Aku Bukan Pilihanmu

Aku Bukan Pilihanmu
BAB 46


__ADS_3

"Christian, bagaimana gaun ini. bukan kah Cantik?"


Christian memandang dari ujung kepala hingga ujung kaki. "tak pantas buatmu."


Rachel melotot ke arah Tian. tapi malah Tian membuang muka.


"Jason, gw mau tetep ni gaun. Pokok nya gw mau perfect."


jason merapikan gaun nya yang di pakai Rachel. "bagus sih, Elsa juga pake ini waktu dulu... cuman aku remake aja di payetnya, dulu ia tidak mau banyak aksen payet, melainkan swarovsky.."


"APA???Kamu gila ya! cepat lepas gaun ini tak sudi aku memakai gaun yang pernah di pakai Elsa!" Rachel marah besar ia memaksa melepaskan gaun desain jason.


"lo bisa pelan engga? rusak gaun gw!" Jason berteriak ke Rachel.


"Eh lo lelaki feminim, nih.." Rachel melempar gaun nya ke lantai. kemudian merapikan kerah kemeja tunik panjang berwarna ungu muda. "gw engga jadi pake gaun rancangan lo. engga sudi gw pakai gaun yang sama kaya Elsa!!"


Rachel pergi keluar dari ruangan ganti nya.


"maafkan kelakuannya Jas... gw malu dan sungkan ke lo..." Christian memungut gaun yang di buang Rachel.


"lo kenapa mau sama perempuan ga punya sopan santun kaya dia. lo tau, cuman dia yang kurang ajar dari semua tamu gw." Jason meraih gaun yang di beri Christian.


"kalau gw boleh pinjem alat doraemon. gw bisa balik ke hari itu... gw engga akan menikahi dia.... seharusnya Elsa yang jadi pendamping gw...."


christian memejamkan mata, "dia gadis baik dan lugu. gadis pintar dan tidak pernah berbuat salah kepadaku. ia bahkan terlalu mencintaiku dulu, begitupula aku. cemburu nya saja membuatku tertawa. apalagi makanan buatan dia, begitu mandiri nya dia. bahkan meminta aku menjemput pun ia tak pernah.... makanya Jas, begitu gw dapet info dimana dia..... gw langsung kejar, gw pengen setidaknya meminta maaf dan memulai kembali apa yang dulu pernah ada...."


"tapi lo udah nyakitin dia terlalu dalam Christ..." suara jason lirih.


"ya gw tau...maka dari itu, gw pengen minta maaf dan mengobati luka itu... salah gw dan kebodohan gw..."


"cih..... lo itu orang kedua yang bilang bersalah menyakiti Elsa...."


*******


Hari itu tiba....


Semua telah di persiapkan Candra dan team. Pemuka agama yang akan membuka acara pengajian pagi itu juga telah siap. Warga sekitar datang dengan wajah semangat.


Candra memilih lokasi yang baru sebagai lahan usaha. Wilayah yang belum ada showroom ataupun swalayan. Yah, hanya disana tempat sewa yang murah.


"Elsa.. kamu disini saja ya, dengan Mila.. aku cek keluar."


Elsa hanya mengangguk, Candra meninggalkannya dengan mila. Ia sibuk dengan tamu yang baru datang.


"Bu....Bapak itu cinta sama Ibu ya. Tipe suami idaman..." mila memecah keheningan mereka.


"Ah iya Mila.... mungkin karena aku sedang hamil..." Elsa mengelus perut buncit nya.


"Engga Bu.. bapak itu terlihat kok, sayang sama Ibu. Hampir setiap hari bertanya ke saya, sewaktu saya mau melahirkan apa yang saya butuhin. Bapak juga bilang, kalau ia semangat buat cari uang buat Ibu.."


Elsa hanya tersenyum, 'semoga Tuhan ia berubah, jangan untukku tapi untuk anak ini. Ia tinggal menunggu hari akan lahir kedunia ya Tuhan...'


"Bu, sudah mulai acaranya..."


"Oh iya Mila, saya disini saja ya. Kaki saya bengkak begini. Kram juga." Elsa memijit betis kaki nya.


