Aku Bukan Pilihanmu

Aku Bukan Pilihanmu
BAB 59


__ADS_3

Elsa meletakkan tas di standing bag dalam kamar nya. ia mengambil ponsel dari dalam tas nya.


ia menekan tombol kunci, dan melihat pemberitahuan yang muncul.


'Richie??' Elsa merasa berbunga melihat nama kontak Richie yang nuncul.


Elsa pun duduk di pinggir tempat tidur. ia melanjutkan membaca pesan dari Richie.


"hallo Elsa, gimana semarang? oh iya kamu akan melahirkan kapan? aku boleh datang menjenguk? to much story Elsa, aku pengen ngobrol sama kamu. bagaimana aku seperti orang hilang, kamu tempatku berbagi... oh iya sudah malam, jangan lupa istirahat dan salam buat Candra. bye.'


Elsa menghela nafasnya, bibir Elsa mengatup.


'haruskah aku balas?'


Elsa menekan balas.


'sepertinya aku akan melahirkan akhir bulan ini. oh iya kalau kamu mau datang, boleh saja. tapiii...belikan aku stroller ya. aku belum sempat beli. sama baju nya juga buat aku ya, jangan hanya untuk anak ku. haha haha.... bercanda Chie.. kamu dateng aja engga masalah, sekalian kita ngobrol. aku rasa Candra lebih baik sekarang. ia sudah jarang mengintimidasiku. dan juga.... uhm... ia ternyata pribadi yang cukup romantis ya. karena aku baru melihat saat ini. sudah malam kita sambung besok ya.. bye.. '


kirim....


kemudian Elsa meletakkan ponselnya. ia melepas sabuk ibu hamil yang ia kenakan. Elsa kemudian bercermin, rasanya amat berbeda.


hamil yang sudah tua ini membuatnya merasa bahagia. wajahnya lebih kencang dan aura cantik nya muncul. apalagi, Candra kini amat memanjakan Elsa.


kreaak...... pintu kamar terbuka...


"Elsa.... kamu ngapain? " Candra mengagetkan Elsa.


"ah.. aku cuman bercermin saja Candra. aku mau cuci - cuci dan tidur... " Elsa kaku dan binggung menjawab Candra. ia malu sekali kepada Candra.


namun Candra mendekati Elsa, ia meraih lengan tangan Elsa. pandangan Candra dalam ke bola mata Elsa. bibir candra mendekati Elsa, dan kecupan hangat mendarat di bibir Elsa.


"kamu Cantik Elsa.. selalu Cantik dari dulu, dari pertama aku melihat kamu. waktu kamu meminta tanda tangan ku sebagai kakak kelas.... "


"Candra..... " jawab Elsa lirih


"Elsa..... aku engga mau berpisah sama kamu. aku mau kita bertiga bersama selalu... " kemudian Candra memeluk Elsa.


pelukan Candra erat dan hangat. Elsa pun memejamkan kedua matanya. ia membiarkan malam itu semua nya mengalir apa adanya. tak lagi ada rasa takut dan sakit.


malam yang hangat dan penuh cinta untuk mereka. bagaimana mereka menumpahkan rasa yang memang ada dari dulu.


***********


Elsa membuka kedua matanya, rasanya segar dan bahagia sekali. ia memandang ke arah samping. Candra tidur dengan lelap di sampingnya.


Elsa mengusap pipi Candra. membelai rambut Candra dan mendekat ke dahi Candra. Elsa mendekat ke Candra dan ia mengecup dahi Candra.


Elsa tersenyum lebar, saat itu Candra membuka kedua matanya.


"sayang..... " ucap Candra.


"morning my husband..... have a nice slept?" Elsa menggoda suaminya.


"ahaa... sayang.. " Candra meraih Elsa dan memeluknya.


"Candra aku belum mandi... " Elsa mencoba melepas pelukan Candra.


"diam lah.. aku ingin mencium aroma mu. aroma yang menenangkan ku... "


Elsa pasrah saja sampai Candra mau melepaskan pelukannya. manja sekali Candra ini, lelaki yang selalu kejam ke Elsa. ternyata bisa seperti beruang kecil yang merindukan pelukan ibunya...


setengah jam kemudian.......


