
Prov cesa
Kulangkahkan kakiku menuju kamar dan menggati pakaianku dengan baju santai. Setelah itu aku pergi ke dapur dan membuat chese cake untuk kak regi. Selesai membuat cake sekalian aku memasak untuk makan malam nanti.
Lalu duduk di sofa sambil memainkan ponselku. Sungguh aku terkejut melihat banyak miscall dan chat dari kak regi.
Aku pun mencoba menghubungi nomor kak regi. Tapi, sebelum tersambung kak regi sudah masuk ke dalam apartemen.
Aku berdiri menyambut kedatangannya. Di lihat dari auranya kak regi sepertinya marah padaku.
"kak regi udah pulang ?" tanyaku menghampiri dan mengambil tas kerjanya
Kak regi hanya diam tidak mengubris perkataanku dan masuk ke dalam kamar.
"bagaimana ini ?
kak regi sepertinya sangat marah kepadaku ?
tuhan apa yang harus kulakukan ?" batinku
Aku pun masuk ke dalam kamar dan melihat kak regi sedang duduk di sofa kamar kami.
"kak regi mau ke mana ?" tanyaku
Sambil menahan tangannya yang beranjak berdiri dari duduknya
"lepas cesa !" ucapnya membentakku
"kak, tunggu cesa mau bicara !" ucapku sambil menangis
"lepas atau kakak pergi dari apartemen ini dan tidak kembali lagi ?" ancamnya dengan nada emosi
__ADS_1
Aku pun melepaskan tangannya dan kak regi pergi keluar kamar.
Semenjak kejadian itu, aku dan kak regi seperti orang asing.
Seminggu sudah kak regi mendiamkanku. Saat pagi kak regi sudah berangkat dan saat aku sudah tertidur lelap dia baru datang.
Aku sengaja menunggu kak regi pulang untuk menyelesaikan masalah kami. Saat kak regi datang aku langsung memeluknya erat.
Kuliht kak regi memalingkan wajahnya saat aku menatap matanya.
"kak tolong jangan siksa cesa seperti ini !" ucapku padanya
Kak regi hanya diam
"aku tahu aku salah tidak mengabari kakak tapi, saat di rumah cesa baru tahu kalo kakak ngehubungin cesa !" ucapku padanya
"lalu karena apa ?
kakak tahu saat kakak ngediemin cesa seperti itu sakit rasanya !" ucapku menangis histeris
"kamu jangan berlagak polos di hadapan kakak cesa !" ucapnya dengan nada tinggi
"maksud kakak apa ?" tanyaku bingung
"kakak tahu kamu punya pacar di belakang kakak !" ucapnya sinis
"pacar ? cesa ngg punya pacar kak !" tanyaku bingung
"lalu siapa yang kamu temui di restoran violet waktu itu ?" ucapnya dingin
__ADS_1
"oh, karena itu dia marah padaku ternyata kak regi sedang cemburu ?" batinku
Aku hanya tertawa pada kak regi
"hahah, apa kakak cemburu ?" tanyaku menggodanya
"siapa ?
kakak tidak cemburu hanya saja tidak pantas seorang istri berpelukan di depan umum di belakang suaminya !"
"walau lelaki itu kakak kandungnya ?"
"apa ?
maksud kamu ?" tanyanya bingung
Aku mendekatkan wajahku pada kak regi
"kak regi yang kemarin cesa temui itu kak edward
kakak kandung cesa !" ucapku meyakinkan
"maaffin cesa kak, udah bikin kakak khawatir dan salah paham cesa ngg bermaksud !" tambahku
Kak regi hanya terdiam dengan ucapanku dan langsung memelukku.
"kak cesa minta kalo cesa salah tolong tegur cesa jangan diemin cesa lagi. sungguh sakit rasanya kak regi seperti itu !" ucapku meneteskan air mata
"maaffin kakak cesa, kakak sudah salah paham padamu. Kakak berjanji tidak akan mengulanginya lagi !" ucapnya sambil mencium keningku
Setelah kesalah pahaman kami selesai. Aku pergi ke dapur menghangatkan masakanku sedangkan kak regi pergi mandi.
__ADS_1