Aku Bukan Pilihanmu

Aku Bukan Pilihanmu
BAB 27


__ADS_3

aku ke dalam kamar Candra. Merapikan barang bawaan dan baju kotorku. Candra datang dan memberiku baju tidur lain.


kali ini setelan baby doll warna pink dengan corak bunga lili. "kamu tau aku suka bunga lili Cand?" aku bertanya reflek.


"oh iya? ini kebetulan atau memang semesta mengariskan takdir kita menyukai bunga yang sama." Candra mulai ngawur bicaranya.


"Candra.....please...ini bukan kamu. jujur lah apa yang terjadi?" aku duduk di ujung tempat tidur. Candra menyusul duduk di sampingku.


aku memegang dan memainkan kain baju tidurku. Candra membuka suara, "sejujurnya aku juga tak ingin seperti ini Elsa.."


"lalu?" aku menegaskan suara.


"aku terpaksa...." Candra melihat langit kamar nya.


"setelah kamu pergi dari apartemenku...mama mengajak bertemu...."


*5 bulan lalu*


di sebuah restoran di area bandara Soetta - Jakarta


"Hallo menantu..."


"iya ma..." Candra duduk berhadapan dengan Mama Elsa. tampak Bu Ayyah duduk agak jauh dengan Mama Elsa.


"Maaf kan tante, kalau tante mengganggu waktu mu. cuman tante ga mau merepotkan Elsa dan Martha.. makanya Tante minta ketemu disini. "


"tidak apa - apa...mama...panggil nya mama saya, kan Candra sekarang juga menjadi anak mama."


"terima kasih Candra." mama tersenyum walau mulutnya tidak bisa bergerak sempurna. namun artikulasi dan nada dari tiap kata yang keluar dari mulut mama masih terdengar jelas.


"mama mau minta maaf, jika kamu menanggung pengobatan dan hidup mama. apalagi kamu sekarang suami Elsa...mama..mama berterima kasih, kamu mau menerima kami keluarga yang jauh di bawah kalian secara materi...." mama mulai menahan tanggis nya.


"ma...saya menerima Elsa bukan karena apa - apa. tapi.. saya tulus menerima Elsa, dia perempuan Mandiri, kuat namun juga wanita yang lemah dan sensitif.." Candra tersenyum mengingat kenangan bersama Elsa...'maafkan aku ma...' ucap Candra dalam hati.


"Joko tidak pernah memberi tahu saya, kalau dia menjodohkan kalian. mama sendiri malah tidak punya niat sedikit pun... untuk mengatur masa depan anak mama...


tapi yang mama mau sampaikan..


Elsa itu wanita lemah, dia lahir saja sudah dengan keadaan sulit...usia tante dan penyakit bawaan tante, yang seharusnya tante bisa kontrol. agar Elsa jangan sampai ada....


Tapi...Tuhan punya rencana indah buat kami. makanya dia bisa lahir dan tumbuh hingga saat ini...." Candra terdiam mendengar mama Elsa.


"Setelah papa nya pergi, semua orang bilang papa Elsa bangkrut dan menjadi gila. makanya terdengar gosip papa Elsa bunuh diri. padahal yang terjadi serangan Jantung papa nya pada malam itu membuat kami tak mampu berbuat apa pun...


sebelum kejadian malam itu, kami mencoba mencari pinjaman untuk membawa papa Elsa berobat....tapi semua pintu tertutup....tak ada satu pun yang mempercayai keadaan kami tidak punya apapun...jangan kan uang, beras saja kami tidak ada...," mama Elsa mulai menangis.....


Candra mengambilkan Tissue untuk mama. mama menerima dan menghapus air matanya. "maaf mama engga kuat kalo inget semuanya..selepas papa nya pergi, hampir setia hari ada tukang penagih hutang datang...


mulai yang halus hingga yang kasar, sampai berkata Elsa jual diri saja untuk membayar semuanya.


ajaib Candra, Elsa membawa uang 10 juta. membantu mama melunasi hutang mama. banyak sekali hingga harta kami habis...Mama sendiri membuka warung dan menerima jasa menjaga anak di rumah. agar kami bisa makan."


