Akankah Cinta

Akankah Cinta
episode 29


__ADS_3

"Akhirnya kamu tertangkap juga cesa !


kakak tidak akan melepaskanmu hahah" ucapku sambil memeluknya dari belakang


"kak ampun, hhaha!" ucapnya meminta ampun sambil tertawa


Dan pandangan kami pun bertemu. Aku meraih dagunya dan kudekatkan wajahku padanya.


Cesa menutup matanya seperti memberi sinyal padaku. Ku kecup bibirnya yang manis cesa pun membalas dan membuka matanya.


Ku kecup lagi bibirnya tapi lebih lama kuh*sap bibirnya bergantian antara atas dan bawah lalu ku masukkan lid*hku ke dalamnya. Kutekan tengkuk lehernya untuk memperdalam ciuman kami.


Kulepaskan ciuman kami dan mencium kening cesa dan menatap matanya


"Sepertinya kakak mulai mencintaimu cesa !" ucapku sambil mencium pipinya


"Entah mengapa kakak cemburu melihat kamu bersama orang lain.


Kakak nyaman saat di dekat kamu dan saat kita jauh hati kakak merasa sakit !" ucapku lagi


Cesa hanya terdiam.


"kakak akan menunggumu sampai kamu juga punya perasaan itu kepada kakak !" ucapku sambil tersenyum padanya


"sebenarnya ada perasaan aneh dalam diriku


saat kakak menjauhiku hati ini terasa sakit dan saat kakak ada di dekatku terasa nyaman !" ucapnya


Aku tersenyum padanya

__ADS_1


"kalau begitu bolehkah kakak meminta sesuatu ?" tanyaku


"apa ?" jawabnya mendongakkan kepalanya padaku


"bolehkah kakak menciummu dan memelukmu sesering mungkin ?"


"hahah, sebelum kakak meminta izin bukankah kakak selalu melakukan itu ?"


"Sebenarnya saat kakak melakukan itu ada rasa bersalah takut kamu belum siap cesa !" dengan nada bersalah


"aku istri kakak sudah kewajibanku untuk melakukan apa yang kakak ingin !" ucapnya tersenyum


"bagaimana jika kakak meminta hak kakak ?" tanyaku dengan hati cemas


"apa pun pasti aku berikan kak !" ucapnya sambil tertunduk malu


Tanpa basa- basi aku membawa cesa ke kamar milik kami dan langsung menindihnya di atas ranjang


"jangan di tahan sayang !" ucapku saat cesa membungkam mulutnya dengan tangan saat aku mengusap paha putihnya dan mencium area dadanya


"aaah !" desahnya saat aku mencium leher jenjangnya dan memberi tanda kepemilikkan di sana


Saat aku sudah membuka baju cesa dan juga bajuku. Suara pintu bel dan telponku berdering bersamaan.


Aku pun segera mengambil teleponku dan cesa segera memakai kembali bajunya.


Ternyata mama datang ke apartemenku bersama papa.


Dia menelpon karena mereka sudah ada di depan pintu apartemen.

__ADS_1


Cesa keluar kamar di susul denganku yang segera memakai baju asal.


"mama kira kalian pergi !


dari tadi mama mencet bel ngg di buka-buka !" oceh mama saat aku dan cesa membuka pintu.


"maaf mah kami di kamar tadi !" ucapku bersalah


"mama ini kayak ngg pernah muda aja !" ucap papa


Cesa pun tertunduk malu sedangkan aku hanya tersenyum.


Ternyata kedatangan mama dan papa mengajak kami untuk pergi ke pesta temannya.


Mereka pun duduk menunggu di sofa sedangkan aku dan cesa masuk ke dalam kamar untuk bersiap-siap.


Setelah aku berpakaian aku menatap cesa sambil memanyunkan bibirku.



"haha, kakak jangan memasang wajah seperti itu !" ucap cesa


"habis kakak kecewa, kamu tidak tahu berapa lama kakak menahannya !" ucapku kesal


"cesa janji setelah pulang kakak mau apa, cesa kasih !" ucapnya sambil tersenyum padaku


"benarkah ?


nanti kakak tagih janjimu sayang !" ucapku sambil beranjak memeluknya.

__ADS_1


Setelah bersiap-siap aku dan cesa keluar kamar menghampiri mama dan papa di ruang tv.


__ADS_2