Akankah Cinta

Akankah Cinta
episode 33


__ADS_3

Flashback on


Aku mengajak cesa berjalan-jalan dan pergi nonton ke bandung. Setelah cape berjalan-jalan aku mengajaknya untuk minum di sebuah kedai di sana. Tapi, saat kami duduk dan meminum minuman kami. Sekertaris lim meneleponku tentang masalah kantor.


Aku meminta ijin pada cesa untuk mengangkat telepon sebentar. Saat aku meninggalkan cesa seorang pria datang menghampirinya.


Dia mengobrol dengan pria itu lalu aku menghampiri cesa karena sudah selesai menelepon.


"gimana kak udah nelponnya ?" tanya cesa


"ini kakak kamu yang pernah kamu ceritaiin cesa ?" ucapnya sambil menjabat tanganku paksa


"hai kak, aku alvin teman cesa saat SMA dan kuliah di amerika !" ucapnya


Saat cesa akan membuka mulut menjelaskan pria itu terus saja berbicara tanpa henti. Aku hanya diam saat dia terus berbicara.


"eh, kak aku di panggil temenku !


sampai nanti cesa sayang, bye kakak ipar !" ucapnya pergi meninggalkan kami


Saat alvin pergi meninggalkan kami.


"kenapa kamu tidak bilang aku suami kamu sayang ?" tanyaku emosi sambil duduk di kursi


"aku mau menjelaskan tapi, kakak lihatkan dia tidak berhenti berbicara !" ucapnya kesal


"ya sudah, tapi jangan ulangi lagi berbicara dengan pria mana pun !" ucapku dengan nada tinggi


Setelah itu kami diam. Cesa sibuk dengan ponselnya dan aku pun akhirnya memainkan ponselku karena tidak ada pembicaraan lagi.

__ADS_1



Saat film akan dimulai aku menarik tangan cesa dan menggenggamnya.


"maaf kakak emosi dan marah padamu!" ucapku bersalah


"tidak kak, ini semua salah cesa !" ucapnya


"sssttt, udah kita berdua yang salah


Sekarang nikmatin masa-masa kebersamaan kita ya sayang !" ucapku sambil meletakkan telunjukku di bibir cesa dan mengusap lembut pipinya.


Flashback off


Tak terasa jam makan siang pun datang. Cesa mengeluarkan bekalnya lalu ke pantry mengambil piring untuk kami. Aku menyusulnya ke sana untuk membantu membawa air minum untuk kami.


"terima kasih sayang !" ucapku sambil tersenyum


"iya sayang, kamu yang banyak yah makannya" titahnya sambil mengambil nasi dan lauk untuknya sendiri


Kami pun segera memakan makan siang kami


"sayang, setelah makan siang aku harus pulang ke kantor !


Karena ada meeting dengan client " ucapku sambil mengunyah makanan


"dengan siapa sayang ?" tanyanya


"dengan pak demian dia seorang pengusaha dari kalimantan !" jelasku

__ADS_1


Cesa hanya ber-ohria.


"oh, ya sayang minggu depan kita ke inggirs untuk menghadiri pesta pernikahan gino "


"apa minggu depan ?" ucapnya seperti orang terkejut


"iya, kenapa kamu terkejut seperti itu ?"


"ah, tidak hanya saja waktu tak terasa begitu cepat !"


"iyah, sayang tidak terasa yah !" ucapku sambil mengusap rambut cesa


"nanti kita ke sana sekalian bulan madu sayang, itu hadiah pernikahan dari gino !" tambahku


"lalu kita memberi hadiah apa sayang untuk kak gino ? " tanyanya bingung


"ada rahasia !" ucapku sambil tertawa


"sayang jangan aneh-aneh loh !" ucapnya khawatir


"tenang sayang, aku hanya akan memberi sesuatu yang membuatnya terkesan !" ucapku sambil tersenyum


Selesai makan siang aku pamit pada cesa untuk bertemu client bersama asistenku.


Aku mengecup bibirnya kilas dan berpesan agar pulang bersamaku karena aku akan menjemputnya nanti sore.


Cesa pun mengangguk pertanda mengerti.


Sungguh aku tidak bisa berpisah dengannya. Baru saja berpisah 5 detik yang lalu meninggalkanya. Sekarang aku sudah mulai merindukannya kembali.

__ADS_1


__ADS_2