
Pagi itu matahari terbit seperti biasa. Elsa bangun dan merapikan tempat tidurnya.
Ia duduk dipinggiran tempat tidur. Pandangannya kosong dan tatapannya mengarah ke cermin.
Ia teringat dengan mimpi nya semalam. Christian .... Ya Christian.
Laki - laki yang menancapkan luka amat dalam hati Elsa.
Dalam mimpi itu, Elsa berjalan menyusuri tanah lapang yang luas. Ia menggengam tangan seorang anak kecil. Anak laki - laki yang begitu sehat.
Anak tersebut melepas genggaman tangan Elsa. Ia berlari jauh ke depan Elsa.
"PAPAAA......" Anak itu berlari dan memeluk seorang pria.
Pria yang mulanya Elsa yakin itu Candra. Namun ketika pandangannya makin jelas. Dia adalah.. Christian..
Christian menghampiri Elsa dengan menggendong anak tersebut. Ia tersenyum penuh kasih ke Elsa..
"Ayo sayang kita pulang. Dio sudah lapar...."
"Baiklah sayang..."
Christian memeluk pinggang Elsa. Mereka berjalan menuju mobil dan pergi berlalu.
"elsa...." Suara Candra membuyarkan lamunan Elsa.
"Kamu sudah bangun?" Candra bertanya kembali. Lalu candra bangun dan duduk mendekati Elsa.
"Selamat pagi jagoan kecil.. Sudah bersyukur pada Allah? Kita masih bisa bangun, membuka mata dan menikmati hari? Papa tak sabar untuk bertemu denganmu.. Jadi jagoan yang kuat ya, jaga mama mu ketika papa tidak ada disisi kalian...Papa sayang sama kalian..." Candra berkata sambil mengusap perut Elsa yang mulai membuncit.
"Kamu kenapa ngomong gitu ?" Elsa melotot. Apa maksud Candra berbicara seperti itu.
"Engga papa Elsa.. Kamu kan selalu mengajarkan untuk bersyukur dalam segala hal.. Jadi aku ngajak si kecil untuk bersyukur.." Candra masih membelai perut Elsa.
"Bukan itu! Kenapa kamu bilang saat tidak ada di sisi kami. Kamu! Kamu mau kemana Candra..!" Mata Elsa menjadi sembab. Air matanya menetes perlahan.
"Sst... elsa...jangan menangis... Jangan...." Candra mengusap air mata Elsa.
"Apa kamu tau? Aku sudah tidak punya orang tua. Apa kamu juga mau meninggalkan aku?!" Elsa menjadi kesal.
"Maaf Elsa... Maaf aku tak mempunyai maksud apa - apa. Hanya saja ketika anak kita lahir.. Ia harus siap untuk menjadi lelaki yang kuat. Tidak seperti aku Elsa...Maaf kan El...."
Elsa masih diam dan meneteskan air mata. Tangan Elsa menyeka air mata yang terus keluar.
"Elsa...please...forgive mee....im...i think..." Candra menahan kata - kata nya.
"Its ok Candra. Gw harus siap. Gw harus sadar kita kontrak." Elsa bangun dan berjalan ke pintu.
"Aku Cinta Kamu."
Elsa langsung berhenti dan membalik kan badannya.
"Apa?!" Elsa menyernyitkan dahi memandang Candra.
"Iya aku cinta kamu..... Maaf berat buatku ngomong....." Suara Candra menjadi pelan.
"Coba ulangin lagi??" Elsa masih tak percaya.
"Sudahlah aku malu!" Candra kesal dan berdiri di hadapan Elsa.
Wajah mereka saling bertemu, hembusan nafas dan detak jantung mereka terdengar jelas.
Candra mendekati bibir Elsa. Ia ingin membuktikan cintanya dengan halus. Ya pagi itu menjadi pagi penuh cinta buat mereka.
Candra butuh waktu lama untuk berkata demikian. Sentuhan halus Candra, nampaknya cinta mereka akan berjalan mulus..
*****
Elsa menata piring diatas meja makan. Lauk yang cukup lengkap. Ikan, sayur, ayam dan teh hangat dengan madu.
"Kamu sempet bikin gini El..."
Elsa tersenyum dan membiarkan suaminya duduk berhadapan dengannya. Candra pun tersenyum, wajahnya nampak bahagia pagi itu.
