
"Duh...aduh..." akhirnya aku berhasil meletakan pinggangku di kasur lagi.
Kemudian aku menegadah ke arah kiri. Wajah ku persis berhadapan dengan Candra. Kami saling berpandangan sesaat.
Kemudian Candra mendekati wajahku. Bibir Candra mendekatiku, sangat dekat. Hingga aku bisa merasakan hembusan nafasnya.
Naluriku bangkit, aku maju menyambut bibir Candra. Akhirnya bibir kami bertemu. Sangat kenyal dan hangat.
Hembusan nafas Candra bagai candu di tubuhku. Aku memainkan bibir bawah Candra. Tangan Candra memelukku, tubuhya kini duduk di sebelahku.
Kami menyudahi pergulatan bibir malam itu. Candra memandangku dan tersenyum. "Ayo tidur, rebahan dulu pelan - pelan Elsa.."
Aku menurutinya, membaringkan tubuhku. Arg...nikmatnya, pinggangku rasanya begitu relax ketika kurebahkan.
Candra berdiri dan menuju ke arah lemari. Candra membuka dan mengambil kaos oblong dan celana tidutnya.
Candra berganti pakaian di hadapanku. Entah kenapa aku begitu gatal melihat Candra. Badannya kupandang dari arah belakang oh Tuhan.....
Aku ingin memeluk dan merajai tubuhnya. Aku bahkan tak dapat mengontrol tubuhku. Aku begitu ingin memakan Candra malam itu.
Aku memejamkan mata saja. Aku berharap akan berakhir khayalan ku malam ini dengan tidur.
Aku terbangun malam itu, rasanya aku tertidur ketika tadi memejamkan mata. Aku menoleh ke arah kanan, Candra tertidur membelakangiku.
Yah....aku tampaknya terlalu memikirkan hal jorok.
Aku membalik kan tubuhku, membelakangi Candra. Kami saling berpaling malam itu.
*********
Aku terbangun saat cahaya dari luar masuk ke kamar Candra. Aku mengangkat kakiku dan menggeser ke bawah. Aku mencoba untuk menurunkan kakiku ke lantai. Agar posisiku dapat duduk sebentar di pinggir tempat tidur.
Aku memejamkan mata sesaat. Berdoa kepada sang Pemilik alam semesta. Betapa aku bersyukur masih dapat membuka mata pagi ini. Dengan keadaan tubuh yang lebih baik dari sebelum nya.
Tak berapa lama aku membuka kedua mataku. Kemudian aku berdiri perlahan dan berjalan keluar dari kamar. Aku berjalan perlahan - lahan menuju ruang tengah dan dapur.
Aku hanya melihat teh hangat di atas meja makan. Ada juga roti panggang dan telur dadar di atas piring.
Aku membaca catatan kecil di samping nya, "makan lah dulu, aku ada meeting pagi ini. Jika kamu perlu apa - apa telpon aku saja."
Ya...aku sendiri siang ini, amat membosan kan. Aku membawa sarapan ku ke sofa depan Tv. Aku menekan remote tv dan memilih chanel tv.
Rupanya pagi itu ada film box movie yang belum aku tonton sedang tayang. Aku langsung meletakan kedua kaki ku di atas kursi sofa kecil, agar posisiku bisa menjadi posisi paling enak untuk menonton pagi itu.
*********
"Selamat Pagi Dokter Putri, apa saya bisa minta waktu sebentar?"
Dokter Putri berhenti dan menoleh ke sumber suara. "Anda rupanya, bagaimana bisa tahu, kalau saya pagi ini mengajar disini?"
"Iya dok, kebetulan saya pernah mendengar dokter mengajar disini. Jadi saya pagi ini nekat datang langsung kesini."
"Baiklah, saya tahu maksud anda. Mari ikut saya kesana." Dokter Putri menunjuk ruangan di pojok lorong tersebut.
__ADS_1
Mereka berjalan menuju ruang tersebut. Di depan terdapat tulisan "RUANG TAMU".
Candra kemudian duduk di salah satu sisi. Dokter Putri duduk berhadapan dengan nya.
Dokter Cantik, dengan hidung mancung, kulit putih dan mata lentik khas kecantikan timur tengah.
"Jadi begini dok, saya mau menanyakan keadaan istri saya. Totally, apa yang terjadi dengan istri saya."
Dokter Putri menarik nafas dalam - dalam. "Waktu itu istri anda datang ke ruang IGD. Saya saat itu sebenar nya sedang menangani pasien dengan ketuban yang pecah tapi bayi nya tidak kunjung ada tanda akan keluar.
Tetapi dokter jaga meminta saya memeriksa istri anda."
"Betapa kagetnya saya, melihat ada darah segar yang menetes dari area vital istri anda. Saya langsung mengambil alat untuk memeriksa. Serta bersiap dengan transfusi darah saat itu."
"Saya melihat pendarahan yang amat banyak dan saat itu saya merasa kandungan nya pasti tidak akan bertahan. Tapi saya salah, saat saya menempelkan alat usg ke perut istri anda. Ada embrio yang aktif dan jantung yang berdetak dengan irama yang baik dari kandungan istri anda.
Setelah saya observasi beberapa hari, saya menyimpulkan. Istri anda itu kandungan nya lemah. Ia tidak dapat bekerja dan berfikir dengan keras selama kehamilan nya."
"Tunggu dulu dok. Istri saya benar hamil? Karena Proff Tomo saja berkata bahwa istri saya tidak mungkin hamil. Kecuali saya mau program bayi tabung."
