Aku Bukan Pilihanmu

Aku Bukan Pilihanmu
BAB 36


__ADS_3

aku mengumpulkan sekuat tenaga untuk bangun dari sofa. aku berusaha berjalan menuju kamar mandi. aku ingin sekali mandi dan membasuh wajahku. aku berjalan perlahan, aku begitu takut dengan keadaan ku sekarang. begitu lemah sekali, berbeda dengan keadaan ku dulu.


aku memilih berbaring di kamarku. entah mengapa aku masih enggan tidur sekamar dengan Candra. kepalaku pusing sekali, aku memejamkan mata ku.


kring....kring...


"haloo..Bu,maaf bu menganggu..ini kami di telpon sama pak Jo dari pusat. soal Jurnal bulan lalu bu.."


"sambungin aja nanti ke saya. "


aku menutup panggilan ponsel ku. baru saja aku ingin memejamkan mata. ponselku berdering kembali.


aku membuka mataku, owh...ini auditor kemarin..apalagi maunya.


"halo..."


"bu ini saya mau minta jawaban, mengenai selisih dan penyelesaian dari beberapa berkas. sama ini bu bisa di bantu foto dari invoice pihak ketiga......"


"Pak, waktu bapak memerika tempat kami kan dua minggu. apa bapak masih kurang waktu untuk mencari sendiri apa yanh bapak butuhkan? satu hal lagi, bapak datang ber sepuluh! waktu exit meeting juga di sampaikan oleh ketua bapak, jika tidak perlu ada komunikasi atau pertanyaan seputar audit setelah ini. jika bapak mau, silakan ambil sendiri ke kantor kami. saya tidak punya waktu untuk memfoto atau memfotokopi untuk anda..."


"tapi bu ini kan tanggung jawab ibu.."


"anda tau! ini waktu istirahat saya, dan saya baru pulang dari RS. jadi jika terjadi apa - apa dengan saya. anda yang tanggung jawab, ingat pak! tanggung jawab saya selama periode anda audit. lepas dari itu.. Bukan urusan saya. salah anda tidak membereskan semuanya."


aku kesal dan mematikan ponselku langsung. aku meletakkan di atas meja samping tempat tidurku. aku memejamkan mata ku kembali.


*********


"good morning Mr.Cheng...how is your day?" Candra bersalaman dengan Mr. Cheng.


"hallo Candra.. look's good..."


"okey lets start all the deal......" Candra mulai membacakan perjanjian kerja sama mereka. segalanya berjalan lancar.


"okey Candra, about the deal. next week can we have dinner? with our wife..." candra berfikir sebentar. "alright Mr. Cheng."


"see you Candra..."


"see you Mr.Cheng. and thank you..." candra mengantar Mr.Cheng keluar ruang meeting mereka.


Candra berjalan kembali ke ruang kerjanya. candra terus memikirkan vitamin yang di lihat nya.


'Blackmores...aku pernah melihat Cristin meminum...tapi papa juga minum vitamin merk itu....'


Candra duduk di ruangan nya. tangannya mengepal di depan mulutnya, siku tangan Candra bertumpu pada meja. 'sepertinya ada yang Elsa sembunyikan. aku coba saja hubungi dia...'


Candra mengambil ponsel dari laci meja nya. menekan kontak Elsa, memanggil. "nomor yang anda tuju, sedang tidak aktif. silakan hubungi beberapa saat lagi."


"lah...Elsa kok mati HP nya..." candra menekan intercal 5015. "pak Toni, apa schedule saya setelah ini?"


"Bapak bebas sampai malam, hadiah untuk Cristin sudah saya masuk kan kursi belakang di mobil bapak.."


"terima kasih Pak Toni." Candra mematikan Intercall dan mengambil jas hitam, serta tas kerja Candra.


candra keluar dari ruangan dan melewati meja Rani, sekretaris nya. "Rani, saya mau bawa istri saya ke dokter. semua acara mendadak cancel sampai besok."


