
aku berjalan keluar dari Butik Jess..
kembali aku mengingat, mengapa Candra begitu bergantung dengan Cristin. Rupanya ini jawaban semuanya.
aku terus berjalan menikmati suasana malam yang agak lenggang. pulang menuju Halte busway harmoni...din...din...din...diiiinn..din...
Ni mobil rese amat siihhhh....aku berbalik badan...
"Nona bogel(pendek, Cenderung kurang proporsi) sini masuk.."
"RIICCCHHHIEE.....!!" hampir semua yang ada melihat ke arahkun
Dalam resto Dimsum
"lo makan banyak juga ya."
"gw laper kali. mumpung di traktir, gw makan lah. kan gw kan anak Kost."
"ahahaa....eh sebentar...(melihat Hp)" Richie terdiam sesaat..
"Els...lo tau Candra kemana?"
"Engga...gw kan nomernya di Blok sama dia. mau Wa ato tlp gw ga bisa. jadi manatau.."
"Els...ini..." Richie menunjukan foto dari hpnya.
Astagaa..!! Ini foto Candra dengan Cristin. masuk hotel, jalan berdua dan berpelukan di jalan.
"nih Hp lo." aku mengembalikan ke Richie.
"lo gapapa?"
"gw ga papa...malah gw masih laper nih..hahaha..." aku mencoba tertawa sekuatku..
"Mila yang kirim ke gw. Dia ada di Milan berlibur disana."
"bukan urusan gw Richie. kami memang akan menikah, tapi ada beberapa batasan yang tidak boleh kami lewati...
dan salah satunya ini. jadi....ehm...aku minta foto itu deh.."
Richie mengirim foto itu lewat aplikasi Whatsapp. aku pasti suatu saat membutuhkan ini.
rasanya di hati ini kok aneh, agak tertusuk dan nafasku menjadi berat saat melihat lagi foto ini.
"by the way...lo mau ga kerja di Hotel Empat Musim, mereka butuh finance. karena ada perombakan total di internal mereka."
tawaran Cukup bagus. aku sudah 3 tahun stuck posisis ini, aku jenuh.
"tapi aku mau menikah , dan Bu Amel juga bulan depan akan Cuti melahirkan. lmposible Richie...tapi...biar aku coba dulu saja."
"Baiklah..oia kalau ada teman kamu butuh sewa apartement. bilang aku ya..aku punya satu unit kosong. di daerah kemayoran sih..."
"kalo aku yang sewa..dapet diskon kah?"
Richie menghentikan makannya, "lo kan bisa tinggal di tempat Candra kali. ngirit lo, mumpung dapet tempat tinggal gratis."
"buat jaga - jaga aja." jawabku menghabiskan mie dan Dimsumku.
*****
aku berbaring di Ranjang kostku. pikiranku melayang mengingat fitting baju tadi.
'sebetulnya...richie lumayan juga, cuman....aku akan menikahi Candra..'
--------
"Elsa...Sorry kalo gw lancang... kalo gw ketemu lo lebih cepet, rasanya gw bakal nikahin lo aja"
aku tersedak...uhuk...uhuk...
"eh..ini minum cepet."
aku langsung meninum ocha dingin itu. "uhuk....lo gila apa kesurupan???"
"gw serius els...lo itu....beda.... dan hati lo itu cantik..jadi aura cantik lo itu dari dalam."
"udah..lo gausah sok ngelantur ya.."
"engga..gw serius. mungkin gw jatuh cinta pada pandangan pertama...."
------
argh....si kampret itu bikin aku jadi baper kan...allah...
bobo ajalah...besok masih kerja keras bagai kuda.. aku terlelap tidur.....
bbzzt...bzzzt...bzzt...
bzzt..z
bzz....bzzz...
hp Elsa berbunyi terus menerus...entah terlalu lelah ato kenyang. ia tidak menyadari, hingga akhirnya Elsa terbangun pukul 09.00 pagi...
duduk di atas ranjang tidurnya. Elsa melakukan peregangan pada tangan dan pungungnya.."aaaahh....hoaaamm....enaknya bangun siang."
mengambil Hp di atas meja..."ha! 20 missed call..(id caller aplication) semua dari Candra..??
sejak kapan dia tidak mem'block lagi nomerku...?"
bzzzt....bzzztt...."Halloo?"
