Akankah Cinta

Akankah Cinta
episode 44


__ADS_3

Setelah kehebohan di kediaman suhendar tentang kehamilan cesa tersebar. Mama regi meminta anak dan menantunya untuk kembali tinggal di sini. Takut menantu kesayangannya kenapa-napa katanya. Kami pun menurut pada mama.


Malam hari di kediaman suhendar saat ini mereka tengah menikmati makan malam mereka.


"sayang, makan yang banyak ya !" ucap mama sambil mengambilkan lauk pauk ke piring cesa


"iya mah !" jawab cesa sambil tersenyum


"mah, kenapa ya regi kok pengen banget mangga muda kayaknya seger gitu!" ucapku sambil mengkhayal asem manis buah mangga itu


"woalah, kenapa kamu yang ngidam re !" ucap sang papa tertawa


"iya ya pah, kok anak kita yang ngidam begitu !" mama pun ikut tertawa


Sedangkan cesa hanya terdiam bingung kepadaku.


"apa tidak apa-apa sayang malam-malam begini makan yang asem begitu ?" tanyanya khawatir


"aku juga tidak tahu tiba-tiba saja aku ingin sekali mangga muda !" ucapku menjelaskan.


Akhirnya, mamah menyuruh bi inah untuk membeli mangga bersama supir kami.


"apa kamu tidak ingin sesuatu sayang ?" tanya mama pada cesa

__ADS_1


"ngg mah, cesa cuman mengantuk aja pengennya tidur !" ucapnya jujur


"waktu mama ngidam sama regi sama kayak kamu gini kepengennya tidur terus !" ucap mama sambil tersenyum


"iya gitu mah ?" tanyanya


"iya, dari pagi sampe sore mama inginnya tidur terus sampe papa regi bilang mama udah kayak kebo !" ucapnya sambil tertawa bersama cesa


"ya udah sesudah makan kamu minum susu hamil kamu terus istirahat ya sayang !" tambahnya


"iya, cesa istirahat saja ya sayang !" ucap papa sambil tersenyum


Cesa pun hanya mengangguk pertanda mengerti.


Mama dan papa regi hanya menggelengkan kepala melihat tingkah anaknya itu. Saat bi inah datang regi menyuruhnya untuk segera membuatkan bumbu rujak dan mengupas mangganya.


Mama, papa dan bi inah hanya menelan air liur melihat betapa regi menikmati mangga yang masam itu.


"maaf tuan muda apa anda tidak keaseman ?


kok bibi ngilu yah liatnya ?" tanya bi inah


yang di anggukki mama dan papa regi

__ADS_1


"ini enak kok seger apa kalian mau coba ?" tanyaku menawari mereka


"sana kasih istrimu saja siapa tahu dia mau ?" jawab mama dan papa sedangkan bi inah hanya menggelengkan kepalanya


Aku pun pergi ke atas untuk menemui cesa.


Saat aku akan menaiki tangga cesa sudah ada di depanku.



"baru aja aku mau manggil kamu sayang !l" ucapku padanya


"emang kenapa ?" tanyanya bingung


"kamu mau rujak mangga ngg ?" tanyaku menawarinya


"terima kasih sayang, aku ngg mau pasti asam rasanya !


aku mau ambil minum aja ke dapur takut nanti tengah malam kehausan !" ucapnya sambil melangkahkan kakinya ke dapur


"ya udah aku akan menyuruh bi inah menyimpanya di kulkas, siapa tahu besok kamu mau !" ucapku sambil mengekori cesa ke dapur dan mengambilkan teko serta gelas ke dalam kamar kami.


Saat aku memejamkan mata entah mengapa aku ingin sekali makan mie aya ditambah bakso. Tapi, aku harus tidur karena besok aku harus bekerja. Dan berencana mengajak cesa makan mie ayam yang ada dekat sekolahku dulu.

__ADS_1


Semoga saja cesa mau ku ajak pergi ke sekolahku saat masih duduk di bangku SMA dulu. batinku


__ADS_2