"Baik Bu... kalau Ibu butuh apa pun, panggil saya saja ya Bu.. saya tinggal dulu..."


"Baik lah Mila..terima kasih ya Mila..." mila pergi membantu Candra dan team yang menerima tamu.


Elsa duduk dan membuka ponselnya. Ada pesan masuk ke dalam ponselnya..


Tian : kamu dimana, kenapa kamu tidak mengambil surat rekomendasi mu. Atau melakukan clearance total pekerjaan kamu.


Me : as ur wish. Saya akan kesana pada saatnya nanti. Terima kasih dan tak usah repot untuk menghubungi ku.


Tian : Elsa....


Elsa menutup ponselnya, kembali melihat acara pengajian yang sudah selesai.


Candra menatap Elsa dari jauh. ia tersenyum amat manis. Elsa pun membalas senyum Candra.


bbzz....bbzzz (ponsel Elsa bergetar)


tian : Elsa... maafkan aku, aku hanya ingin berbicara dengan kamu...


Elsa : mau bicara soal apa lagi? aku memang hanya pegawaimu, tapi tolong saya sudah tidak punya tanggung jawab apapun dengan kamu.


Tian : please El...aku butuh waktu kamu sebentar.... please...


Elsa : besok jam 11 si cafe anomali kemang......

__ADS_1


Tian : baik Elsa.... aku jemput kamu..


Elsa : tak perlu! saya bisa naik mobil sendiri.


Elsa menghela nafas, ia memejamkan mata. namun tanpa ia sadari Candra sudah ada di belakangnya.


"kenapa sayang?" Candra memeluk pinggang Elsa.


"tidak.. hanya bos ku itu... Candra..... aku harap aku engga salah, besok aku pukul 11 akan menemuin Christian. aku meminta ijin dulu padamu." Elsa menatap Candra dengan pandangan memelas.


'apa wanita ini gila? meminta ijin bertemu dengan mantan pacarnya!' Candra tersenyum. "Elsa..tidak kah kamu tau kalau aku tidak suka. apa kamu pikir aku akan memberi kamu ijin?"


"aku tau hal itu, hanya saja. aku merasa hidupku di teror oleh Christian, biar aku selesaikan semua nya. dan kami kami bisa hidup tanpa bayang masalalu."


Candra hanya diam dan menggertakan gigi nya. ia begitu membenci saat Elsa bersama laki - laki lain.


*******


Mereka masih terdiam dalam perjalanan pulang. Elsa di samping kemudi menatap jalanan kota yang penuh lampu. Candra diam dan fokus pada jalan yang ramai lancar. Hanya terdengar lagu yang bersuara dari radio.


"Aku cemburu kalo kamu ketemu tian. Tapi kalau kamu memang mau mengakhiri masalalu kamu secara baik - baik. Temuilah, tapi aku akan mengantarmu." Candra membuka suara.


Elsa terbelalak mendengar nya. "Kamu beneran?"


"Ya, janjilah demi anak kita."


Elsa mengangguk, "terima kasih Candra.."


Candra mengelus perut Elsa yang kian membuncit.


Malam itu Candra memeluk Elsa dengan erat. Pelukan hangat mengiringi tidur malam mereka. Betapa lelah nya Candra, pembukaan showroom yang begitu ramai.


"Jangan pernah tinggalkan aku elsa.... aku mencintaimu...." Candra berbisik halus di telinga Elsa.


*********


Christian sedang makan malam berdua dengan Rachel. Lantai 10 di sebuah Hotel yang terletak di pusat kota jakarta. Semua di tata dengan romantis. Dengan hanbouquet di samping Christian.


"Kamu kok engga ngasih itu ke aku?" Rachel menunjuk ke hand bouquet besar di samping Christian.


"Owh...nih..." Christian setengah melempar bunga tersebut.


"Kenapa di lempar?! Kamu niat engga sih ngasih ini ke aku? Jangan lupa aku itu...."


"Elsa... pasti perempuan itu, apa sih yang buat kamu engga bisa ngelupain dia... hei! Kalian itu sudah berakhir sejak 10 tahun lalu!" Suara Rachel meninggi.


