Akankah Cinta

Akankah Cinta
episode 43


__ADS_3

"astaga, apa aku tidak salah dengar alvin ?" tanyaku


"kalian ini kenapa malah bengong ?" tanya alvin


"regi, sebaiknya aku buatkan janji dengan dokter afgan speasialis kandungan gimana ?


yah, untuk memastikan !" ucapnya


"apa tidak ada dokter perempuan alvin ?" tanyaku dingin


"kenapa dia dokter yang hebat !" ucapnya tanpa beban


"aku tidak mau, aku tidak ingin dokter laki-laki !" ucapku kesal


"hahah, suami mu sangat pecemburu cesa !" ucapnya malah menggoda cesa


"baiklah, aku pergi banyak pasien yang menungguku di rumah sakit !" tambahnya


"eeh, kamu tidak bisa seperti itu alvin meninggalkan kami saat diagnosa itu mengantung !" ucapku menahan alvin untuk pergi


"aku hanya bergurau regi, ayo cesa kubantu untuk ke rumah sakit ?" tanyanya sambil membantu cesa bangun


"kau ini mencari kesempatan saja ?" ucapku ketus


"itu salahmu karena semenjak tadi terus melamun !" ucapnya meledekku


Aku segera mendorong alvin menjauh dari istriku dan menuntunnya ke dalam mobil.

__ADS_1


"hati-hati sayang !" ucapku pada cesa yang masih terlihat lemah


"regi apakah aku supirmu ? sampai aku duduk sendiri menyetir di sini ?" tanya alvin


"kau ini sungguh cerewet sekali alvin !


sudah ayo kita berangkat !" ucapku kesal


Alvin pun membawa mobilnya pergi ke rumah sakit dan langsung ke ruangan dokter kandungan.


"apa tidak ada dokter wanita ?" tanyaku saat aku dan alvin menunggu di luar ruangan


"kau ini cerewet, tenang saja dia tidak akan macam-macam !" ucapnya membuatku kesal


Setelah menunggu beberapa saat. Akhirnya aku di panggil oleh dokter itu. Dan terlihat cesa meneteskan air mata.


tapi cesa hanya terdiam


"tuan regi, selamat istri anda sedang mengandung !" ucap dokter sambil menjabat tanganku


"apa dokter ? istri saya hamil !" ucapku tak percaya


"selamat ya cesa !" ucap alvin pada cesa


"iya, kandungannya sudah memasuki 4minggu dan saya akan memberikan vitamin dan obat anti mual untuk nyonya cesa !" ucap dokter


Dan aku memeluk cesa dengan erat.

__ADS_1


"terima kasih sayang ! akhirnya kacang kecil tumbuh !" ucapku bahagia


Selesai di periksa aku dan cesa pamit pada dokter alvin dan dokter afgan untuk pulang. Tidak lupa aku mengucapkan terima kasih padanya.



"sayang aku tidak percaya akan menjadi seorang ayah !" ucapku sambil mengusap perut cesa yang masih rata di dalam mobil


"iya, aku juga sayang !" ucapnya


Aku mengecup kening cesa. Lalu kami pulang dari rumah sakit ke rumah orang tuaku.


"menantu kesayangan mama akhirnya kamu hamil sayang ?" ucapnya bahagia sambil memeluk cesa


"iya ma !" ucap cesa membalas pelukkannya


"saat regi menelpon mama meminta supir menjemput kalian di rumah sakit tadi mama mau ikut karena takut terjadi apa-apa dengan kalian ! tapi regi bilang jika dia tidak membawa mobil karena kalian pergi bersama naik mobil doter alvin untuk memeriksa kandunganmu sayang !" jelasnya bersemangat


"mama langsung menyuruh regi membawa kamu pulang ke sini !" tambahnya dengan bahagia


"mama bahagia sekali akhirnya mama akan segera memiliki cucu !" ucapnya lagi


Mama begitu antusias dengan kehamilan cesa. Terlihat dari wajahnya yang dari tadi menebar senyum bahagianya. Menanti kehamilan cesa yang sejak lama ia nantikan.


Mama pun langsung memberitahu berita bahagia ini pada orang tua cesa. Cesa pun langsung menghubungi kak edward dan ken jika dirinya sedang mengandung saat ini.


Sungguh aku masih tidak percaya aku dan cesa di beri kepercayaan ini oleh tuhan.

__ADS_1


__ADS_2