
Hubunganku dengan cesa menjadi tidak canggung lagi. Aku dan cesa mencoba untuk membuka hati kami kembali.
Kami menghabiskan waktu dengan menonton film di ruang tv.
Kulihat ada tas kantung kecil di meja.
Aku pun mengambil isinya dan melihat ke dalam kantung tersebut lalu bertanya pada cesa.
"cesa ini apa ?" tanyaku pada cesa yang sedang asyik menatap layar tv
cesa pun menoleh kepadaku
"itu permen karet kak, kalo kakak mau ambil aja !" ucapnya kembali menonton
Aku menyimpan kantung tersebut dan mengambil satu permen karet dengan tersenyum lebar. Sepertinya aku punya ide dengan permen karet itu. Aku membuka bungkus permen karet itu lalu memakannya dan membuat balon permen karet ku arahkan pada wajah cesa.
"cesa !" panggilku padanya sambil mendekatkan wajahku
__ADS_1
Dia pun menoleh dan aku menempelkan balon permen karet itu ke bibirnya.
Mataku dan mata cesa bertemu, kulihat dia tersipu malu. Menggemaskan batinku.
"iih, kak regi !" ucapnya mendorong tubuhku sedikit menjauh darinya
"hahah, lihat pipi kamu merah cesa !" ucapku tertawa menggodanya
"ngg , kok mana ?" ucapnya salah tingkah sambil meraba kedua pipinya
"hahah, itu lihat !" ucapku sambil menunjuk kedua pipinya yang memerah.
"iih, ngg kak regi.
Kutarik lengannya dan tubuh cesa seketika terjatuh dan duduk di atas pangkuanku.
"mau kemana ? kakak cuman bercanda kamu jangan marah ya cesa !" ucapku sambil menatap matanya dan tanganku merangkul pinggangnya.
Cesa hanya terdiam, mungkin dia terkejut.
Kami saling menatap dan kudekatkan wajahku ke wajahnya. Semakin dekat jarak antara kami.
__ADS_1
"kak cesa mau ke bawah bantuin mama bisa di lepasin ngg pelukkannya !" ucap cesa
Aku pun mendengus kesal melepaskan pelukkanku pada cesa. Lalu dia berdiri dan pergi meninggalkanku.
Sungguh aku merasa kesal karena sedikit lagi bibirku akan menyentuh bibirnya. Tapi dia malah kabur meninggalkanku.
Aku pun memainkan ponselku dan sesaat kemudian mama memanggilku untuk makan malam. Kulihat cesa sedang menata hidangan di atas meja makan saat aku menuruni tangga.
Saking fokusnya dia menabrakku saat dia berbalik. aku menangkapnya dan membawanya ke pelukkanku
"hati-hati cesa nanti kamu jatuh !" ucapku melepaskan pelukan
"iya kak terima kasih " ucapnya sambil kembali ke arah dapur
Aku duduk di meja makan menunggu papa dan mama. Setelah semua orang berkumpul kami segera menyantap hidangan yang ada di meja makan lalu berkumpul di ruang tv saat selesai makan malam.
Mama dan papa bertanya aku akan tinggal dimana bersama cesa. Aku pun menjawab jika kami akan tinggal di apartemenku yang dekat dengan kantor.
Lalu cesa kembali ke ruang tv setelah mengambil hidangan penutup dan duduk di sampingku. Aku tersenyum padanya dan mengajaknya untuk setuju dengan permintaanku yang ingin tinggal di apartemenku.
Cesa mengangguk mengiyakan permintaaanku untuk tinggal di apartemenku. Aku membelai lembut rambutnya Setelah mengobrol aku dan cesa pamit untuk ke kamar atas untuk beristirahat. Karena besok pagi aku dan cesa akan pergi ke bandara untuk mengantar orang tua cesa kembali ke new york.
__ADS_1
Setelah, perusahaan keluarga cesa mengalami kemajuan pesat di sana. Mereka memutuskan untuk tinggal di sana dan sesekali pergi ke sini untuk menengok perusahaannya.