
Elsa menghapus kedua matanya. ia menarik nafas dan berusaha berkata. "sudahlah itu masalalu. papi pun sudah bahagia di sana. biar kita melanjutkan hidup kita masing - masing... "
"aku mencoba mengulur waktu pernikahan. aku selalu mencari info dimana dirimu. sampai lah aku pada saat ini disini Elsa.... aku cuman Cinta ke kamu..... maafkan aku..." Christian masih dalam suasana sesalnya.
entah beribu kata maaf yang ia selalu ingin ucapkan. tapi beribu rasa marah pun menghampiri hatinya.
"aku bahkan tak masalah El, jika kamu dan Candra berpisah.. anakmu pun akan aku terima dengan ikhlas... aku anggap itu anak kita.... jadi aku mohon maaf kan aku Elsaa.... " Christian memegang kedua tangan Elsa... amat hangat, tangan yang 10 tahun lalu mengisi hidup Elsa.
"hmmm... Tian.... move on lah... cobalah membuka hati mu untuk Rachel... mungkin kamu bisa bahagia dan melupakan atau merelakan semuanya...
seperti aku menerima keadaanku.. jika suatu hari aku harus berpisah dengan Candra sekalipun... aku siap Tian.... jadi... mari kita menerima dan menjalani hidup kita... okei?" ucap Elsa dengan lembut.
*********
Rachel ada di acara makan malam bersama keluarga Christian. mereka sibuk membahas soal pernikahan. entah Christian paling tidak tertarik. hanya pikirannya jauh ke Elsa...
Rachel dan Christian pergi ke area taman di luar restauran. Rachel memasang wajah judes dengan penuh amarah.
"kamu kenapa sih? kayanya engga pernah lupa dari tu cewe cupu.. "
"memang... " jawab Christian singkat.
"eh! denger ya! kita udah mau nikah. dan gw nunggu bertahun - tahun buat lo nikahin. jadi jangan bikin hal yanh memalukan!" mata Rachel melotot.
"memalukan? seperti pergi pada saat acara? atau apa?" Christian sengaja memancing emosi Rachel.
"maksud Lo!? gw itu seribu lebih cantik dan seksi dari tu cewe. tapi kenapa lo sama sekali engga pernah nyentuh gw! apa jangan - jangan lo itu suka sesama lo?! lo juga kenapaa engga memperlakukan gw selayaknya tunangan lo!!" Rachel kemudian mulai meneteskan air mata.
"uhm... gw males karena lo selalu menanyakan hal yang sama. jawaban gw sama! gw engga ada feel sama lo. mau lo ***** sekali pun, gw ga akan tulus ngelakuin hal itu ke lo.
buat gw, lo udah hina dari dulu. lo bisa ngerubah wajah monster lo. tapi lo lupa satu hal...
hati lo engga lo operasi sekalian.. biar hati lo jadi baik dikit.
itu alesan gw kepaksa ngelakuin hubungan pacaran sama lo.
lo itu freaky! nasty!
gw udah eneg tiap deket sama orang, mau bisnis ato berteman. lo nyerang dia kaya orang ga waras!" Christian menumpahkan kekesalannya.
"maksud lo? gw gila?!"
"ya! kalo engga gila apa? lo hina di atas hina mereka yang di jalanan. gw tegesin lo sekali lagi. jangan mimpi jadi nyonya Christian.
gw udah batalin semua nya. terserah lo mau sebar tu foto.. buat gw udah engga penting.
dan itu bagian dari masalalu gw yang kelam.
gw mau kita bubar.... "
Christian membalik badannya dan meninggalkan Rachel.
Rachel menarik tangan Christian, lalu memeluknya. tangan Christian terbuka ke atas. ia merasa jijik dengan Rachel. lalu mendorong nya agar melepaskan pelukannya.
"Tolong jangan begitu.... gw pasti salah denger.. " Rachel masih memeluk erat.
tangan Christian berhasil melepas pelukan Rachel. ia membersihkan dada nya dari bekas pelukan Rachel.
