Akankah Cinta

Akankah Cinta
episode 15


__ADS_3

Hari ini adalah hari dimana aku akan mengikat janji suciku bersama cesa. Semua persiapan telah selesai aku memakai tuxedoku dan menunggu cesa di altar.


Saat cesa datang diantar oleh papa bagas. Semua mata tertuju padanya, seorang gadis cantik yang anggun dan menawan.


Memakai gaun pengantin berwarna senada dengan warna tuxedoku berwarna putih.


Setelah kami mengucap janji suci kami. Aku pun mencium bibir cesa yang masih terasa manis seperti dahulu.


Malamnya acara resepsi digelar teman dan kolega orang tua kami pun banyak yang datang.


Aku memakai tuxedo abu-abu dengan cesa yang memakai gaun berwarna serupa.



Di atas pelaminan cesa terlihat gugup.


"kamu kenapa cesa ?" tanyaku padanya dan ku genggam jemarinya yang dingin


Cesa pun menoleh ke arahku


"cesa mau ke toilet kak !" ucapnya


"ya udah mau kakak anter ?" ajakku berbisik pada telinganya


"ngg usah kak cesa bisa sendiri !" ucapnya meninggalkanku

__ADS_1


Cesa prov


Saat aku di dalam toilet, sungguh aku gugup sekali. Walau pernikahan kami hanya dihadiri oleh kerabat dan kolega bisnis orang tua kami. Aku takut bila ken datang ke sini.


Sebelum keberangkatanku ke new york ken menyuruhku untuk menunggunya. Apa daya orang tuaku malah menjodohkan aku dengan kak regi. Memang dulu aku menyukainya tapi, saat kak regi memilih wanita lain aku menjadi tidak punya rasa lagi dengannya.


Dan saat aku mulai mencintai seseorang yang selalu ada untukku. Dia pun datang kembali ke dalam hidupku. Sungguh takdir mempermainkan kehidupanku.


Aku harus berbuat apa dan bagaimana aku bertemu dengan ken dan menjelaskan semuanya.


Aku kembali ke atas pelaminan di sebelah kak regi.


"udah dari toiletnya ?" tanyanya


"iya kak udah !" jawabku


Cesa prov end


Selesai acara aku mengajak cesa untuk beristirahat di kamar hotel.


Aku menyuruhnya untuk mandi terlebih dahulu setelah itu baru aku.


"cesa kenapa kamu keluar kamar mandi lagi ?" tanyaku saat cesa keluar dan menghampiriku


"maaf kak regi, boleh cesa minta tolong ?" tanyanya sambil menunduk

__ADS_1


"minta tolong apa ?" tanyaku


"mmh, tolong bukain resleting gaun cesa ?" jawabnya gugup


Aku hanya tersenyum dan membuka resleting gaunnya. Mataku melotot dan menelan salivaku melihat pemandangan indah. Punggung cesa yang putih dan mulus. Aku hanya terdiam mematung sedangkan cesa berlari ke kamar mandi sambil mengucapkan terima kasih padaku.


beberapa saat kemudian, cesa keluar kamar mandi menggunakan kimono dan menyuruhku untuk mandi.


Saat aku keluar kamar mandi kulihat cesa sedang duduk di kursi rias sedang mengeringkan rambutnya.


Lehernya yang jenjang dan putih membuat mataku tidak bisa berkedip.


Aku pun memalingkan wajahku dan langsung berbaring di atas ranjang memainkan ponselku.


Cesa masih diam di atas kursi riasnya lalu berdiri di depan lemari mengambil selimut dan bantal extra dan menaruhnya dia atas sofa.


Aku pun menaruh ponselku di atas ranjang dan datang mengahampirinya.


"makasud kamu apa cesa ?" tanyaku marah


"maksud kakak apa ?


cesa ngg ngerti !" ucapnya menunduk


"terserah kamu saja aku tidak peduli apa yang kamu mau !" ucapku dengan nada tinggi dan pergi tidur diatas ranjang membelakanginya

__ADS_1


Cesa hanya terdiam tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi.


__ADS_2