Elsa sedang menyiapkan sarapan pagi untuk Candra. ia memasak nasi goreng dengan telur mata sapi yang setengah matang.


tak lupa ada Teh dengan Campuran jahe dan madu. teh yang menjadi menu wajib Candra untuk memulai hari.


Candra keluar dari kamar mereka. ia tampak rapi dengan kemeja resmi. tampak nya ia akan pergi lagi, namun kali ini ia mengajak Elsa pergi bersama.


"kamu mau kemana?" tanya Elsa.


"lho gimana sih? kan kita mau ke rumah Hendra. kamu lupa?" Candra berkacak pinggang.


Elsa melonggo memandang suaminya. ia mencoba mengingat - ingat..


(dalam mobil)


"Elsa, besok temani aku ke Hendra ya. ia mengundang kita ke rumah nya yang baru. aku juga ada project baru dengan nya."


Elsa kemudian menjawab "ahaa!!! aku lupa... tunggu sebentar ya.... "


Elsa melepas celemek dapur. ia merapikan kaos dan celana rumah nya. kemudian masuk ke kamar, meninggalkan Candra yang menunggu di ruang makan.


tak berapan lama Elsa datang. ia mengenakan dress berwarna peach, lipstik nude dan tas kecil di tangannya.


"Cantik sekali..... " ucap Candra saat melihat Elsa.

__ADS_1


"ayo kita sarapan terus bisa jalan ke rumah Hendra. " Elsa tersenyum ke Candra.


mereka pun duduk bersama dan menghabiskan sarapan mereka. betapa pagi itu sangat bahagia Elsa. sewajarnya orang berrumah tangga mereka lakukan.


namun ponsel Candra berdering. Elsa sepintas melihat Cristin.


mau apalagi dia..!


"hallo... adaapa?" tanya Candra ketus.


"Candra bisa kita bertemu, aku kacau tanpamu.. aku butuh kamu.. "


candra membuang nafasnya...


"Cristin.... sudahlah, selesaikan Drama konyol mu. akulelah menjadi mainan mu, kamu sudah menikah, terimalah suamimu. hiduplah wajar dan bahagia. bye. "


Candra mematikan ponselnya dan menaruh di sampingnya.


"Cris?" Elsa membuka suara.


"jangan sebut nama dia. sudah kita pergi setelah kamu selesai. "


"baiklah... " Elsa mempercepat makan pagi nya. baru kali ini Candra menolak Cristin dengan tegas.


namun Elsa juga teringat bahwa Cristin coba menghubunginya. apa sebelum ini ia pernah mencoba merayu Candra?


*********


suasana dalam mobil sangat sunyi. Candra dan Elsa saling terdiam. entah mood hari itu menjadi abu - abu.


"maafkan aku soal Cristin.... " Candra membuka suara.


"apa?" Elsa memperjelas pendengarannya.


"ya... aku minta maaf, aku salah memperlalukan mu... salah menaruh perasaan pada wanita yang salah..."


"kamu sadar berkata begitu... " Elsa menurunkan pandangan matanya.


"aku sadar, dan aku harap semua bisa kita mulai kembali. apa yang salah masa itu, bisa kita perbaiki seutuhnya Elsa.. maafkan aku.."


Elsa diam dan memandang jalan raya. ia melihat ke kaca bagaimana dirinya dulu. perempuan polos yang hanya ingin mendapat pelukan hangat seorang ayah.


seorang gadis kecil yang harus menerima. menerima bahwa ia harus selalu sendiri. kemudian datang sang lelaki yang menawarkan oase segar untuknya.


banyak jalan di lampaui olehnya. kini bagaimana menjawab pertanyaan itu. memaafkan dan menerimanya dengan tulus....


"sudahlah Candra. biarkan waktu yang menjawab saja. aku tak sanggup jika kau menekan ku untuk menerima maafmu. lebih baik kita fokus dengan anak kita saja... " ucap Elsa dengan tegas.