"lo inget ini yang gw lakuin ke Elsa dulu. gw bisa lakuin ke lo, dan anggap aja lo lagi ngejalanin karma lo. bye... " Christian meninggalkan Rachel pergi dari Restauran.
tinggal Rachel sendiri menanggis di taman. ia memandang wajahnya ke dalam kolam ikan di hadapannya.
"aku sudah menghabiskan uang banyak untuk berubah menjadi cantik. agar wajah buruk rupa seperti ayah ku itu menjadi cantik.
tubuhku pun sudah aku permak agak tampak sempurna... semua pria mengantri untuk pacaran denganku.... tapi kenapa tidak dengan diaa....
apa selama ini aku kurang sempurnaa?!" rachel menangis sampai terisak - isak.
ia tak peduli dengan orang yang melihatnya. baginya ini hal yang lebih penting. menangisi keadaannya yang tak dapat memiliki pria idamannya dari kecil.
**********
mobil Christian berhenti persis di depan rumah Elsa. tak nampak mobil Candra disana. kemana ia sudah petang tapi tak kunjung pulang.
Elsa melepas seatbelt nya, ia lalu mengenggam tas tangannya. ia hendak membuka handle pintu.
"terima kasih El.... aku lega sudah bisa jujur semua ke kamu. aku juga senang kita bisa ngobrol dengan baik seperti tadi. maaf kalau kita bertemu kembali dengan suasana seperti ini..... "
Elsa menoleh ke arah Tian. Elsa lalu tersenyum, "ia Tian.. mari kita bahagia dengan jalan kita saat ini.. jika kita berjodoh pasti kita bersama. tapi untuk saat ini jangan sakiti pasangan kita.. "
Elsa lalu keluar dan melambaikan tangan ke Tian. kemudian Tian pun pergi menjauh.
Elsa masuk perlahan ke dalam rumah nya. perut besarnya agak membuatnya sulit berjalan cepat. bahkan ia merasakan kram perut..
"Mbok!!! MbokTolong saya!!! " jerit Elsa ke arah ruang tamu.
__ADS_1
Mbok Yem tergopoh - gopoh menghampiri Elsa.
Elsa hampir tumbang, ia menyandarkan tubuhnya ke tembok dan tangan nya menggenggam perutnya.
kram yang di rasakan dari perut bawah menuju atas. entah seperti sakit maag atau period bulanan Elsa. yang ini membuat nafasnya tersenggal - senggal...
"mbok.. sakit sekali ya Tuhan saya ... saya mau jalan... aduh ya Tuhan!"
"non tarik nafas... hembuskan non... tahan non.. tahan.. non kerasa mau buang air nggak?"
"Mbok...gimana saya rasa mau kebelakang apa engga... perut saya.... perut saya sakit, saya ga kuat mbok... ya Tuhan... "
Perlahan di papah oleh mbok Yem, mereka berjalan ke arah sofa. hingga Elsa agak lebih baik keadaannya. ia pun menarik nafas perlahan dan menghembuskan kembali.
mbok yem ikut lega nafas Elsa sudah lebih teratur. ia mengambil tissue dan menghapus keringan Elsa yang mengucur di dahinya.
"sabar ya non, non udah mau melahirkan. jadi ini udah rawan, nanti saya tak bilang mas Candra. biar di rumah nemenin non... "
Mbok Yem lalu berdiri ke arah dapur. kira - kira 3 menit kemudian ia datang dan membawakan segelas air putih hangat.
"non minum dulu, biar tenang sedikit lagi."
Elsa menerima air tersebut lalu meminum nya. raut wajah Elsa agak lebih tenang. ia lebih bisa menegakkan posisi duduk nya.
"makasih Mbok... oh iya apa Candra tidak kembali dari pagi?"
wajah mbok yem menyiratkan jawaban.
"ya sudah Mbok... sayat mau ke kamar bersih - bersih dan istirahat. Mbok istirahat juga ya.. "
"ia non... ayo saya bantu berdiri" Mbok Yem membantu Elsa berdiri dan mengantar sampai ke kamar nya.
