacang kecil tidak nakal !" jawabnya sambil tersenyum


Kami pun masuk ke dalam rumah


"regi kamu sudah pulang ?" tanya mama yang sedang duduk d sofa menonton tv


"iya, mah ! kalau begiu regi ke kamar dulu mau mandi " ucapku sambil melangkah ke atas tangga


"iya, kasihan istri kamu dari tadi menunggu kamu !" ucap mama menggoda


"ssttt,, mama jangan bilang-bilang kan cesa jadi malu !" ucapnya malu


Sedangkan mama hanya tertawa karena berhasil menggoda menantunya itu.


Regi dan cesa pun memasuki kamar. Cesa menyiapkan air dan pakaian ganti untuk regi.


"aku udah mandi sayang !" jawabnya


"mandi lagi yuk !" ajakku dengan nada nakal


"ngg, sayang kamu aja !" ucapnya sambil mendorong tubuhku ke dalam kamar mandi.


Akhirnya, aku mandi sendirian di kamar mandi. Selesai mandi cesa menungguku di kamar.

__ADS_1


"sepertinya kamu ingin membicarakan sesuatu denganku sayang ?" tanyaku sambil mengenakan baju


"mmh, sayang aku ingin makan eskrim denganmu apa boleh ?" tanyanya


"jadi, sedari tadi kamu menungguku itu kamu ingin makan eskrim ?" ucapku sambil menghampirinya saat aku selesai memakai bajuku.



Cesa hanya menganggukkan kepalanya. Sungguh membuatku menjadi merasa gemas melihatnya seperti itu


"sebenarnya dari semalam aku pun ingin mengajakmu membeli mie ayam yang ada di dekat sekolahku dulu !" ucapku sambil mencium pipinya


"benarkah, sekarang ?" ucapnya dengan mata berbinar


"iya, sayang !" sambil mengusap rambutnya


Cesa pun begitu bersemangat untuk segera pergi. Dia menarik tanganku untuk segera berangat. Setelah pamit pada mama aku dan cesa pun segera berangkat


Sesampainya di sana aku dan cesa duduk di bangku kosong lalu segera memesan makanan di sana.


Sungguh aku terkejut ternyata cesa tidak seperti wanita kebanyakan yang jijik dan merasa tidak nyaman saat aku membawanya ke tempat makan pinggir jalan.


Dirinya malah merasa senang karena, bisa makan di tempat yang mempunyai rasa seenak itu. Walau tempatnya yang terbilang sangat sederhana.

__ADS_1


Kami makan dengan lahapnya sampai tak tersisa. Selesai makan cesa mengajakku duduk di bangku dekat jalan untuk melihat kendaraan berlalu lalang di sana.


Melihat cesa tersenyum bahagia seperti itu membuat hatiku merasa senang.


__ADS_2