
Sepanjang perjalanan keheningan terjadi di dalam mobil. Kami pun sampai di depan rumah orang tuaku. Saat cesa membuka seatbelt dan turun dari mobil tanganku menahan lengannya.
"cesa bisa kakak bicara sebentar ?" tanyaku padanya
Cesa pun menoleh ke arahku.
"cesa tahu apa yang akan kakak katakan, sekarang lepas tangan kakak dari lenganku !" ucapnya dingin
Aku pun melepaskan tangannya dan mengekori cesa dari belakang.
"sayang akhirnya kamu pulang !" ucap mama sambil memeluk cesa
"iyaa, mah !" ucap cesa sambil membalas pelukan mama dan mencium pipi mama dan di lanjutkan memeluk papa dan meniciumnya
"mah, regi pulang !" ucapku sambil memeluk mereka bergantian
Setelah itu kami masuk ke dalam rumah dan mama mengajak kami untuk makan siang.
"ayo sini menantu mama duduk di sebelah mama !" ucap mama sambil menepuk kursi di sebelahnya.
Cesa pun duduk di samping mama dan mengambil piring cesa dan mengisinya dengan nasi dan lau pauk.
Aku hanya diam memperhatikan mereka berdua bersama papa.
"gimana regi semalam apakah berhasil ?" tanya papa sambil menepuk pundakku
__ADS_1
Aku pun tersedak dengan ucapan papa yang sedang meminum air
"aduh sayang mangkannya hati-hati " ucap mama
"kamu ini di tanya begitu langsung tersedak !hahah" ucap papa meledekku
Aku hanya tersenyum canggung sedangkan cesa terlihat tidak peduli dan fokus pada makanannya.
Selesai makan cesa membantu membersihkan piring bersama mama sedangkan aku pergi ke kamar berganti pakaian lalu duduk di balkon untuk menenangkan fikiranku.
Aku berfikir bagaimana sikapku terhadap cesa. Apa aku harus mengalah dan mulai belajar mencintai cesa dan menerimanya sebagai istriku. Bagaimana pun pernikahan ini sudah terjadi dan aku harus menerimanya.
Aku tidak mau ada orang ketiga dalam hubungan kami. Apalagi kami seperti orang asing yang tidak saling mengenal. Sepertinya aku harus mengurangi egoku aku tidak mau pernikahan ini berakhir begitu saja. Aku hanya ingin menikah 1x dalam hidupku dan tidak ingin mengkhianati pernikahan skral ini.
"cesa, apa kakak boleh bicara ?" tanyaku padanya saat dia akan mengambil laptopnya
"kakak mau bicara apa ?" tanyanya
sambil duduk di sofa kamar
Aku pun duduk di sampingnya
"cesa kakak minta maaf telah membentakmu semalam " ucapku sambil memeluknya
__ADS_1
cesa hanya terdiam
"kakak marah kepadamu karena kamu memilih tidur di sofa dibanding tidur di sebelah kakak !" ucapku melepaskan pelukan dan memegang kedua pipinya
"kakak ingin kamu menjadi istri kakak seutuhnya !" ucapku lagi
Cesa melototkan matanya
"apa ?" tanyanya
"tidak cesa maksud kakak,
ayo kita mulai pelan-pelan untuk menerima satu sama lain memulai hubungan kita dan menjadi suami istri seutuhnya !"
"kakak tidak mau kita seperti orang asing begini. kakak ingin kamu belajar menerima kakak dan kakak pun sebaliknya.
Apa kamu mau cesa ?" tanyaku mengangkat wajahnya
"baiklah, jika kakak ingin cesa seperti itu
cesa akan belajar menjadi istri yang baik untuk kakak !" ucapnya mengangguk
"terima kasih cesa, kakak janji akan belajar mencintai kamu dan tidak akan melakukannya padamu jika kamu belum siap !"
"janji ?" tanyaku sambil mengulurkan kelingkingku padanya dan cesa meraih kelingkingku
__ADS_1
"janji !" ucapnya sambil tersenyum
Aku pun dan cesa tertawa bersama. Hari baru akan dimulai hari ini. batinku