Akankah Cinta

Akankah Cinta
episode 1


__ADS_3

Sebelum ku pulang ke rumah ku sempatkan mengunjungi coffe shop yang beradaa di dekat kampus.


Aku duduk di dekat jendela dan seseorang menghampiriku.


"hey, kak boleh ku duduk di sini ?" tanya seorang wanita sambil menunjuk kursi kosong di hadapanku


"cantik" batinku


"silahkan nona !" dengan senyum manis


"aku tania callista " sambil mengulurkan tangannya ke hadapanku.


ku sambut tangannya "aku Regi aditya"


"kamu sendiri di sini ?" tanyanya


" ngg juga !" memberi jeda


"aku berdua dengan bidadari cantik yang entah datang dari mana ?


dan duduk di hadapanku " Lanjutku dengan gombalan


Dia pun tersenyum sambil tersipu malu


" aku kasih tau ya tania, kamu itu jangan senyum seperti itu !" Dia pun menatapku

__ADS_1


"kenapa kak ?" tanyanya bingung


"bikin jantungku ngg sinkron tau ngg ?"


dan blush wajahnya memerah.


Setelah lama mengobrol dengannya aku pamit pun pamit untuk pulang. Tak lupa dia meminta nomorku, aku pun pergi meninggalkannya dan aku pun mengusap pucuk kepalanya.


"kakak pergi dulu ya !" pamitku


"iyah, nanti tania telpon kakak yah !" sambil melambaikan tangannya.


Setelah, pulang ke rumah segera ku berganti pakaian. Karena jam 2 ini aku harus rapat dengan cliet.


Saat di kantor aku terkenal dengan bos dingin. Karena di kantor aku selalu bersikap profesional dan berlibawa tinggi.


Sekertaris lim menghampiriku mengatakan bahwa client sudah menunggu diruanganku.


Kulihat wanita cantik nan dewasa sekitar 26 tahunan. Berada di sana bersama lelaki 10 tahun lebih tua darinya.


Aku kira wanita itu sekertaris lelaki itu ternyata sebaliknya.


"halo tuan presdir ,perkenalkan saya Lidya wijaya pemilik Queen cropp dan ini sekertaris saya pak ken " ucapnya sambil menjabat tanganku


Kupersilahkan dia untuk kembali duduk dan memulai rapat kami.

__ADS_1


Setelah mendapat kesepakatan dan menguntungkan ke dua pihak nona lidya pun pamit meninggalkan ruanganku.


Aku pun duduk di kursi kebesaranku dan nona lim menyerahkan beberapa dokumen yang harus di periksa kepadaku.



Kulihat ada tikus kecil sedang bermain-main dengan laporan keuanganku.


Ku perintahkan nona lim untuk mengurusnya beserta anak buahku untuk mengawasi tikus kecil ini.


Malam semakin larut aku pun memutuskan untuk pulang. Sungguh badanku terasa lelah, Sesampainya di rumah aku pun memutuskan untuk berendam air hangat yang telah di siapkan pelayan. Tak lupa aku memerintahkan pelayan untuk mengantarkan makan malam ke kamarku.


Mama dan papa sudah tertidur lelap saat aku pulang. Aku tak mau mengganggu mereka.


Selesai berendam ku pakai handuk yang tergantung dan keluar kamar mandi menuju ruangan pakainku. Setelah berpakaian kulihat makanan sudah berada di kamarku.


Aku pun segera menyantap makan malamku sambil memainkan ponselku.


Ku lihat ponselku banyak sekali pesan masuk salah satunya pesan dari rina dan tania. Aku pun membalas pesan mereka. Entah mengapa aku ingin tertawa melihat pesan dari mereka berdua.


Mereka sama-sama bertanya aku sedang apa, sudah makan apa belum dan lagi apa. Pertanyaan yang biasa bagiku. Karena, semua wanita yang mengirimku pesan sama persis seperti isi pesan mereka. Apa ngg ada pertanyaan yang lebih buatku greget gitu ?


hahah, mungkin aku terlalu berharap.


Tidak ada obrolan lagi saat mereka bertanya seperti itu. Aku pun memutuskan untuk tidur setelah makananku habis dari 30menit yang lalu.

__ADS_1


__ADS_2