
Aku pun keluar mall menuju parkiran. Saat akan memasuki mobil kulihat cesa berjalan ke arah mobil gino.
Aku pun memanggilnya.
"cesa kenapa masuk ke mobil gino ?" tanyaku sambil mengusap pucuk kepalanya
"kan tadi cesa bareng mereka kak regi !" jawabnya
"kamu masuk mobil kak regi aja cesa kan aku berdua sama kak gino !" ucap kendra
"atau kak gino sama kak regi, aku sama cesa" tambahnya lagi
"udah bro loe sama gue aja " ucap gino
"bukannya mau pulang ?
kan aku sama cesa serumah jadi lebih gampang kalo kita satu mobil ?" tanyaku bingung
"kak regi kita mau ke panti asuhan dulu ngasih semua barang ini ke sana " ucap cesa dengan tersenyum
__ADS_1
"ouh, kakak kira kita langsung pulang
kalo gitu kamu mau sama siapa cesa ?" tanyaku
"cesa sama ken aja yah kak " ucapnya sambil tersenyum
Kami pun akhirnya berangkat dan cesa bersama ken. Sedangkan aku bersama gino sebenarnya ada rasa kecewa di hati ini melihat cesa lebih memilih ken daripada aku.
Setelah, sampai di tempat tujuan kulihat ken begitu perhatian dengan cesa dia tidak membiarkan cesa mengangkat barang bawaan mereka.
Dan dilihat dari sorot matanya ken seperti menaruh perasaan pada cesa.
Aku dan gino juga menurunkan barang bawaan kami. Lalu bu martha yang kutahu namanya dari gino pengasuh yang mengelola panti ini datang menghampiri kami dan mengucapkan banyak terima kasih. Karena telah membawakan mereka bahan-bahan kebutuhan sehari-hari yang mereka perlukan.
Dan ken berlari memeluk cesa dari belakang karena sedang bermain kejar-kejaran dengan anak panti.
Mereka terlihat bahagia, walau jujur dalam hati aku tidak terima cesa sering berdekatan dengan ken.
Karena waktu semakin sore, kami semua pamit kepada bu martha untuk pulang.
Ken dan gino pun memeluk cesa saat berpisah.
__ADS_1
Aku dan cesa pun masuk ke dalam mobil. Ku pasangkan seat belt kepadanya.
"terima kasih kak !" ucapnya
"sama-sama cesa !" jawabku sambil melajukan mobilku
Di perjalanan aku mengobrol dengan cesa, bagaimana dia menjadi donatur tetap di panti tersebut.
Cesa pun bercerita bahwa dirinya sudah terbiasa ditinggal sendiri oleh orang tuanya. Karena perjalanan bisnis dan bu martha dulunya adalah pengasuhnya sejak kecil.
Beliau selalu membawa cesa ke panti tersebut.
Setelah, cesa masuk sd bu martha memutuskan untuk mengambil alih panti tersebut dan keluarga cesa menjadi donatur tetapnya. Sebulan sekali atau lebih cesa pasti datang ke sana bermain dengan anak panti.
Dia bersyukur sejak masuk SMA, ken mau menemaninya ke sana bersama gino.
Sungguh hatinya sangat baik walau dia anak orang kaya tapi, dia tidak pernah menyombongkan kekayaan. Malah sebaliknya dia berbagi kepada orang lain. Lalu
aku pun bertanya bagaimana dia bisa bersahabat bersama ken.
Cesa pun menjelaskan bila ken dalah teman sebangkunya yang selalu menolongnya. Semenjak itu mereka dekat dan menjadi sahabat sampai sekarang dan kak gino. Karena, cesa sering ke rumahnya mereka pun menjadi dekat juga.
__ADS_1
Tidak terasa obrolan kami sampai ke depan rumah. Kami pun masuk yang di sambut mama. Mama pun menyuruh kami untuk membersihkan diri.
Saat sampai depan kamar kami cesa tersenyum padaku dan menutup pintu kamarnya. Aku pun masuk ke dalam kamar.