
Selesai makan malam aku dan cesa masuk ke kamar kami.
"kamu kenapa diam di depan pintu cesa ?" tanyaku melihat ke arahnya
"mmh, cesa mau ke kamar mandi !" ucapnya pergi meninggalkanku dan masuk ke dalam kamar mandi
"kenapa dia aneh sekali ?" gumamku
Prov cesa
Di dalam kamar mandi cesa tak henti-hentinya bergelut dengan fikirannya sendiri.
" bagaimana ini ? malam ini aku tidur satu ranjang dengan kak regi ?" " ucapku dalam hati sambil melihat ke arah cermin
Aku terus berfikir dan lamunanku buyar saat kak regi menggedor pintu kamar mandi.
"cesa apa kamu tidak apa-apa ?
kenapa lama sekali di dalam sana ?" tanyanya di balik pintu sambil berteriak
"cesa ngg apa-apa kak cuman sakit perut aja !
sebentar lagi cesa keluar kok kak !" ucapku berteriak dari dalam
Aku pun keluar kamar mandi dan duduk sisi ranjang.
"kamu beneran ngg apa-apa cesa ?
__ADS_1
muka kamu pucet gitu ?" tanyanya sambil mendekatiku
Aku pun mencoba menjauhkan tubuhku dari dekatnya.
"heheh, cesa ngg apa-apa kak !
cuman ac ruangannya agak dingin jadi cesa kedinginan !" jawabku sambil memaksakan senyumku
"oh, yaa ?
mau kakak peluk biar anget ?" ucapnya menggodaku
"apa ?" ucapku tak percaya dengan muka terkejut
"hahah, cesa kakak cuman bercanda kok !
Kak regi pun tertidur dengan memeluk guling. Sebenarnya aku gugup sekali satu ranjang dengannya. Setelah beberapa saat akhirnya aku bisa memejamkan mataku.
Prov cesa end
Pagi pun datang, saat aku bangun ku dengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi.
ceklek..
Suara pintu kamar mandi terbuka dan aku pun pura-pura masih tertidur. Kulihat cesa membelakangiku dan memakai pakaiannya. Terlihat dirinya terburu-buru memakai pakaiannnya. Aku sedikit mengintip melihatnya.
Sungguh badan cesa bak model lekukan tubuhnya begitu sempurna dan kulitnya yang putih mulus begitu menggoda ditambah rambutnya yang basah. Membuat kesan seksi begitu menonjol dari dirinya.
__ADS_1
Aku berpura-pura masih tertidur saat cesa datang menghampiriku.
"kak regi ayo bangun ?" ucapnya sambil menepuk lembut lenganku
Aku pura-pur mengerjapkan mataku dan menguap ciri khas orang bangun tidur.
Lalu aku bangun dan duduk di sisi ranjang.
"ayo bangun cesa udah nyiapin air buat kakak mandi !" ucapnya sambil tersenyum
Aku pun melangkahkan kakiku ke kamar mandi.
Saat aku keluar kamar mandi kulihat ranjang sudah rapi dan pakaianku sudah ada di atas ranjang.
Aku segera memakai pakaian yang di siapkan cesa dan keluar kamar untuk sarapan di bawah.
Kulihat semua orang sudah sarapan di ruang makan. Aku duduk di samping cesa dan tersenyum padanya. Dia melihat ke arahku dengan tatapan yang aneh. Dia pun mengambilkan sarapan untukku. Lalu kami pamit kepada orang tuaku untuk menjemput orang tua cesa ke bandara.
Di dalam mobil aku membantu memakaikan
sabuk pengaman pada cesa. Aku menatap mata hitamnya lalu berpindah pada bibirnya. Aku segera membuang pandanganku ke bawah.
Aku takut cesa merasa tidak nyaman padaku. Aku pun segera menghidupkan mesin dan melajukan mobilku. Sepanjang perjalanan hening yang aku rasakan. Aku melirik cesa sesekali melihat dirinya yang sedang menikmati indahnya pemandangan di luar jendela mobil.
Tanpa sadar aku tersenyum dibuatnya.
__ADS_1