"CEPETAN BUKA PINTU KOST LOO!!!!"
telfon di tutup...'kenapa sih ni orang, abis jalan bareng pacarnya jadi sensi..'
aku berjalan membuka pintu kamar kostku. aku melihat Candra, kenapa dia begitu bersinar dan tampan pagi ini... ah aku ngelantur, ini kan pagi dan matahari jreng banget bersinar.
"silakan..." aku bergeser mundur agar Candra bisa masuk..
Candra berjalan masuk, membawa banyak sekali kantong belanjaan. Candra melihat keadaan sekitar. tidak ada kursi, ia langsung duduk di pinggiran tempat tidur Elsa.
__ADS_1
"Candra...ada masalah apa, kenapa pagi hari udah sampe kostku..?" Elsa mengucek kedua matanya. nyawanya belum sepenuhnya sadar.
"ini kado dari Cristin, katanya kamu harus memakai di malam pengantin. tapi aku ga boleh buka apa isinya."
aku hanya menganggukan kepala. Bersandar di meja rias depan Candra.
"ini juga ada oleh - oleh. gw kemarin dari Milan sama Cristin. Gw inget lo punya tas udah mulai harus ganti. ini gw ada beli tas, baju sama coklat.
baju nya bisa lo kasi buat mama,kakak sm ipar lo juga.
Oia gw lupa, ini sepatu dari temen gw yang desainer sepatu. Dia bilang ga bisa dateng, jadi dia kirim ini sebagai kado.
gw liat isinya sepatu kerja, jadi gw rasa lo butuh ini. dan....ini ada kado dari siapa, gw ga tau namanya.
Soalnya di kirim ke kantor gw. lo buka deh.."
aku mengambil kotak kecil bertuliskan 'Happy Wedding'. wajahku memang sedang kesal dengan Candra.
aku membuka pita dan kotak tersebut...isi nya....Gelang Cartier..bertuliskan Tiff and Co..
ada surat di dalamnya...
'Elsa...maafkan aku, aku tidak pernah bisa dan berani secara langsung meminta maaf atas apa yang aku pernah lakukan.
aku juga tidak cukup Gentle untuk mengakui. jika aku sudah bermain belakang dengan mu.
tapi aku bahagia, kamu mendapat laki - laki seperti Candra..
kamu tak perlu lagi bekerja terlalu keras.
kamu bisa menikmati hidupmu.
Selamat Elsa...
Jimmy...'
Candra menarik kertas itu. aku sempat kaget dan Candra mulai membaca.
aku mengambil gelang itu.. sangat Cantik.. kilau nya bisa membuat mataku terhipnotis.
aku mencoba gelang itu. begitu pas, aku mencoba mengingat...
---'saat kami (jimmy dan aku) masih bersama, kami pernah pergi ke mall dan masuk ke toko perhiasan, dan...aku begitu menginginkan gelang ini..
tapi..pada saat itu uang kami sama - sama tidak ada, jadi kami pergi keluar dan melupakan gelang itu.
"pokoknya, aku janji.. suatu saat aku bakal kasih gelang itu ke kamu sayang. dan kamu harus janji buat nyimpen itu ya." Jimmy berbicara sambil menggandeng tanganku.
aku memandang Jimmy dan membalas "iya sayang, tapi jangan sampai melupakan kewajiban kamu sebagai anak ke orang tuamu."
kami kemudian tersenyum dan melanjutkan jalan - jalan kami.'---
Candra berdiri mendekatiku, berdiri depat di depanku. Ia melihat gelang tersebut.."lo masih mau make tu gelang?"
"iya, gelang ini udah gw pengen dari dulu. anggep aja ini kado pernikahan buat gw."
mimik wajah Candra kesal. "Dan aku membawa sekian banyak buah tangan ga satupun kamu sentuh? lo masih lebih berat sama ni gelang?"
"Candra sakit..please...lepasin tangan gw..."
Candra tersadar dan melepaskan tangan kiriku. aku berjalan duduk di pinggir tempat tidurku. yap....kami bertukar posisi..
aku membuka satu persatu apa yang Candra bawa. kini tiba hadiah dari Cristin. aku membuka perlahan, isinya..'baju tidur satin dengan belahan dada rendah, panjang baju pas di pinggangku.'
"bagus juga kado itu. pakailah kalo kamu suka." Candra tersenyum nakal kepadaku.
aku bangkit berdiri meninggalkan Candra. kemudian Candra menarik pinggangku. memaksaku duduk di pangkuannya.
wajahnya begitu dekat denganku. Aku bisa merasakan detak jantungnya....
wajahnya terasa semakin dekat...kemudian bibir kami bertemu, saling menumpahkan rasa kangen antara kami.
sentuhan Candra sepertinya menginsyaratkan sesuatu. ia tak sepenuhnya melampiaskan rasa ingin bertemu denganku.
