Akankah Cinta

Akankah Cinta
episode 22


__ADS_3

Prov cesa


Kenapa kak regi menjadi marah padaku.


Seharusnya aku yang marah karena dia menggangguku yang sedang memasak.


Apalagi aku risih padanya yang selalu mendekatiku. Apa dia tidak tahu aku penuh dengan keringat. Sungguh lengket sekali.


Selesai memasak aku pergi ke kamar tidak peduli padanya yang sedang memainkan ponselnya di meja makan.


Aku melewatinya begitu saja.


Segera aku masuk ke kamar mandi dan melakukan ritual mandiku dengan cepat.


Setelah mandi aku membuka handuk yang melilit tubuhku dan segera memakai pakaianku di ruang pakaian.


Sungguh aku terkejut melihat kak regi sedang duduk di sofa memperhatikanku.


prov cesa end


Aku hanya terdiam termenung dengan fikiranku. Mungkin aku keterlaluan mengganggu cesa yang sedang memasak. Dan tidak sepatah kata apa pun dia meninggalkanku masuk ke dalam kamar.


__ADS_1


Aku takut cesa marah kepadaku. Akhirnya aku mengendap-endap masuk ke dalam kamar. Kudengar suara gemericik air di dalam kamar mandi. Aku pun memutuskan untuk menunggu cesa di dalam ruangan pakaian.


Aku duduk di sofa ruang pakaian kami. Saat cesa masuk dia hanya memakai handuk di tubuhnya. Dia tidak sadar jika aku sedang duduk di sofa karena dia membelakangiku dan sofa tersebut tepat di belakang pintu. Cesa langsung menuju lemarinya yang ada di sana.


Dia membuka handuknya dan memakai satu-persatu pakaiannya. Aku hanya diam memperhatikan dia sedang berpakaian.


Aku melihat tubuh cesa yang putih mulus tidak ada sedikit celah sedikit pun membuat regi junior bangun dari tidurnya. Di tambah rambut yang basah menetes di punggungnya. Sungguh pemandangan yang luar biasa.


Saat cesa selesai berpakaian dan melilitkan handuknya ke kepala. Dia menoleh ke belakang. Dan terkejut melihatku yang sedang melihatnya.


"kak regi sejak kapan disitu ?" tanyanya


Aku kelabakan saat cesa tiba-tiba bertanya saat itu.


"ha'h aku laper jadi menunggumu di sini !" ucapku memberi alasan


Aku pun menarik tangan cesa keluar ruang pakaian.


"sebentar kak, cesa mau ngeringin rambut dulu !" pintanya menahan tanganku


"ya udah sini kakak bantu !" sambil mengambil haid dryer dan mengeringkan rambutnya.


Cesa pun duduk di kursi rias dan aku berdiri menggeringkan rambutnya.

__ADS_1


"ya tuhan apa cesa tidak tahu dari atas sini gaun tidurnya memperlihatkan belahan dadanya ?" batinku


Cesa hanya fokus pada cermin memakai cream malamnya.


"udah kak ? yuk kita makan pasti kakak laper !" ucapnya mengajakku makan dan menarik tanganku


Aku pun menyimpan hair dryernya dan mengikuti cesa keluar kamar menuju meja makan.


Cesa begitu sigap mengambilkan ku nasi dan lauk pauknya lalu menuangkan air minum. Lalu dia duduk di sampingku.


Sungguh, makanan cesa begitu lezat. Aku sampai menghabiskan makananku dengan cepat.


"kakak mau nambah lagi ?


biar cesa ambilin !" tanyanya


"ngg usah kakk udah kenyak kok !" jawabku


"kakak bantu cuci piring yah ?" ajakku


"ngg usah kak, kakak tunggu cesa di ruang tv aja ya !?" ucapnya lembut sambil tersenyum.


Aku seperti dihipnotis olehnya. Cesa pergi ke dapur membawa piring kotor. Sedangkan aku hanya mematung di meja makan karena melihat senyumnya yang manis itu.

__ADS_1


Kadang aku merutuki diriku yang bodoh. Dulu pernah mempermainkan hati cesa dan lebih memilih putri.


Padahal cesa sangatlah sempurna sebagai seorang istri. Aku berjanji akan selalu menjaganya dan melindunginya.


__ADS_2