"istri bapak?" ucap rani, dengan nada sengau. wanita berusia 25 tahunan dengan rok mini biru serta stocking hitam. kemeja yang slim fit dan menunjukan dada nya yang tegak.


"iya. istri saya. Elsa Nirmala." jawab Candra mempertegas.


"maaf pak, saya baru denger Bapak manggil 'Istri' ke perempuan itu." Rani mulai mencibir Elsa.


"maksud kamu?" Candra memandang Rani dan mengeryit kan dahi. mimik wajah candra kurang suka dengan jawaban Rani.


"ya gimana ya pak... body Bu Elsa itu kan pendek, gendut juga. ga ngebentuk body goals pak. dan seinget saya dia juga kan kuliah di kampus apa itu ga jelas...coba saya pak..saya aja sam...."


"sampe apa?! denger satu hal Rani, sekali lagi saya denger dari mulut kamu. kamu bilang istri saya seperti itu. jangan pernah datang ke kantor lagi!


denger ya Rani! istri saya saja menjadi manager, dengan kuliah di kampus ecek - ecek buat kamu. lha kamu? apa?


istri saya sarjana, assistant dosen bahkan level manager!? saya jika tak salah ingat, kamu itu cuman kuliah 4 semester ya di Public Relation."


muka Rani berubah kecut dan cemberut. Candra mendekat ke arah kepala Rani. "kamu itu cuman menggantikan Bu Zila cuti melahirkan. jadi jangan banyak tingkah, atau kamu saya kembalikan ke tempat seharusnya." kemudian Candra meninggalkan Rani.


wajah Rani merah karena malu. bukan apa, banyak orang yang mendengar saat Candra berbicara. banyak yang telah membicarakan Rani.

__ADS_1


benar saya, ia naik jadi sekertaris. padahal sebelum nya hanya seorang OG(office Girl). Saat Bu Zilla kontraksi dan harus langsung melahirkan Rani yang membantu hingga ke rumah sakit. makanya Bu Zila berhutang budi dan memintanya menggantikan selama cuti melahirkan.


tapi, rupanya Rani sudah besar kepala. ia lupa siapa dia dan bagaimana harus bersikap kepada atasan dan keluarga nya. pernah suatu waktu Elsa memerintah Pak Toni dengan kasar untuk mengantar pulang ke apartemen Candra.


padahal saat itu Elsa sedang tinggal bersama Candra. Candra juga pernah marah saat Rani datang ke acara meeting dengan pakaian serba minim. Candra merasa salah memilih pengganti sementara Bu Zila. untung minggu depan Bu Zila sudah kembali.


**********


Candra menempelkan kartu akses apartemen Candra. pintu pun terbuka, Candra masuk dan melihat ke arah sofa. kosong tidak ada siapapun, Candra menoleh ke arah dapur. kosong juga, kemudian Candra berjalan ke arah kamar nya. Elsa tetap tidak ada.


kemudian Candra ingat semalam Elsa tidur di kamar depan. Candra meletakan Jas di Capstock khusus Jas di ruang kerja nya. begitu pula dengan Tas kerjanya.


Candra kemudian berjalan ke kamar depan. canda mengetuk.


tok...tok...


tak ada jawaban, Candra kemudian menekan Handle pintu. hawa dingin pendingin kamar langsung menyapa Candra. Candra melihat Elsa sedang tertidur di atas tempat tidur.


Candra masuk perlahan dan duduk di pinggir tempat tidur Elsa. Candra membelai rambut Elsa.


Candra mengecup kening Elsa, berbisik di depan wajah Elsa. "Aku akan menyalahkan diriku, kalau sampa terjadi apa - apa dengan kamu Elsa... terima kasih pelajaran dua bulan ini, hidup ku menjadi sepi tanpa kamu."


Candra naik ke atas tempat tidur Elsa. Candra tidur di samping Elsa dan tangan kiri Candra memeluk Elsa dari atas selimut tebal nya. Candra ikut memejamkan mata, menikmati saat bersama Elsa.


Jam menunjuk kan pukul 02.00 siang. Elsa terbangun dan melihat tangan Candra memeluk nya. Elsa tersenyum manis memandang Candra. Kemudian Elsa menepuk telapak tangan Candra.