"Iya Cand, aku harap kamu suka. Mbok Yem udah bantu aku tadi. Dan juga aku mau minta maaf karena kemarin aku pergi lama sekali..."
"Bisa kita makan El? Perutku amat lapar." Candra memulai sarapan pagi nya.
Mereka makan bersama pagi itu. Jantung Candra berdetak kencang saat memandang Senyum di wajah Elsa.
'Ya Allah apa ini benar cinta? Kenapa rasanya aku menjadi kaku saat bersamanya.' Suara hati Candra.
"Candra ... Hari ini kamu mau kemana?" Elsa meletakkan sendok dan garpu dikedua sisi piring.
"Aku bebas Elsa, kamu mau ngajak pergi kemana?" Candra malah kaget dengan ucapannya sendiri.
"Bukan Els, maksudku, kamu mau kemana? Mau aku antar..? Eh bukan.."
Elsa tersenyum melihat tingkah suaminya.
"Sayang.... Aku cuman mau minta kamu menemaniku aja ke dokter kandungan. Aku belum cek rutin Candra. Padahal kandungan ku sudah masuk usia tua."
"Iya Elsa, sepertinya kurang dua bulan lagi kamu akan melahirkan. Kita juga harus mempersiapkan tas untuk ke RS."
Seharian mereka tidak pergi kemana pun. Elsa sibuk di kebun dan Candra dengan laptop nya.
__ADS_1
Nampaknya Candra kini mencoba peruntungan nya dengan bermain saham. Padahal jelas itu membuatnya kehilangan salah satu perusahaannya.
Bagaikan judi bagi Candra dalam bermain saham. Indeks harga nya menghipnotis Candra. Apalagi soal untung, baginya ia harus bisa membelikan mobil baru untuk kelahiran Elsa.
Apalagi bisnis showroom nya kurang baik di bulan ini. Ya bertepatan dengan bulan anak sekolah mulai beraktifitas.
*********
Pukul 5 sore...
Candra dan Elsa berpakaian dengan santai. Elsa dengan dress Ibu hamil dan Candra dengan kaos polo kesukan nya.
Mereka berjalan menuju ke RSIA di daerah timur semarang. Rumah sakit yang cukup kecil ketika di lihat dari luar.
Elsa turun dari mobil dan diam memandang Rumah Sakit tersebut. Lebih mirip dengan rumah tinggal biasa.
Candra mengajaknya untuk masuk kedalam. Mereka menuju ke bagian reseption.
Seorang wanita muda berpakaian baju suster berwarna biru muda. Wanita tersebut melempar senyum ramah kepada Elsa dan Candra.
"Sore suster, saya pasien dokter Hadi. Apakah sudah mulai?"
"Selamat sore bapak, mohon maaf dengan bapak siapa?"
"Saya Candra Adiwinata."
Suster membuka sistem dalam komputernya sesaat. Candra mencari dimana Elsa.
Elsa duduk di sofa sambil melihat sekelilingnya. Suasanya nyaman dan seperti rumah sendiri. Elsa lang jatuh cinta pada tempat tersebut.
"Bapak..."
"Iya sus..maaf saya ngelamun.." Jawab Candra.
"Sudah mulai Pak, baru sampai antrian no 5. Memang agak cepat datang dokter Hadi. Silakan pak menunggu lewat lorong di belakang saya." Suster Wina memberi arahan ke Candra.
"Baik sus..terima kasih sus..." Candra kemudian mendekati Elsa.
"Elsa.. Ayo kita kesana, praktekya sudah di mulai.."
Candra membantu Elsa berdiri. Mereka berjalan bersama menuju ruang praktek. Di ujung lorong ada kamar mandi dan persimpangan jalan.
Mereka menuju ke arah kiri. Tepat disana menunggu dua pasangan dan seorang perempuan.
"Elsa...." Suara nya seperti Christian.
Elsa dan Candra membalikkan badannya.
"Christian??" Elsa menjawab.
Wajah Candra amat tidak suka dengan kehadiran Christian. Namun Christin tak ikut bersama nya.
"Christian...saya teman.."
"Teman Elsa kan? Senang berjumpa disini. Betul kan sayang?" Candra kemudian menandang istrinya.