**********
Elsa membuka kedua matanya. ia berharap suaminya akan ada disampingnya menemani nya membuka mata untuk memulai hari baru...
Elsa menghela nafas, ia berfikir pasti ada yang salah. tak ada siapapun di samping nya. sendirian saja Elsa di kamar itu.
ia lalu mengambil ponsel di meja samping. ia menekan tombol kunci. tak ada panggilan atau pesan dari suami nya.
apa yang terjadi?
Elsa lalu duduk dan menekan panggilan ke suaminya.
nomor yang anda tuju di luar jangkauan..
Elsa langsung mematikan panggilannya. ia meletakkan ponsel di atas meja.
Elsa memejamkan matanya, ia berdoa kepada Allah.
*ya maha pemilik hidupku, entah apa jalanmu. entah apa yang suamiku tengah lakukan... jagalah dia selalu. jaga pula aku agar memiliki hati kuat dan anak yang harus aku rawat...
jagalah kami semua ya Allah.... amin...
kring .... kring*.....
Elsa langsung membuka mata dan mengambil ponselnya.
"hallo Candra??"
"el.. aku Tian... kenapa el? kok kamu suaranya gitu... habis menangis?" suara tian dari jauh.
"sedikit, ketika aku curhat dengan Tuhan. kadang aku meneteskan air mata.... oh iya... ada apa?"
"aku mau ngajak kamu makan siang kalau kamu berkenan.. di cafe baru punya temen SMA kita juga.. aku share location ya... gimana?"
Elsa diam tak menjawab. ia masih memikirkan suaminya. kemana ia pergi tanpa kabar, semua pesan dan panggilan Elsa pun tak ada yang di jawab.
"el..... " suara Tian dari jauh
"oh iya share aja ... nanti kita ketemu disana ya. gausah jenput aku oke.. bye.... "
Elsa mengakhiri panggilan Christian. ia menegadah ke atas, memandang langit - langit kamarnya.
"kemana kamu Cand.. apa begitu penting hingga kabar pun kamu lupa... atau ah... jangan negatif thinking dulu ah Els... mungkin charger atau pulsa Candra habis... walau itu mustahil..... "
**************
"cand..... lo uda ngabarin Elsa? kalo lo pergi sama kita.. " hendra mengangkat gelas Champagne.
"belum... biarlah.. gw sedang berfikir, gw mencoba buat bikin kejutan ke Elsa... gw pengen pas balik dia kaget kalo tau progress dari usaha kita ini.. " jawab candra.
"at least kan lo bisa ngabarin dia sebentar Cand. apa lo ga kepikiran dia bakalan nyariin lo? bini lo labi hamidun lho... " Hendra khawatir dengan Elsa.
bukan tanpa sebab, jika Candra terlalu fokus. bagaimana dengan Elsa nanti? jika ada apa - apa. siapa yang akan membantu nya..
__ADS_1
"gw cuman kepikiran buat nyiapin banyak duit. bentar lagi gw punya anak. gw engga pengen Elsa balik kerja lagi. dia fokus sama anak kita aja. makanya gw pengen ngasih liat Elsa progress nya udah banyak banget... "
"serah loh dah Cand... "
**********
Elsa merasa mulai bergejolak perutnya. ia merasa sakit seperti orang datang bulan. tapi kali ini seperti ada yang keluar dari area bawah Elsa.
ia membuang nafas dari mulutnya berkali - kali. ia berdiri dan tertatih mencari Mbok Yem. namun suasana rumah sangat sunyi..
hanya Elsa Sendiri di rumah itu. kemana Mbok Yem....
Elsa kembali duduk di sofa sambil mengelus perutnya.
"ya Tuhan... kenapa perut ini.. kenapa ini... "
keringat mulai mengucur dari dahi Elsa. nafas nyamakin berat....
"Siapa Puunn... Tolong aku... Tolong...!! " Elsa berusaha menjerit di sela rasa sakit kontraksi yang semakin sering ia rasakan.
