Akankah Cinta

Akankah Cinta
episode 37


__ADS_3

"cesa apa kamu baik-baik saja di dalam ?" tanyaku sambil menggedor pintu kamar mandi.


Cesa pun membuka pintu dan mengeluarkan kepalanya di balik pintu.


"sayang aku lupa bawa handuk !" ucapnya menggigil kedinginan


"astaga sayang, kenapa kamu tidak panggil aku sih ?" ucapku memarahinya dan segera mengambil handuk di dalam lemari dan melilitkannya ke tubuh cesa


"aku malu !" ucapnya tertunduk


"apa ? kenapa kamu masih malu padaku sayang ?" ucapku terkejut


"aku takut bila aku meminta tolong padamu nanti kamu menyangka bila aku sedang menggodamu !" ucapnya sambil keluar dari kamar mandi


"kamu ini sayang, kamu tidak menggodaku saja sudah membuatku tergoda !" ucapku sambil memeluk cesa dari belakang


"sayang lepaskan aku mau ke ruang pakaian !" sambil berusaha melepaskan pelukkanku


"aku tahu kamu kedinginan sayang jadi aku mau membuatmu hangat terlebih dahulu !" ucapku sambil menariknya ke ranjang tempat tidur


Regi pun melepaskan handuk yang melilit tubuh cesa dan melemparnya ke lantai lalu membaringkan cesa di ranjang.


"sayang lepaskan !" ucapnya ingin lepas dariku dan berusaha bangun dari posisinya saat aku akan menindih tubuhnya


"kenapa ? suamimu ini sedang menginginkanmu sayang !" ucapku sambil mencium lehernya

__ADS_1


"aku sedang datang bulan !" ucapnya sambil mendorong tubuhku dan menatap mataku


"jangan membohongiku sayang, itu tidak lucu !"


"aku tidak bercanda ! kumohon lepaskan aku !" ucapnya memohon


Aku pun melepaskan cesa dan membiarkannya ke kamar pakaian untuk memakai pakaiannya. Beberapa saat kemudian cesa keluar dari ruang pakaian tersebut.


"aku menyesal tidak melakukannya di pesawat tadi !" ucapku kesal


"kenapa kamu marah padaku ?" tanyanya


"karena kamu membuatku menjadi sakit kepala sayang !"


"apa mau minum obat ?" tanyanya polos


"tidak perlu !" ucapku ketus


"maaf sayang saat aku membuka pakaianku tamu itu datang tanpa permisi !" ucapnya bersalah


"iya, tidak apa-apa !" ucapku masih kesal


"berapa lama tamunya akan pergi ?" tanyaku


"seminggu !"

__ADS_1


"apa seminggu ? jadi aku harus menahannya selama itu ?" ucapku tidak percaya


"iya sayang..hihi" ucapnya sambil nyengir kuda


"astaga apa aku bisa menahannya apalagi melihat tubuh istriku ini yang selalu membuat junior menegang dibuatnya !" batinku


Dari pada aku tersiksa begini aku memutuskan untuk mengajak cesa pergi makan ke foodcurt yang dekat dengan apartemen.


Di sana kami duduk di kursi panjang bersama pengunjung lain.


Kebetulan saat sakit kepala begini ramen pedas bisa membuat perasaanku lebih baik.


Kami pun memesan dan menunggu pesanan datang. Setelah makanan datang aku dan cesa langsung memakan makanan kami



Selesai makan cesa mengajakku untuk mampir ke minimarket untuk membeli sesuatu katanya. Aku menunggunya di depan minimarket.


Entah mengapa anak sekolah yamg sedang menongkrong di sebelahku selalu memperhatikanku. Dan saat cesa keluar dari mininarket. Dia langsung bersikap manja dan menggelayut di atas lenganku.


Aku tersenyum padanya dan mengusap rambutnya lembut. Membuat iri semua pasang mata yang melihatnya.


Kami pun pergi dari minimarket itu sambil aku menggenggam erat tangan cesa dan sesekali mencium punggung tangannya.


Sungguh kami saat ini sedang dimabuk cinta, setiap detik, menit atau jam aku hanya ingin berdua dengannya dan selalu bersamanya.

__ADS_1


Semoga kebahagiaan kami bisa abadi selamanya. Itu yang aku inginkan sekarang bersama cesa. Karena semakin hari rasa cintaku padanya semakin besar.


__ADS_2