Seperti mimpi bagi Elsa. Persis semalam ia bermimpi Christian hadir. Kini pria itu ada di hadapannya.
"Sayang??" Panggil Candra.
"Pasien dokter Hadi. Candra - Elsa silakan masuk." Panggilan dari suster jaga dalam ruangan Dokter Hadi.
"Candra ayo kita masuk.." Elsa meninggalkan Christian. Ia cepat - cepat masuk ke dalam.
"Saya tinggal dulu.. Sampai jumpa." Ucap perpisahan Candra. Ia tak rela jika istrinya terlalu lama melihat mantan pacarnya.
Ruangan Dokter.
ruangan yang cukup besar. ada monitor di dekat meja dokter. dan monitor lebih besar di atas kasur pasien.
seorang dokter senior yang sudah cukup pengalaman dan usia. sebenarnya dokter tersebut masih merupakan keluarga dari Benny suami martha. maka dari itu Elsa memilih nya sebagai dokter kandungannya.
"malam Dokter..saya Elsa, ini buku riwayat kehamilan saya.."
dokter membuka buku yang Elsa bawa. ia agak kaget saat mengetahui bahwa Elsa pernah mengalami keguguran.
"sus.. tolong tensi dia, saya mau memeriksa history nya dulu."
suster memasang alat tensi di lengan Elsa. lalu ia memompa agar alat tersebut bekerja.
"100 /90 dok.." ucap suster dengan pakaian merah muda.
dokter mencatata tekanan darah Elsa malam itu. itu acuan dokter dalam menganalisa kasus Elsa.
"baik,ayo tiduran kita USG dulu." dokter pun berjalan ke arah tempat tidur pasien.
candra ikut kesana untuk melihat dan menemani Elsa. ia mengenggam lengan istrinya,seakan berkata bahwa Elsa terima kasih.
terima kasih karena telah bersedia mengandung kembali anak Candra. bahagia dan nervous itulah yang dirasakan Candra.
dokter mengusap Gel ke alat yang mirip dengan alat pencukur kumis. lalu Elsa berbaring, suster membantu Elsa menaikan rok nya.
terpampang perut buncit Elsa dengan selulit di beberapa titik. dokter menempelkan alat nya dan langsung terlihat bentuk bayi dengan kepala yang sempurna.
lalu dokter mengarahkan alat tersebut ke sisi lain perut elsa. dingin rasanya mungkin karena gel itu. dari layar terlihat detak jantung, kaki dan jenis kelamin si bayi.
__ADS_1
"owh...laki - laki ya Bu..." ucap Dokter Hadi.
Elsa hanya mengangguk.
*********
Elsa menunggu Candra di sofa ruang utama Rumah Sakit tersebut. ia melihat dari jauh suaminya sedang antre di farmasi. Elsa tersenyum sambil mengelus perutnya.
"elsa... " suara Christian.
Elsa diam memadang Christian. ia tak percaya laki - laki tersebut ada di hadapannya.
"Tian..... "
christian diam dan duduk di samping Elsa. namun elsa masih tak berkedip. ia tak tau harus berkata apa.
"bagaimana keadaan janin mu? perkembangannya baik? apakah kamu sudah mempersiapkan semuanya.? "
tapi Elsa langsung menyadari, bahwa Christian punya maksud lain.
"sehat banget kok, perkembangannya baik dari pada saat aku masih bekerja. aku menikmati waktu liburku dengan baik. oh iya, mau apa kau kesini? memeriksa pacarmu?"
"bukan.... aku hanya sedang mengunjungi temanku. ia di ruang mayang, tapi pas aku dateng.... aku ngelihat kalian berjalan jadi ya sudah kita bertemu. "
Candra membalik badannya, wajahnya tampak tak senang dengan hadirnya Christian. mata Candra menjadi merah dan ia mendekar ke arah Elsa.
"sayang ayo pulang.. "
Elsa menurut dan ia bangkit dari sofa. namun perut besar nya agak menghalangi nya.
Christian membantu Elsa, ia menggenggam tangan Elsa dan membantu nya berdiri. hangat sekali sentuhan Christian.
Elsa terdiam dan memandang tangan Christian.
Candra yang tadinya hanya melihat mereka langsung naik pitam. ia memukul tangan mereka. setelah itu Candra menarik tangan Elsa.
