
Saat diperjalanan aku tidak henti-hentinya memandangi wajah cesa.
"kakak nyetirnya yang bener dong jangan liatin cesa terus !" ucapnya kesal
"habisnya kamu cantik sayang, kakak jadi pengen egois kayaknya !" ucapku
"egois gimana kak ?" tanyanya bingung
"kakak tidak ingin kecantikan kamu dilihat orang lain hanya kakak yang boleh melihatnya !" ucapku sambil mengusap pucuk kepalanya
"ih, kakak ini sekarang pintar banget buat ngegombal !" ucap cesa tersipu malu
"kakak serius sayang, entah mengapa kakak takut bila kamu diambil orang lain !" ucapku sedih
"kakak jangan berbicara seperti itu, karena menurutku pernikahan itu sesuatu yang sakral jadi aku tidak mau ada orang lain di pernikahan kita !" ucapnya tulus
"kakak beruntung mendapatkan istri seperti kamu sayang, walau usia kamu masih muda tapi, pola fikir kamu sangat dewasa !" ucapku mencium punggung tangan cesa
Cesa hanya tersenyum.
Kami pun sampai di hotel tempat acara berlangsung. Mama dan papa mengajak kami untuk masuk ke dalam.
Di sana kami disambut oleh tuan rumah presdir chang sahabat dari papa.
Cesa bertanya sambil berbisik padaku sebenarnya ini pesta apa.
Aku pun mejelaskan jika papa menjalin kerja sama pembangunan hotel dan resort. Dan hari ini pesta pembukaannya.
__ADS_1
"apa kabar presdir chang ?" ucap papa sambil memeluknya
"baik pak tito, kami sudah menunggu anda untuk memulai pesta ini !" ucap presdir chang
Presdir chang menoleh ke arah cesa
"nona cesa anda di sini ?" tanyanya
"apa kabar paman chang ?" ucap cesa menjabat tangan presdir chang
"baik, presdir cesa suatu kehormatan anda bisa datang ke sini !" ucap presdir chang
"cesa apa kamu mengenal presdir chang ?" tanyaku dan papa
"dia rekan bisnis cesa !" ucapnya sambil tersenyum
Acara pun dimulai papa dan mama sibuk dengan rekan bisnis mereka. Mama menyuruhku untuk menemani cesa yang terlihat bosan.
Aku mengajaknya duduk ke suatu ruangan jauh dari ramainya orang-orang
Mataku terus memandangi cesa yang duduk dihadapanku.
"kakak kenapa melihatku seperti itu ?" tanyanya
cupp...
__ADS_1
kucium bibirnya yang merah
"semenjak tadi kakak tidak bisa menahan untuk mencium bibirmu sayang !" ucapku sambil memegang dagunya
Aku pun membawa cesa ke kamar hotel di lantai paling atas yang memang telah di siapkan papa dan mama untuk menginap.
Saat kami masuk ke dalam kamar aku langsung memeluknya dan mencium leher jenjangnya.
Setelah itu membaringkannya di atas ranjang. Kubuka jas dan kemejaku dan menindih tubuh cesa.
Cesa memejamkan matanya, aku langsung mencium dan mel*mat bibir merahnya. Dan tanganku tidak tinggal diam menyentuh gunung kembarnya yang besar.
"aah,,," desah cesa saat ciumanku turun ke bawah
Aku membuka gaun miliknya dan membuka celanaku lalu melemparnya ke sembarang tempat. Setelah itu aku memasukkan juniorku ke dalan milik cesa.
Cesa meneteskan air matanya
"sakit kak...." ucapnya sambil meremas pundakku
"tahan sayang sebentar lagi ngg akan sakit kok !" ucapku sambil berusaha memasukkan junior dan bibirku melum*t bibir cesa
Setelah berhasil menerobos dinding pertahanan cesa aku memaju mundurkan milikku ke dalamnya.
Desahan cesa membuatku bersemangat untuk terus melakukannya.
Aku pun merasa sesuatu akan keluar dari junioku dan seketika tubuhku tumbang diatas cesa.
__ADS_1
"terima kasih sayang !" ucapku mencium keningnya dan turun dari atasnya lalu memeluknya mengajak untuk tidur.