'maaf kan Candra,ma...uang itu Candra beri dengan imbalan Elsa harus melayani Candra.' ucap Candra dalam hati.


"kuliah nya pun Elsa mendapat beasiswa jadi bisa menolong sekali. mama ingat jarang sekali ada makanan di rumah. Elsa sering menahan lapar, demi bisa makan dan menutupi kebutuhan nya. Elsa kadang harus membuka laundry sendiri dan bekerja paruh waktu di restoran agar Elsa bisa dapat uang tambahan..."


mama meminum Teh hangat, dan mengambil nafas untuk melanjutkan ceritanya. "Ternyata keterpurukan tak selamanya bersama kami. Elsa sebelum lulus sudah mendapat pekerjaan di kantor konsultan managemen di Semarang. sejak saat itu kariernya bagus, hingga saat ini.....


yang mama mau minta....


tolong...bahagiakan Elsa....dalam hidup nya sudah banyak kesusahan dan kesedihan...


memang mama tak pernah berbicara ke Candra, baru saat ini maafkan mama yang terlalu banyak bicara....


tapi mama percaya kamu bisa membawa Elsa untuk mengerti apa itu bahagia dan Cinta...


mama sedih melihatnya harus bekerja keras untuk mama. sudah saat nya ia memikirkan masa depan nya.....


bahkan soal cinta pun, Elsa seperti tak ambil pusing..bagi nya hidup dalam kemiskinan itu lebih menakutkan daripada tak punya pasangan hidup...tapi..kalian sudah menikah..." mama memegang tangan Candra.


"pesan mama...mama titip Elsa, jaga dia ya. sayangi dia, bahagiakan dia, jangan buat dia bersedih dan.....hidup rukun dalam Rumah Tangga kalian. kalau bahagia itu kalian bisa ciptakan...selebihnya mama sudah ikhlas tugas mama sudah selesai.....menjaga anak mama hingga Berumah Tangga..."


Candra hanya menganggukkan kepala. mama tersenyum dan menghapus air matanya.

__ADS_1


---


aku terpaku mendengar Candra. membisu. dan tak tau harus bicara apa. aku menghapus air mataku yang keluar.


"jadi itulah kenapa aku..."


"cukup Candra!"


aku berdiri dan menghela nafas, "jangan paksa dirimu, untuk menciptakan rumah tangga seperti di film ato cerita novel. Kembali lah saja pada tujuan awal mu. jangan karena kasihan dengan mama ku, kamu memperlakukan kami berlebihan." aku mempertegas maksudku.


"apa salah nya kalau kita menjalani hidup rumah tangga sebenarnya? seperti orang lain, Elsa...apa salah nya kalau batasan yang aku ciptakan ini, aku lewati sedikit. memberi apa yang mama kamu harapkan."


"sudahlah, biar mama menjadi urusanku. kamu uruslah hidupmu dan dirimu." aku berjalan ke kamar mandi.


Candra langsung menarik Elsa dan membanting ke tempat tidur. "aku ga peduli, kamu mau bilang aku gila! Tapi, berikan aku kesempatan Elsa."


kemudian Candra bangun dan keluar dari kamar. Meninggalkan Elsa sendiri dalam kebingungan.


dulu begitu bersemangat Candra berpacaran denganku. begitu mudah juga ia menghilang meninggalkan ku dan anak kami.


kini sudah lebih dari 8 tahun berlalu. kenapa segalanya menjadi makin sulit ku pahami. atau aku hanya memandang ini sebagai hal yang berlebihan? Oh Tuhan Maha Esa.....apa rencana indahmu kepadaku?


aku membuka kedua mataku, sinar matahari masuk dari tirai jendela yang terbuka. aku bangun dan duduk di tempat tidur.


"tidurmu nenyak Elsa?" Candra menyapa, ia baru saja keluar dari kamar mandi.


"iya Candra....rasa nya enak sekali, aku tidak pernah tidur se'enak ini.." aku meregangkan kedua tanganku...