"jawab jujur Els...apa kamu bertemu Richie.."
"iiiyaaahh...iya...Ca....candra..." aku terbata - bata dan berat menjawab.
Candra melepaskan dekapan nya, duduk di atas tempat tidurku. "ayo bangun!!"
aku duduk dan mulai mengatur nafasku.
"kamu itu tuli ato bodoh sih !" Candra menaikan nada suaranya.
"maksud kamu Apa??"
"aku sudah pernah bilang jagalah jarak dengan Richie. dia itu orang jahat, kamu tau dia menghamili stella tapi juga membawa stella dan bayi dalam kandungannya ke dalam kematian.."
"maksud kamu??"
Candra duduk mengambil Hpnya, membuka galery. menunjukan Foto pernikahan Richie. "ini istri Richie?"
"iya....Stella Dawrin...mereka menikah dengan paksaan karena takut video dewasa mereka tersebar. tak lama setelah menikah, Richie membelikan Stella mobil.
saat stella pergi berbelanja sendiri dengan mobil itu. mereka kecelakaan hebat. hingga terbakar...
hasil investigasi polisi, rem mobil serta kabel bahan bakar ada sabotase, sehingga berhenti dan membakar habis mobil."
"..."
"Richie menjadi tersangka tunggal saat itu. tapi tidak pernah Richie mengakui itu ulahnya, agar asuransi Stella jatuh ke Richie.
aku rasa itulah karma atas apa yang keluarga Richie lakukan ke aku dan Hangga..!"
"terus hubungannya sama aku apa?"
Candra melotot ke arahku, "kamu emang bodoh ya, dia itu orang jahat!"
"apa bedanya dengan kamu?"
"maksud mu tu apa???!"
__ADS_1
aku melipat tangan di atas dadaku. "iya kamu sudah mau menikah. tapi kamu malah sibuk travelling sama Cristin.
dan dia kan istri orang, sedang kamu itu tunangan orang juga !! soal Richie mau karma atau apa, out of your bussineess Candra. lo juga ga lebih baik dari dia.."
"kamu Cemburu?"
wajah Elsa memerah, "engga..cuman gw kaya ga punya harga diri lo tau?"
"Mila pasti yang memberi tahu kamu..oke..aku memang pergi dengan Cristin. tapi ini yang aku maksud kenalilah Batasmu."
"Batasku?" Elsa mengernyitkan dahi.
"iya....kamu tahu isi kontrak kalo dilarang mencampuri urusan masing - masing. ini salah satunya."
"kalau begitu aku juga punya hak dong. kamu ga bisa melarang aku!"
"hanya berlaku untuk pihak pertama yaitu aku. kamu sama sekali tak punya hak apapun. kecuali Hak untuk setiap bulan menerima uang dariku. dan Hak untuk menerima uang dan segala pemberian dariku. hanya 2 hal itu! Paham!"
aku diam tanpa kata. aku hanya punya 2 Hak dari Candra.. tapi dia begitu banyak memberiku batasan.
Egois!
licik!
Jahat!
****
Pagi itu kami harus datang ke gereja, dan ke tempat resepsi kami Begitu pula final fitting dengan Jess..
"kamu kok ngelamun aja Els. Besok udah hari H lho..jangan banyak pikiran." Jess merapikan gaun yang aku pakai.
"GAWAT....GAWAT...GAWAT!!!" Supir Candra masuk ke dalam Bridal Jess.
"Tuan muda, maaf ini saya dapet telfon dari orang dekor. mereka tanya foto prewedding tuan kok tidak ada?"
Candra langsung melihat supir itu kemudian memukul dahinya.."aku lupa."
Candra lupa bahwa kami belum pernah foto berdua. apalagi foto pre wedding! aku pikir memang kami tidak akan berfoto.
"Yasudah Foto aja sekarang, jess..kamu punya fotografer private kan, panggil dia...
kemudian..Pak Ojik(Supir) Tolong pinjamkan atau carikan properti foto ya..
kami ijin foto disininya jess,???" aku memasang tampang memelas.....