"Cand....bangun..."


Candra langsung membuka kedua mata nya. Di lihat nya Elsa tersenyum sangat manis. "Elsa..kamu udah bangun...?"


Elsa mengangguk, "yuk cari makan, udah siang gini. Kalo engga salah kamu bilang mau nengok Cristin. Dia habis melahirkan bukan?"


"Ah iya..." Candra duduk dan perlahan bangkit dari tempat tidur Elsa.


Mereka bersiap di kamar masing - masing. Elsa mengenakan dress panjang sampai sebatas lutut. Dengan warna peach dan corak hijau daun yang cantik. Kemudian Elsa memasukkan obat yang di beri oleh Dokter putri. Memasukkan nya ke dalam tas Jinjing nya. Dan keluar dari kamar.


Candra telah menunggu nya di sofa depan tv. Candra sedang menelpon seseorang. Tapi setelah melihat Elsa telpon tersebut berakhir.


"Yuk Elsa..." ucap Candra sembari bangun dari tempat duduk nya..


"Tunggu...."


Elsa berhenti dan memutar badan nya ke arah Candra. "Ya? Ada apa Cand?"


"Begini El....besok malam, kamu ikut makan malam dengan ku apakah bisa ? Aku ada acara dinner dengan kolega baru ku. Dan dia meminta membawa pasangan masing - masing."


Elsa menghela nafas perlahan, "selama kamu tidak keberatan, dan juga bisa membantu kamu, aku akan membantu. Aku juga masih dalam waktu libur. Jadi aku bebas Cand...."


Kemudian Candra mendekatiku, dan mencium keningku.


Ah Tuhan...begitu hangat sentuhannya.


Candra mengandeng tanganku, kemudian berjalan bersamaku keluar dari apartement Candra.


Kami menunggu lift hingga terbuka, kemudian masuk dan lift tertutup. Lift berjalan turun ke tiap lantai hingga tiba di lantai basement. Kami keluar dari lift dan posisi tangan ku masih di gandeng oleh Candra.


Kami berhenti di belakang mobil Candra. "Cand...tangan ku?"


Candra melihat tangan kiri ku yang masih dalam posisi di genggaman nya. "Oh iya..."


Candra melepaskan genggaman tangan nya. Kemudian berjalan menuju kemudi mobil.


Aku tak begitu memperhatikan, aku langsung masuk ke tempat duduk samping Candra. Ini kali kedua aku duduk disini. Di tempat ini, nampaknya aku akan sering duduk disini sementara waktu.


Mobil pun menyala dan berjalan keluar area parkir apartement.


********


Mereka memasuki area parkir di mall yang ada di pusat jakarta. Candra memarkirkan mobil, kemudian membuka pintu untuk Elsa.


Perlahan Elsa turun sambil memegang perut nya. Elsa berbicara dalam hati 'kuat ya nak, kita jalan - jalan sama papa mu.'


Mereka berjalan bersama, Candra merangkul pundak Elsa. Melihat sekeliling mana toko yang menjual perlengkapan baby.


Akhirnya mereka sampai di toko MotherC. Candra melihat ke bagian mainan baby, sedang Elsa sibuk melihat bagian Box bayi. Elsa sibuk melihat baju dan segala perlengkapan baby.

__ADS_1


"Kamu cari apa sayang?"


Elsa menoleh ke belakang, "Cand...aku cuman lihat - lihat aja. Model nya lucu dan bagus.."


Candra tersenyum, "percayalah El, saat kita memiliki seorang anak pasti akan datang."


Candra menghampiri Elsa, mengenggam tangan Elsa dan berkata. "Saat itu tiba, maka aku akan bertahan dengan mu. Karena, itu bukti bahwa Tuhan memang menyatukan kita."


Elsa hanya diam dan mengangguk. Kemudian Elsa memilih baju tidur model jumper. Dengan corak dino dan mobil, serta sepatu dan selimut dengan motif ABC.