Candra tersenyum dan menghampiriku. ia menyodorkan gelas teh, aku mencium aromanya..hhm...rempah - rempah yang harum.


"minum lah, ini baik di minum pagi hari." aku mengambil gelas tersebut dan meminum nya. rasa nya sedikit pahit getir, namun ada rasa manis di ujung.


"ini enak dan segar..apa ini Can?" Candra mengambil gelas dan meletak kan di meja sampingku.


"ini resep dari mama dulu, mama pintar meracik jamu. Aku iseng menemukan resep mama, dan tulisannya bisa mengembalikan kesehatan rahim habis bersalin." raut wajahku langsung berubah.


"Tenanglah Elsa...ini juga bagus untuk kesehatan wanita, melancarkan peredaran darah. hanya beberapa herbal asli bukan berisi bahan beracun..." jelas Candra kepadaku.


Candra mendekati dan mengecup kening ku. "aku tunggu di bawah, kita sarapan dan jalan ke RS ya..." aku mengangguk pertanda setuju.


aku bergegas mandi dan membersihkan diriku. badanku rasanya lebih segar, seingatku semalam aku tertidur. Candra kembali pun aku tak tau, yang aku rasa....ketika aku tertidur, aku memeluk bantal..bantal hangat dan aroma nya memberikan kenyamanan.


aku mengenakan Dress merah muda dengan aplikasi pita berwarna putih. aku turun ke bawah menyusul Candra.


rupanya Candra menunggu di ruang makan. di atas meja tertata 2 piring dengan nasi goreng di dalam nya. "sini, sarapan dulu Elsa."


aku menyusul duduk dan mengambil alat makan di samping piringku. aku mulai memakan nasi goreng tersebut.


"rasanya enak sekali, aku baru kali ini makan nasi goreng enak sekali. Bibi pasti pintar memasak Cand..." aku makan dengan lahap.


"aku yang masak Elsa.." jawab Candra.


"uhuk..." aku tersedak dan mengambil minum.


aku meminum agak banyak air putih. sungguh memalukan.


"maaf aku tidak tahu Candra..." aku meletak kan gelas dan kembali makan nasi goreng buatan Candra.


Candra tersenyum, "aku pernah sekolah di luar negeri. tapi papa ku sama sekali tidak mengirimkan cukup uang. jadi aku belajar memasak, membersihkan rumah dan menjual hasil masakan ku ke sesama mahasiswa disana. hasilnya aku bisa mengambil kursus pajak disana....kalau uang ku habis, dulu cristin meminjamkan kepadaku. jadi aku banyak berhutang ke Cristin."


aku yang tadinya kagum, menjadi kurang tertarik dengan cerita nya. selalu ada Cristin ya, hanya dia yang kamu ingat amat berjasa.


tapi benar juga, apa jasaku?


hanya menyelamatkan Candra agar mendapat Saham terbesar, sebagai anak paling tua..


"Elsa...kok diem?" tanya Candra.


"aku dengerin kamu, ga mungkin kan lagi bercerita aku malah menyela." Candra tersenyum, "kamu memang wanita pintar..."


kami bersiap memasuk kan barang kami ke dalam bagasi. aku mengambil album foto dari bagasi mobil Candra. buku berwarna biru muda dengan tulisan kecil "to my lovely son"


aku membuka album tersebut. di halaman pertama ada foto bayi, tapi aku tak jelas perempuan atau laki - laki. ada tulisan di samping nya.

__ADS_1


Selamat datang ke dunia anak ku Candra Adiwinata. Hari ini, Selasa 14 February 1988. Hari ini mama melahirkan mu setelah perjalanan bisnis yang jauh sekali nak..


kamu adalah anak hebat nak, ketahuilah mama bisa melahirkan mu walau keadaan kesehatan mama kurang baik....


Bahkan dari dalam perut mama, kamu ikut kemana saja mama pergi menemani papa...


nak...mama - papa sedang merintis bisnis ini.


Berjanjilah kamu akan bisa membawa nya untuk lebih besar lagi.....


Mama begitu menyayangi Candra...


tapi maafkan mama..mama hanya perempuan miskin penyakitan. mama hanya menyusahkan papa... mama sering pingsan dan masuk RS saat menemani papa..


