
Kulangkahkan kakiku masuk ke dalam kamar. Sekarang aku jarang sekali bertemu dengan cesa karena kesibukkanku mengerjakan skripsi dan bekerja.
Saat aku pulang cesa sudah masuk ke kamarnya. Dan saat aku sarapan pagi dia sudah berangkat pagi-pagi sekali.
Dan di saat weekend pun cesa tidak pernah ada di rumah.
Bibi pernah berkata bila cesa sedang sibuk dengan sekolahnya. Karena sebentar lagi ujian. Orang tua ku pun sibuk tidak pernah ada di rumah. Setelah perjalanan bisnis mereka.
Semenjak acara nonton dengan putri aku belum bertemu lagi dengannya. Jujur kesibukkkanku hanya bisa mengirim pesan dan menelponnya saja.
Aku bersyukur putri mengerti dengan keadaanku ini. Dan tania dia selalu datang ke kampusku untuk menemuiku.
Tapi, aku selalu menghindarinya dan saat dia datang ke rumah aku pun menginap di rumah gino.
Setelah aku memberi mengancam akan melaporkannya kepada tunangannya. Akhirnya tania tidak pernah menggangguku lagi di bantu oleh gino sahabatku.
__ADS_1
1 tahun kemudian...
Aku datang ke rumahh putri untuk merayakan satu tahun usia pacaran kami. Aku datang membawa kue dan cincin untuknya. Tapi, saat aku di depan pintu rumahnya seperti tidak asing dengan mobil yang terparkir di sana.
Seperti mobil rey, aku mendengar suara desahan di dalam rumah itu. Aku pun mengintip di luar jendela. Sungguh bagaikan petir di siang bolong rey sedang mencumbu putri di dalam sana. Tanpa basa-basi aku pergi meninggalkan rumah putri dan masuk ke dalam mobilku.
Aku pun melajukan mobilku tanpa arah, Dan saat di jalanan sepi aku menepikan mobilku di sisi jalan. Aku keluar mobil dan diam di dalam kegelapan malam.
Sungguh aku masih tidak percaya dengan apa yang aku lihat. Rey sahabatku semenjak SMA ternyata mengkhianatiku.
Setelah, menenangkan fikiran aku pun pulang ke rumah. Di dalam rumah nampak sepi karena 3 bulan yang lalu cesa di jemput oleh keuarganya untuk pergi ke amerika melanjutkan kuliah di sana.
Kesibukkanku bekerja dan wisudaku waktu itu membuat aku dan cesa menjadi jauh. dan di saat dia pergi pun aku tidak bertemu dengannya.
__ADS_1
Saat aku pergi ke kantor mama dan papa menatapku yang dari tadi hanya diam tanpa suara. Aku berangkat ke kantor tanpa pamit kepada mereka.
"pah, anak kita kenapa yah ?" tanya mama
"entahlah mah, mungkin ada masalh di kantor ?
nanti papa tanyakan ya mah !" ucap papa
Papa pun pamit untuk bekerja meninggalkan mama. Tidak lupa mama mencium kening mama dan mama pun mencium punggung tangan mama.
Di kantor aku mencoba melupakan masalahku dengan bekerja dan terkadang lembur. Putri selalu menghubungiku dia bertanya aku kemana saja yang tidak pernah mengirim pesan atau menelponnya.
Aku mengabaikan semua pesan darinya.
Karena, setelah anak buahku menyelidiki putri. Sungguh aku malas meladeninya, Saat kutahu ternyata putri sebenarnya bermain di belakangku semenjak SMA bersama rey sahabtku. Rey sengaja membuat putri mendekatiku semata-mata untuk balas dendam pada keluargaku. Karena, dia tidak suka menjadi yang kedua di mata orang-orang yang selalu melihatnya.
__ADS_1
Selalu di nomor duakan dalam segala hal. Dan di saat dia akan menembak putri, aku yang terlebih dahulu menembaknya.
Karena, putri mempunyai hutang pada keluarga rey. Akhirnya putri menuruti semua permainan rey.