"aaarghhh!! yaudah...jangan pasang tampang gitu dong....
udah Cepet...Dayang - Dayang....kita punya project 1000 Candi!!" Jess menepuk tangan memanggil anak buahnya semua..
kami berfoto di area Bridal Jess, mulai sofa ruang tunggu, sudut jendela, hingga lemari baju jess yang banyak kaca...
"ni take terakhir ya...lo kaya meluk Elsa dari depan, terus lo mau nyium dia..ga usah beneran cium gapapa.." Rianty mengarahkan gaya kami...
"lo beneran Cium dia juga gapapa..." jes tersenyum kepada kami.
selesai sudah acara foto tersebut. "ini Master datanya dan udah gw edit sebisa gw. Jadi,lo bisa pake buat besok. tolong kasih tukang dekor lo aja."
Rianty memberi Flash Disk Pak Ojik, "baik makasih ya neng. saya pergi nail ojol dulu aja
takut ga keburu. non Elsa, kunci mobil udah saya kasih ke Tuan Muda."
"Baik Pak Ojik, terima kasih ya. Bapak hati - hati." Pak ojik meninggalkan kami.
aku berjalan keluar mencari candra. nah...itu dia di samping dengan Jason. aku mencoba menguping pembicaraan mereka,.
"Jadi fix nih, lo nikahin tu perempuan?"
"menurut lo? Pilihan papa, ya udah gw ngikut aja. lagipula dengan gw nikahin dia, kemudian gw berpisah. status gw bakalan sama kaya Cristin. dan Cristin ga perlu malu lagi."
jason menyalakan rokok ramping merk Esse, "Lo kenapa sih, masih mikir Cristin. lo punya perempuan baik - baik. mandiri juga dia, ga bergantung sama lo. kalo soal wajah sm badan, bisa lah poles dikit. Toh dia juga wajahnya memang kalah dari Cristin, tapi Elsa tu engga bosenin."
"lo pikir? gw merasa berutang budi sama Cristin. Dia ada saat gw di titik terjatuh. tapi saat dia di posisi gw......gw ....gw engga bisa apa - apa......
gw malah menyerahkan dia menikah sama duda gatel itu. Gw makanya mau menebus salah gw."
"Terus lo harus gitu menikah sm Cristin? lo bisa kali Can, cari hal lain. lo berteman baik sama Cristin."
"ya! Gw harus Nikahin Cristin. segera!"
"lo ga pernah tanya apa dia bahagia sama suaminya? siapa tau mereka memang saling mencintai, kan ada tu beberapa orang yang punya ketertarikan dengan lawan jenis yang jauh lebih tua.
mungkin aja Cristin begitu. kalo Bini lo ini, dia kan....."
"Dia tu cuman butuh duit. Gw rasa di hatinya dia tu ga ada selain duit.."
"maksud lo??" Jason makin penasaran.
"Gw dari pertama ketemu sorry...mulai deket sampe gw tidur sama dia dulu. Dia itu dalam masalah keuangan keluarga nya. Bahkan gw inget dia sering gak makan biar ngirit duit.
Banyak duit yang udah gw kasih buat dia, sampe gw udah lupa berapa banyak. Tapi gw sadar......gw ga mau dia kebawa perasaan.
Tuhan malah mempertemukan gw lagi sama dia..." Candra memandang langit malam Jakarta.
"lo sadar? Alam semesta aja meminta lo kembali sama dia. Saran gw, coba buka hati lo. kasian Elsa dia bener setia sama lo.
dan gw bisa lihat dia Cinta sama lo."
"kalo dia cinta tapi gw ga? udahlah gw mau balik. Capek gw foto begitu." Candra berjalan masuk ke dalam.
Elsa berdiri mematung di balik pintu....Candra membuka pintu....dan..."Kamu disini?"
Elsa mengangkat kepala nya, sambil menghapus air matanya. "Ya...ayo balik....Gw capek banget..." Elsa berjalan keluar menuju mobil Candra...
Elsa berdiri di pintu mobil sebelah kiri. "Kuncinya? lo ga mau balik?" Candra diam dan menyusul Elsa..
"Gw balik ya Jas...bye.."
"makasih ya jess..balik dulu..." Elsa melampaikan tangan ke Jason.."Hati - Hati..." balas Jason...
"kasian dia...wanita malang, mencintai lelaki berhati keras." Rianty menaiki motornya.."Jes, balik ga sama aku?"
__ADS_1
"Eh tunggu dulu dong sayang...aku kunci sama matiin lampu dulu.." Rianty menunggu Jason di atas motor ninjanya...