'Ya allah... kemana semua orang..... Candra pun taj mengangkat panggilanku.... selamatkan aku.... siapapun..... Tolong selamatkan bayiku.....'
tak berapa lama, seseorang muncul dari pintu rumah Elsa ...
"Elsa..... " Christian berlari mendekati Elsa.
"tolong aku, perutku sakit... rasanya ada yg menekan turun.... aku... aku ga kuat... "
"Baik ayo ke RS.. mana tas bersalinmu?"
"itu... disanaa... " Elsa menunjuk tas jinjing kecil dekat pintu utama rumah mereka.
Christian mengambil dan mencoba membantu Elsa berdiri. Perlahan - lahan mereka berjalan keluar dari rumah.
Christian menurunkan sandaran kursi. ia membantu Elsa masuk ke dalam mobil nya.
"jangan Tian.. mobil kamu bakal kotor terkena noda nanti... "
"sudahlah El! kamu diam saja, aku akan mengunci pintu dan kita berangkat. diam dulu, ini ada air minumlah agar kamu bisa merasa lebih baik.. "
Elsa menerima sebotol air yang di beri Christian. tak berapa lama Christian kembali. ia memasukkan kunci ke dalam tas Elsa.
"Chris....... sakit sekali .... " Elsa meremas tangan Christian.
"sabar Elsa... kamu atur nafas... hembuskan terus... aku akan cepat ke rumah sakit."
Christian langsung memacu mobilnya. ia tak peduli lagi dengan lampu merah. yang ia mau wanita yang dicintainya cepat menuju Rumah Sakit.
********
Ruang Bersalin...
papan tulisan ruangan tepat di bawah Christian duduk dan menunggu Elsa. rasanya harap - harap cemas, padahal jelas itu anak Candra.
namun juga anak dari wanita yang ia cintai. ia sempat berfikir harusnya saat ini dirinya yang menjadi suami Elsa.
"maaf, apa bapak adalah suami dari Ibu Elsa?" tanya salah satu perempuan berbaju dinas perawat.
"maaf sebenarnya bukan... tapi saya sementara yang menanggung beliau.. ada apa ya sus?"
"ini pak, kamu butuh deposit untuk Rumah sakit dan juga tanda tangan pernyataan bahwa akan melakukan tindakan persalinan di rumah sakit ini. beserta ruang perawatan yang akan digunakan. apa bisa di wakilkan bapak?"
Christian membaca semua berkas yang di sodorkan kepadanya.
"sus... maaf sebelumnya Elsa akan melahirkan? apa keadaannya baik - baik saja?"
wanita berpakaian perawat tersenyum kepada Christian. "tenang Pak.. Ibu Elsa baik - baik saja. namun sepertinya ia akan segera melahirkan. jadi saya butuh beberapa berkas ini untuk di tanda tangan."
"walau saya bukan suaminya apa bisa sus saya wakilkan? saya tidak bisa jika sampai terjadi sesuatu kepada mereka.. "
"bisa Pak, asal masih ada hubungan darah keluarga atau kerabat boleh pak."
"baiklah... " Christian pun memberi tanda tangan di semua lembar yang di butuhkan.
"ini suster... "
"Terima Kasih Pak... untuk deposit kamar bisa ke bagian kasir ya Pak. dan jika bisa menghubungi suami Dari Ibu Elsa ya pak.... agar bisa menyusul kemari... "
"baik sus... saya usahakan bisa menghubungi dia... "
suster pun pergi meninggalkan Christian.
kini Christian yang pusing. bagaimana ia bisa menghubungi Candra. apalagi Candra begitu membenci Christian.
cemburu dan rasa ego untuk memiliki Elsa.
__ADS_1
namun nyawa Elsa dan kedatangan sang jabang bayi bukan kah suatu kabar bahagia?
Christian kembali duduk dan mengepalkan kedua tangannya. ia masih berfikir apa yang akan ia pilih.... meninggalkan Elsa atau menunggu nya saja sampai Candra datang. walau entah kapan Candra akan muncul...