"permisi!" ucap Candra sambil menarik tangan istri nya.
******
"kenapa kamu diem dan enjoy banget waktu dia pegang tangan kamu?"
"ya karena aku susah berdiri. kamu pikir mudah berdiri dengan perutku yang begini!"
"cih... bilang kalian menikmati reuni sesaat kalian... "
mata Elsa melotot ke arah Candra.
"kamu bilang apa?! reuni?!"
"ya . ...apa lagi..." jawab Candra ketus.
"reuni?! kalo aku mau reuni sama dia! ga bakalan saya minta kamu kesini. ga akan! saya mungkin akan stay di jakarta, menikmati waktu dengan dia... daripada saya kesini sama kamu, meninggalkan karir, bisnis hanya untuk menyepi.. "
"buktinya kamu..... "
"dengen Candra!! jangan konyol kamu! saya tak sebodoh kamu, orang yang tidak punya pendirian sendiri! "
elsa mengakhiri pertengkaran mereka. Elsa memilih masuk ke kamar paling depan di rumah mereka.
ia mengunci pintu dan merebahkan badannya. konyol, ya itulah Candra. bagi Elsa sial bagi nya harus hidup bersama dengan Candra. lelaki aneh.
*******
"sudah puas ketemu Elsa? nampaknya dia bakalan berantem malem ini... " ucap yeslin.
"lumayan, yang penting harus dapatkan Elsa kembali.... setelah itu aku bisa menahan Rachel ke pelaminan bahkan bisa meninggalkan dia. perset*n dia mau bunuh diri. sudah bukan lagi urusanku."
Yeslin meletakkan gelasnya., "bukan ya kamu buang waktu jika mengejar Elsa lagi? biarkan dia bahagia Chris... lagipula Candra juga mencintai Elsa.. "
"justru aku mau menebus kesalahku dulu. kamu kan tahu dengan pasti, bagaimana dulu aku jahat ke Elsa. padahal itu bertentangan sama hatiku, aku cinta Elsa. tapi aku terlalu takut nama baik ku hancur." Christian memandang lantai marmer di rumah Yeslin.
"justru kalo kamu mau menebus, biar dia bahagia sama Candra. kehadiran kamu juga, aku rasa engga akan memberi perubahan apapun ke Elsa. Candra memilih Elsa daripada kekasih abadinya itu."
"hello Crist!" nico tiba - tiba keluar dari dalam. ia duduk disamping Yeslin.
"hai Nic, sorry ya gw ganggu kalian.. " jawab Christian.
"no... aku senang ada orang datang ke rumah kami. aku dengar kamu akan menikah? sudah siap betul?"
"entahlah. aku tidak sama sekali mencintai Rachel. mau dia berubah seperti apapun tetap dia itu Rachel.." Christian memainkan giginya.
"Chris, gw temen lo. dan gw cuman mau ngingetin... kalo lo emang engga cinta sama dia, better batalin aja semua nya. Elsa juga udah bahagia. dia udah mau melahirkan anak hasil pernikahan mereka.
kalo pun Lo.. sampek nih, someday dapet Elsa... siap lo untuk ngurus anak dia?
dan Elsa bukan lagi Elsa Nirmala mantan lo dulu. dia udah jadi Ibu. siap lo menerima dia dengan status nya saat ini?"
Christian memandang Nico dengan tajam.
"ya gw cuman engga mau anak nya Elsa yang pasti jadi korban. apalagi kalo lo cuman pengen Elsa, mereka udah sepaket.. gw juga yakin 100% Candra engga bakalan ngelepasin Elsa.. "
christian hanya diam, ia bahkna tidak berfikir soal anak yang di kandung Elsa. bagaimana ia menerima anak tersebut, jika yang dicinta hanya Elsa.
*****
__ADS_1
jauh di lain tempat, Richie memandang foto Stella. ia teringat mantan istrinya, Richie mengusap foto pernikahan mereka.
"stella.. lo tau engga sih, gw lagi addict banget sama perempuan. dia perempuan biasa, bukan dari kalangan kita, tapi dia spesial. lo tau juga? dia istri nya Candra. andaikan gw ketemu Elsa lebih dulu.. mungkin dia udah sama gw stell... meskipun gw belum kepikiran buat mengganti lo sama orang lain... "