Tapi mama bisa merasakan begitu besar cinta papa kepada mama. papa bahkan rela kehilangan kontrak milyaran demi menemani mama.....


Candra tahu? pertama kali papa - mama bertemu?


Papa kamu mencari minuman ke kios jamu kakek. Papa mu begitu kurus, dekil dan tidak punya uang. tapi kakek merasa iba dan memberikan makan minum gratis untuk papa. saat papa pamit pun kakek memberi beberapa bekal uang untuk papa,Nak..


tak di sangka pertemuan itu membawa papa kembali,nak.. Suatu hari di bulan Desember, hujan seharian mengguyur desa mama...


tak ada 1 orang pun datang membeli jamu. mama sedih karena akan makan apa besok? kakek pun sedang sakit karena kelelahan mencari rempah....


Tiba - tiba ada mobil mewah berhenti persis di depan mama. seorang pria keluar dengan pakaian rapi dan memakai payung warna hitam. mama pikir apa mau beli jamu sore begini...ternyata dia papa mu nak...


papa kembali dan langsung melamar mama.....


aku membalik ke lembar berikutnya. ada Foto pernikahan, dan foto keluarga. aku rasa ini foto om Joko dan tante Susan dulu. ada surat lagi di lembar ke 4. ada foto ulang tahun anak laki - laki dengan angka 10 di atas kue nya.


Candra....selamat ulang ke-10 sayang. maaf kan mama harus meninggal kan Candra. maaf mama ga datang di sekolah. mama harus menjalani kemoterapi lagi, Nak.


Candra, mama berdoa untuk mu, sehat lah selalu. jadi lah lelaki yang kuat, jadilah lelaki yang berjiwa besar....


Cintai lah istrimu seperti mama mencintai papa. maafkan mama - papa jika suatu saat kami harus berpisah...


bukan mau mama - papa atas hal ini. tapi..mama tidak mau papa mu sendiri di hari tua nya nanti...siapa yang akan merawatnya? siapa yang akan menyiapkan sarapan papa?


siapa yang akan di ajak papa untuk menemui kolega nya?


keputusan nanti, adalah yang terbaik nak untuk kita semua....


mama juga percaya cinta papa tak akan pernah habis. maafkan lah kami nak.....


aku bersandar ke pintu mobil. aku membuka lembar berikut nya. banyak foto Candra, dia sedang bermain basket. sedang bersama seorang wanita. seperti nya ini Cristin, dan ada foto Candra bersama mama nya. sangat Cantik bu Susan, pantas saja papa Candra tak berfikir lama dan langsung melamarnya.


aku membuka lembar terakhir album ini...


P**uncak Rasa Cinta sesungguhnya adalah merelakan dia yang kamu cinta pergi untuk bahagia.


ingatlah kata - kata itu nak.. jangan pernah memaksa orang yang kamu cintai bertahan dengan mu. Apalagi kamu tahu bertahan dengan mu sama saja menyakiti nya...


itulah yang mama - papa lakukan...


mama membiarkan papa menikahi dia, karena mama mencintai papa.


jika papa dan mama terus bersama, hanya akan berakibat lebih menyakit kan untuk papa...


maafkan lah kami nak..


kami mencintai mu dan Hangga.....


"kamu kok bisa nemuin buku itu?" Candra menarik album foto tersebut. kemudian memasuk kan ke dalam bagasi mobil.


sepertinya Candra tidak suka aku membuka album foto tersebut. Aku langsung masuk ke dalam mobil dan duduk manis di samping supir.


Candra membuka pintu sampingku, "ayo keluar.."


"maksudnya.? aku kan mau ke RS ama airport.." aku bertanya kebingungan..


"ya paling engga kamu duduk di kursi belakang sama aku, Elsa...." Candra melipat tangan nya di depan dadanya.. menungguku keluar dan pindah ke kursi penumpang di belakang.


"maaf....." pintu pun tertutup dan kami pergi keluar dari rumah Candra...

__ADS_1


__ADS_2