"Tapi kenyataannya? Saran saya jagalah istri anda, bagaimana pun, anak adalah karunia. Jaga mood dan kesehatan istri anda. Saya memberi bedrest dua minggu kepada nya. Semoga bermanfaat untuk janin nya,agar bisa kuat menempel di trimester awal ini.
Mohon maaf saya harus mengajar, saya pergi dulu Pak..permisi..."
"Baiklah dok, terima kasih sekali." Dokter putri pergi meninggalkan Candra.
Candra diam dalam mobil nya. Ia enggan untuk turun dan bertemu dengan Elsa. Hati nya tiba - tiba menjadi kalang kabut.
" ya Tuhan...haruskah aku bertahan dengan Elsa?"
"Apa aku bertahan dengan Elsa Tuhan? Apa jalan mu terhadap hidupku. Aku hanya ingin memiliki rumah tangan layak nya orang normal. Tapi aku juga tak rela jika anakku tumbuh tanpa kasih sayangku...."
Kemudian Candra memejamkan mata dan berpasrah sesaat dengan hidup nya.
Segala keadaan yang melenceng jauh dari rencana nya. Apa yang tak di harapkan Candra dengan amat kuat malah menjadi nyata.
*******
Elsa tertidur di sofa depan Tv. Candra datang dan mendekati Elsa. Candra memandang wajah nya, memandang setiap inci dari wajah Elsa.
Jantung Candra berdegup amat kencang saat itu. Rasa nya begitu gugup berhadapan dengan Elsa saat itu. Candra memberanikan diri membelai rambut Elsa.
"Hooaamm...." Elsa terbangun dan mengusap kedua matanya. "Candra..kamu udah balik?"
"Iya...sudah El.. aku ganti baju dulu." Candra pergi ke dalam kamarnya.
Elsa bangun dan menuju meja makan. Candra membawakan bento box untuk mereka makan siang.
Elsa melepas bungkus makan tersebut. Kemudian meletak kan di atas meja. Elsa menyiapkan peralatan makan siang mereka.
Elsa telah selesai menyiapkan dan duduk di kursi makan. Ia menunggu suami tersayang nya untuk makan siang bersama.
Tak berapa lama Candra datang. Ia langsung duduk di hadapan Elsa. Elsa menyambut nya dengan senyum sumringah.
__ADS_1
"Mari makan." Jawaban Candra begitu dingin.
Elsa langsung memakan makan siang nya. Mereka tak berbicara apa - apa selama makan siang.
"Jadi..kapan kamu mulai masuk kerja?" Candra memulai pembicaraan siang itu.
"Senin besok aku sudah masuk kerja."
"Terus kamu akan naik apa ke kantor?"
"Busway. Ojek online banyak kok." Jawabku singkat.
"Ooooo baiklah." Candra menjawab datar.
Apa yang terjadi pada candra. Tiba - tiba ia begitu dingin dengan Elsa.
Selesai makan mereka tidak pergi kemana pun. Candra sibuk dengan pekerjaan nya di ruang kerja. Elsa menyibukkan diri dengan beberapa novel nya yang baru dibeli.
******
Sebuah restaurant dengan desain klasik khas oriental. Terlihat ada dua pria sedang duduk berhadapan.
"Candra...bagaimana ini? Saham kita anjlog, bagaimana bisa kamu kelolosan untuk invest ke daerah yang longsor begitu?" Papa berbicara saat makan siang dengan Candra.
"Pa...yang aku tau di pulau itu masih banyak lahan hijau. Dan aku berfikir baik kita menanam kelapa sawit disana. Dan Hendra juga pemilik perusahaan itu, pasti dia tidak mungkin menjebak kita."
"APA?? Dasar anak bodoh! Dalam bisnis tidak ada teman apalagi sodara. Hilangkan lah perasaan sensitifmu atau perusahaan kita bangkrut."
Candra diam dan menunduk, memandang nasi putih dalam mangkuk yang engga di sentuhnya.
"Denger Candra! Kalau sampai kamu gagal, papa tidak akan pernah percaya lagi sama kamu. Semua hak dan saham kamu di perusahaan papa yang lain akan papa cabut!!" Kemudian papa berdiri dan pergi meninggalkan Candra.
Tiba waktu nya mereka istirahat malam. Elsa membereskan buku novel nya dan meletak kan di atas meja kamar nya. Elsa diam dan duduk di pinggir tempat tidur nya.
'Aku tidur dimana ya?'
Candra kemudian lewat di depan pintu kamar Elsa. "Kamu mau tidur sini?"
"Belum tau, gimana?" Elsa memandang candra tapi candra membuang pandangan nya.
Candra meninggalkan Elsa masuk ke dalam kamar nya.
Elsa menyusul masuk ke kamar Candra. Tampak Candra sedang duduk bersandar di atas tempat tidur. Elsa menyusul duduk di samping Candra.
"Cand....kamu ada masalah apa? Kaya nya kok aku lihat kamu banyak sekali beban pikiran.."
Candra hanya mengehela nafas. "Aku mungkin ga tau apa - apa Cand.. tapi kalau kamu butuh bantuan walau sekedar mendengarkan aku masih bisa...."
"Elsa....peluk aku sebentar.." jawab Candra.
Elsa kemudian memeluk Candra. Candra bersandar dan memejamkan mata, hembusan nafas nya berat sekali.
Elsa menepuk pundak Candra.
__ADS_1
"Semua akan baik - baik saja...." bisik Elsa....
Hanya hembusan nafas candra yang terdengar.