Akankah Cinta

Akankah Cinta
episode 26


__ADS_3

Sungguh aku menyesal telah mendiamkan cesa sampai dia menangis seperti tadi. Kebodohanku yang dulu terulang kembali.


Aku berjanji pada cesa untuk terbuka padanya dan tidak akan mendiamkan dia bila ada sesuatu yang aku tidak mengerti.


Setelah kesalah pahaman itu selesai aku memutuskan membersihkan diri dan cesa menghangatkan makanan. Sungguh aku rindu dengan masakkannya.


Selesai membersihkan diri dan mengganti pakaian. Aku keluar kamar menuju ruang makan. Di sana cesa duduk menungguku untuk makan.


"kenapa ngg duluan ?" tanyaku menghampirinya


"aku nunggu kakak !" ucapnya tersenyum padaku


"ya udah yuk kita makan !" ucapku duduk di hadapannya


Cesa pun mengambilkan nasi dan lauk pauknya kepada ku.


"cesa, kakak minta maaf telah menyakiti hati kamu !" ucapku menghentikan makanku


cesa pun melihat ke arahku


"seharusnya cesa yang minta maaf kak karena cesa melupakan kewajiban cesa sebagai seorang istri dan tidak mengabari kakak !" ucapnya sedih


"tidak, cesa seharusnya kakak bertanya lebih dahulu dan tidak berasumsi sendiri


kamu tahu cesa semenjak kejadian masa lalu kakak membuat kakak menjadi tidak percaya kepada orang lain !" ucapku menjelaskan


"maksud kakak ?" ucapnya bertanya

__ADS_1


"ngg, lupain aja !


udah kita lanjut makan aja ya !" ucapku mengalihkan pembicaraan.


Selesai makan kami cesa mencuci piring dan aku menunggunya di ruang tv.


Dia membawa kue dan teh kepadaku.


"kak mau cemilan ?" tanyanya sambil menyimpan nampan di meja


"iyah, nanti kakak coba !" jawabku sambil melihat acara tv


Cesa pun duduk di sebelahku dan menonton bersamaku.


Hening yang kurasakan saat kami menonton tidak ada pembicaraan di antara kami.


"hmm, pantas saja cesa tidak bersuara ternyata dia tertidur !" gumamku


Aku membelai wajahnya dan menyingkirkan rambut ke telinganya.


Sungguh cantik cesa saat dia tertidur, apa dia lelah sampai tertidur begini ya. batinku


Mataku fokus pada bibir merahnya yang terlihat menggoda. Ku kecup pelan bibirnya takut cesa terbangun. Tapi dia tidak terbangun ku kecup sekali lagi lebih lama. Setelah puas aku pun menggendong cesa ke dalam kamar dan membaringkannya ke atas ranjang.


Lalu aku meyelimutinya dan berbaring di sebelahnya dan kubawa cesa dalam pelukkanku.


Saat aku bangun cesa sudah tidak ada di dalam kamar tapi, bisa kucium aroma masakkannya. Aku pun segera mandi dan memakai pakaianku.

__ADS_1


"cesa apakah kamu berjalan-jalan dengan kakak hari ini ?" tanyaku menghampiri cesa yang sedang memasak


"ke mana kak ?" tanyanya sambil menunda masakkannya dan menoleh ke arahku


"Entahlah, mari kita berkencan ?


setelah menikah kita tidak pernah melakukannya !" ajakku


Cesa menganggukkan kepalanya dan setelah kami sarapan. Kami pergi untuk berjalan-jalan menyusuri kota.


Selama perjalanan aku tidak pernah melepas genggamanku pada cesa.



Kami akhirnya sampai ke taman dan aku mengajaknya untuk melihat sekeliling taman tersebut .


Cuaca pagi yang menyejukkan dan sinar mentari yang belum begitu panas membuatku dan cesa bisa berjalan santai di sana.


Setelah, kami merasa lelah karena mengelilingi taman. Kami pun duduk di kursi taman saling bersenda gurau.


Menceritakan diri kami masing-masing yang belum aku ketahui.


Aku baru tahu cesa hanya bisa bertemu kakaknya jika ada pekerjaan di sini.


Aku jadi merasa bersalah karena, waktu aku mediamkannya.


Kakak cesa datang ke rumah untuk bertemu denganku.

__ADS_1


Tapi, aku malah belum pulang dan aku berjanji lain kali akan menemui kak edward.


__ADS_2