"kamu bisa tidak menghancurkan selera makan ku? Aku sudah mengeluarkan banyak uang untuk ini.." Christian malah menanggapi dengan kalem.


"Kapan sih kamu bisa melihat aku saja? Kenapa sejak dulu aku selalu merasa di pikiran kamu cuman ada Elsa.." Rachel memelas memandang Christian.


"Itu kan pikiran kamu saja. Aku biasa saja kok."


"BOHONG!!!" Rachel berteriak dan tangannya menggepal.


"Kamu bia berhenti berteriak?" Prank.... christian membanting cutteleries nya


"Saya lama - lama muak ya sama kamu! Kamu itu engga lebih dari rubah licik. Jangan lupa juga saya bisa saja membatalkan pernikahan kita. Dan satu hal lagi! Persetan dengan video itu!"


Lalu christian berdiri dan melemparkan napkin makan ke meja.


"Aku sudah selesai, kalau kamu masih mau makan silakan lanjutkan sendiri." Chritian menuju pintu keluar restaurant.


"Kamu mau kemana???"


"PUB...!" Christian berlalu dari hadapan Rachel.


Rachel masih diam menatap ke Beef Streganof diatas piringnya. Ia termenung meratapi hatinya yang rapuh. Telah lebih dari 10 tahun kenapa Tian tak kunjung melupakan Elsa. Padahal Rachel telah memberikan segalanya. Hanya cinta Christian yang ia mau. Hati dan cinta yang sepenuh nya.


Christian turun ke arah Pub di hotel tersebut. Ia memilih duduk di dekat barista. Betapa ingin ia memiliki Elsa. "Mas, biasa 1 ya.."


Barista langsung meracik minuman kesukaan Christian. Kemudian meletakkan di hadapan Christian.


"Lo kesini, bukannya kalo gw engga salah denger lo mau candle light dinner?" Jasson muncul dari samping Christian.


"Iya...gw bosan dan rasanya gw mending memikirkan lagi soal menikahi dia..."


"Why?" Jasson meminum coctail di hadapannya.


"Lo tau dia itu kurang banget diajarin sopan santun. Gw malu dan dari awal gw emang engga berniat membawa hubungan gw sama Rachel ke arah sini.."


Jasson menaik kan alis sebelah kanan nya.

__ADS_1


"Tapi,, apa gw bisa dapetin Elsa lagi... gw udah ngebuang dia.. gw juga tau, bagaimana ancur nya Elsa waktu gw tinggal...."


"Lo bilang tau semuanya?!" Suara perempuan muncul dari belakang mereka berdua.


"Olla?" christian seperti tak percaya sahabat Elsa ada di hadapannya.


"Kenapa? Lo kaget liat gw?"


Christian hanya mengangguk, sementara Jasson hanya diam dan melihat mereka.


"Lo engga tau Tian, betapa Elsa hancur.... lo ninggalin dia saat bokap nya meninggal, bangkrut usaha orang tuanya, bahkan lo tau?? Dia lebih sering puasa daripada makan 3x sehari! Dia mesti jadi pelayan di acara wedding, mesti jualan baju, bantuin tantenya kalo libur kuliah.! Lo....


Lo itu..... tolol!" Olla meneteskan air mata.


"Iya olla gw tau..gw salah sama Elsa... makanya gw harus memperbaiki ini semua.. sebelum..."


"Sebelum apa lagi? Lo udah mau nikah, Elsa juga udah nikah dan dia udah mau punya baby. Udalah! Lo jangan bikin masalah!"


"Olla...gw cuman..."


"Tian! Gw ingetin lo 1 hal.. lo itu engga ada di samping Elsa waktu dia butuh lo. Lo itu udah ngebuang dia buat sampah satu itu. Jadi jangan mimpi lo bisa dapetin dia lagi! Permisi..." olla pergi meninggalkan Christian dan Jasson.


"Bro....tadi yang di bilang temen kalian ada benernya kok. Elsa memang dengan Candra terlibat pernikahan dengan Perjanjian Pranikah dengan tenggang waktu tertentu...huft....(menghela nafas).


