
Aku mengikuti cesa ke dapur yang sedang mencuci piring.
"kalo sekarang boleh kakak peluk ?" tanyaku memeluknya dari belakang dan berbisik di telinganya
"kakak kamu membuatku terkejut !" ucapnya menoleh ke arahku
"aku bukan hantu kenapa kamu sekejut itu ?" tanyaku bingung
"hahahah, kakak ini membuatku tertawa saja !" ucapnya sambil tertawa terbahak-bahak
Aku memeluknya sambil memperhatikan cesa selesai dengan cuciannya.
"kak lepas, nyuci piringnya udah !" ucapnya manja dan cesa pun berbalik ke arahku
"kakak mau puding ?" tanyanya sambil mengalungkan tangannya ke leherku
"kamu bikin puding ?" tanyaku menatap wajahnya
"iya, lepasin yaah.. cesa mau ambil di kulkas dulu !" ucapnya sambil mencubit pipiku
"ya udah kakak tunggu di ruang tv aja ya !" sambil melepaskan pelukan dan pergi ke ruang tv.
Tak lama cesa pun datang membawa puding dan air ke ruang tv.
"kak, cesa boleh bicara sebentar ?" tanyanya sambil menyimpan nampan di atas meja dan duduk di sampingku
"kamu mau bicara apa ?" tanyaku sambil membelai rambutnya
"Apa cesa boleh kembali bekerja ?" sambil menatapku
__ADS_1
"kamu bekerja ?
bekerja di mana ? " tanyaku bingung
"cesa kerja di perusahaan papa kak, boleh yah ?
cesa janji ngg akan ninggalin kewajiban cesa sebagai istri !" ucapnya menunduk
"kakak ngg ngelarang kamu yang penting kamu bahagia dan tidak mengingkari janji kamu !" ucapku menyentuh hidungnya
"terima kasih kak, cesa pasti nepatin janji cesa !" ucapnya sambil tersenyum.
Karena, malam sudah larut aku dan cesa memutuskan masuk ke dalam kamar.
Kami membaringkan tubuh kami di atas ranjang lalu tertidur.
Seminggu kemudian...
"kakak udah bangun ?
baru aja cesa mau bangunin kakak !" ucapnya sambil duduk di kaca rias
Aku tidak menjawab pertanyaan cesa. Sungguh aku terpesona melihat cesa memakai pakain formal seperti itu. Aura kecantikan dan kedewasaannya begitu terpancar.
"kakak, cesa udah nyiapin air buat kakak mandi !" ucapnya lagi
Aku pun tersadar dari lamunanku
"ah, iya kakak mandi dulu cesa !" ucapku sambil tersenyum dan pergi ke kamar mandi
__ADS_1
Saat aku keluar kamar mandi. Ranjang tempat tidur sudah rapih dan pakaianku sudah diatas ranjang. Segera aku memakainya dan ku langkahkan kakiku ke ruang makan dan duduk di sana. Menunggu cesa membawa makanan.
Saat cesa datang aku tersenyum padanya.
"kakak ini sarapannya !" ucapnya gugup di hadapanku sambil menyodorkan sandwich dan susu hangat
"iya, ayo kita sarapan bersama cesa !" ajakku sambil menarik lengan cesa untuk duduk
"iya kak !" jawabnya sambil duduk di sebelahku
"kakak anter ya ke perusahaan papa kamu ?" tanyaku sambil memakan sarapan
"ngg ngerpotin kakak gitu ?"
"kamu kan istri kakak sayang !" ucapku sambil mengusap pipinya
Cesa hanya terdiam,
Selesai sarapan aku menarik tangan cesa untuk pergi ke kantor. Aku mengantarnya ke perusahaan.
Cesa pun pamit dan melambaikan tanganya padaku.
Setelah itu aku pergi menuju kantorku.
Baru saja aku duduk di kursi kebesaranku. Rasa rindu melanda. Padahal baru saja aku mengantarnya berangkat ke kantor.
Di fikiranku hanya ada cesa, seminggu mengambil cuti sepertinya kurang untukku yang biasanya aku masih bermanja-manja padanya di pagi sampai malam hari. Hari ini aku harus kembali ke rutinitas biasaku.
__ADS_1
Rasanya ingin sekali waktu cepat berlalu dan menemuinya.