Elsa kemudian mengantri di kasir. Candra menghampiri dan menambah hadiah berupa bola yang terdiri dari 3 jenis. Rugby, basket dan bola sepak. 'Banyak sekali Candra membeli untuk Cristin. Apa besok anak ku akan di perlakukan sama?'


Elsa diam dan mengelus perutnya. Menandakan anak nya untuk jangan iri dengan apa yang di lakukan oleh Candra.


"Mba, mainan ini tolong di pisah dan beri kartu ya. Tolong juga tulis nama Hendra Wiryawan."


"Baik Bapak. Saya ambil motif mobil ya untuk kartu dan kertas kadonya."


"Okey, terima kasih." Jawab Candra.


Aku menarik lengan Candra. "Itu titipan Hendra?"


Candra mengangguk, "iya, Hendra engga sempet beli, jadi dia nitip sama aku."


'Owh...dari hendra, aku sudah salah sangka dengan Candra.'


Candra membawa semua belanjaan kami. Kemudian kami masuk di restorant mie Jepang/ udon. Aku ingin sekali makan kulit tahu. Aku memilih semua lauk berbahan tahu.


Ketika aku mulai makan, Candra seperti orang kebingunggan melihat porsi makan ku. "Kenapa Can? Kamu kok gitu nge'lihat aku?"


"Aku baru tau makan kamu sebanyak ini. Bukan maksudku....aku seneng lihat kamu makan gini. Itu artinya kamu sudah sehat." Di akhiri dengan senyum Candra.


Aku melihat nampanku, porsi mie jumbo dengan 3 macam topping dan satu mangkok pudding. "Hehe...iya aku lapar Cand..."


"Makan lah El..." kami pun mulai makan, 'mana mungkin aku jujur sedang hamil.'


Kami menghabiskan makan siang menjelang sore kami. Kemudian kami pergi keluar area restoran dan menuju parkiran.


**********


"Chie..." Mila menyapa Richie yang duduk sendiri di halaman rumah mereka.


"Eh...lo mila...kenapa?" Richie tersadar dari lamunan nya.


"Kenapa lo ngelamun? Mikir jorok ya?"


"Engga mil...gw cuman mikir Elsa, lo tau? Dia sekarang lagi hamil..."


"What!!! Hamil??" Mila melotot.


"Iya...."jawan Richie lirih. "Kok lo kaya khawatir. Lo yang ngehamilin?"


"Enak aja! Gw cuman mikir, Candra apa bisa berlaku selayak nya suami siaga. Apalagi riwayat Elsa, kandungan nya lemah dan Elsa itu pekerja keras.


Gw cuman takut, kalau ada apa - apa sama Elsa..."


"Chie..lo mulai Jatuh Cinta sama Elsa?" Mila menepuk pundak Richie.


"Ga tau Mil...yang gw rasain itu, gw ga ikhlas liat Elsa menderita. Liat Elsa sakit, dan engga tau aja ketika gw liat dia sama Candra gw ga suka.


Beda banget sama gw dulu ke Stella.....


Gw dulu bener total ngebebas'in stella mau ngapain. Ga peduli dia kenapa, gimana dan mau apa....sampe gw malah kehilangan dia....."


"Richie....kalo Lo emang cinta ke Elsa. Better lo ngelakuin yang terbaik buat dia. Karena Elsa masih istri Candra lho..."


"Gw tau mil. Gw cuman bisa menjaga Elsa semampu gw dan sekuat gw aja. Karena Candra gw rasa engga bakal ngelepasin Elsa."


"Lho..bukan nya Candra cuman...."


"Mil....gw sama Candra itu sama - sama cowo. Dan gw tau kalo cowo ada perasaan apa engga ke pasangan nya."


Mila hanya diam memandang rumput hijau sekitar ia duduk. Ikut bersimpati kepada adik nya. Betapa malang nya Richie, sudah di tinggal pergi istri dan anak dalam kandungan nya.


Sekali nya bisa jatuh cinta lagi, malah tidak dapat memiliki orang tersebut.

__ADS_1


__ADS_2