Tapi makin kesini, gw makin ngeliat Elsa sama Candra engga bisa di pisah.. mereka mulai saling mencintai dan Elsa juga melepaskan Candra dari pelukan Cristin. Jadi....lo sabar ya, kalau lo cuman mau ngobrol ke Elsa.... silakan aja tapi.... lo harus inget, dia udah punya suami..." Jasson kemudian menepuk pundak Christian.


********


"Elsa...kamu jadi mau pergi?" Candra berbicara agak keras. Posisi Elsa ada di dalam kamar sedang Candra di dapur.


"Jadi sayang...." Elsa berjalan keluar dengan memakai jam tangan pemberian Christian dulu.


Candra menatap ke jam di tangan Elsa. "Aku engga tau, kamu punya jam itu."


"Owh ini...ini dulu hadiah Christian, sepertinya agak mahal, tapi aku sudah tak menginginkan lagi. Jadi aku mau mengembalikan nanti."


Candra melotot dan bibirnya mengatup rapat. Ia mendekati Elsa, kemudian meraih tangan kiri Elsa dan mengangkatnya. "Lepasin engga!!"


"Candra sakit Can....can..."


"Aku bilang lepasin jam itu sekarang juga!!" Candra marah ke Elsa.


"Oke!! Tapi tangan kamu kencang sekali, bisa patah tanganku!"


Candra mengendurkan genggamannya, Elsa langsung melepas jam tersebut dan mengambil sesuatu dari dalam tas nya.


Elsa mengeluarkan kotak bludru berwarna hitam. Di atas tertuliskan merk jam tersebut 'Channel'.


Kemudian Elsa memasukkan jam tersebut ke dalam kotak bludru tersebut dan memasukkan ke dalam tas nya lagi.


"Kamu bawa itu??" Candra masih kurang puas dengan apa yang terjadi.


"Aku mau mengembalikan siapa tau Rachel mau memakainya." Elsa kemudian masuk ke dalam kamar untuk merapikan rambutnya.


Candra menyusul dibelakang Elsa. Candra menarik Elsa dan memutar tubuh Elsa. Mereka saling berhadapan, "aku Cemburu kalau kamu mau jam, aku bisa belikan sekarang! Sudah jangan pakai jam dari laki - laki lain."


"Baiklah suamiku yang lagi cemburu..." Elsa malah menggoda Candra.


Cup....Elsa mencium bibir Candra. Namun wajah Candra malah memerah karena nya. "Wajah kamu merah Candra..." Elsa tersenyum.


"Sst.....kamu diam...." Candra malah membalas Elsa. Ya.. pagi itu dengan singkat mereka memadu kasih. Candra ingin menegaskan bahwa Elsa hanya miliknya. Apalagi telah ada janin buah cinta mereka berdua.


setelah selesai Elsa bersiap, candra telah menunggu nya di ruang tv. Elsa menggenakan Dress panjang khas ibu hamil berwarna biru muda dengan aksen bunga warna putih. entah mengapa Elsa begitu Cantik siang itu.


"jadi pergi sekarang?" tanya Candra.


"boleh, sepertinya arah kesana agak macet kalo jam makan siang."


"oh iya, apa kamu sudah mengirim sample yang temanku di Swedia minta?",


"ah Tuhan aku hampir lupa!!" Elsa kembali ke ruang kerja Candra ia membuka email dan mengirimkan ke Volkey teman Candra.


entah rencana apa yang Candra siapkan. daritadi ia seperti mengulur waktu Elsa.


ketika Elsa keluar, Candra bertanya kembali. "kontrak asuransi barang eksport kamu sudah sign belum? jangan lupa kita tak boleh terlambat. atau claim kita di persulit....."


"Candra....... bisa kan kamu bantu aku? ini sudah jam 10. aku bisa terlambat, kalau aku terlambat nanti Christian bakal meneror aku terus... aku engga betah Candraa...." Elsa langsung berkacak pinggang bak piala.


"baiklah.....kukerjakan kalau aku ingat...."


"CANDRAAA!!!!!"

__ADS_1


kemudian mereka keluar dari apartement Candra. menuju lift dan turun ke basement, mereka menuju ke city car baru berlogo toyota berwarna hitam.


__ADS_2