"baiklah Elsa.. tapi perlu kamu tau, aku mencintaimu. walaupun aku terlambat untuk menyadari tapi aku mencintaimu... " Candra mantab memandang Elsa. suaranya tegas bagai laki - laki dewasa yang berada di medan perang.


mereka hanya saling berpandangan....


membiarkan angin yang keluar dari pendingin udara mobil yang berbicara....


membiarkan semesta berhenti sejenak membiarkan mereka saling menatap dalam - dalam...


Candra menepi kan mobil nya. ia melepaskan seatbelt nya, kemudian ia mendekati Elsa. menarik pipi Elsa dan mencium nya.


ciuman yang amat hangat dan dalam. kedua mata Candra terpejam dan jantung Elsa berdetak lebih kencang. bagaimana tidak, suaminya yang selama ini meninggalkan luka mencium nya dengan penuh perasaan.......


"Candra.... kita lanjut perjalanan ya. aku takut kalo orang lihat malah kita di grebek polisi." elsa berkata dan pipi nya merona menjadi merah.


candra mengelus rambut Elsa dan berkata, "baiklah... kita sudah dekat.. "


mobil pun kembali ke jalan, mereka melanjutkan perjalanannya.


Elsa senyum - senyum sendiri sesekali ia memandang ke arah suaminya.


candra pun mengelus dan memainkan bibirnya dengan tangan. Entah mengapa seperti anak muda yang baru saja berpacaran. seperti anak muda yang baru saja tertembak panah asmara. seindah itukah romansa mereka.....


******


sebuah rumah minimalis di pinggir kota Semarang. perumahan modern namun sepi penghuni. suasanya cukup sejuk.


Elsa merentangkan kedua tangannya. ia menikmati angin yang menerpa tubuh nya. bagaiman burung yang akan terbang, angin membawa tiap helai rambut Elsa terbang.


Candra memeluk Elsa dari belakang dan mengecup bahu istrinya. bagaikan Jack yang memeluk rose dalam film titanic.


"ayo kita masuk, kamu bisa masuk angin.. " Candra berbisik di telinga Elsa.


"iya, aku jarang merasa se bahagia ini... " jawab Elsa.


mereka pun berjalan masuk ke area pekarangan. mobil berwarna putih dengan tulisan range rover menyambut mereka.


Candra mengandeng tangan Elsa agar istrinya tidak terjatuh. ia kemudian meniki anak tangga kecil.


setelah sampai candra menekan bell. dari dalam terdengar ada yang menjawab mereka.

__ADS_1


pintu pun terbuka, seorang laki - laki gempal berkacamata menyapa mereka.


"Candra...mamenn.. sampe juga kesini, masuk yok.. eh hallo El.. apa kabar?" hendra menyapa kami.


"baik kak Hen... " jawab Elsa.


mereka pun masuk ke dalam. ruang tamu minimalis dengan 4 buah kursi kayu tersedia. kemudian Hendra membawa mereka masuk lebih dalam ke rumahnya.


"lo beli berapa M ini rumah??" tanya Candra.


"halah.... ndak banyak M nya. aku dapat warisan, ya buat apalagi.. property paling aman buatku." jawab Hendra.


ia membawa kami ke suatu ruangan. mungkin ruang santai bagi nya. ada kolam kecil di dekat ruang makan dan TV besar 42inch di hadapan kami.


aku dan Candra duduk di sofa persis di depan Tv. membelakangi meja makan yang menarik perhatianku. begitu mewah dan hommy rumah ini.


seorang Ibu - Ibu paruh baya datang membawa kan teh dan beberapa camilan. ia meletakkan diatas meja tempat kami duduk.


"terima kasih Bu... " Elsa berkata.


"sama sama , permisi non.." Si Ibu pun pergi dari hadapan kami.


Hendra mengeluarkan rokok dari dalam saku nya. ia meletakkan di atas meja, kemudian ia duduk dengan santai bersama kami.


"tenang aja Candra. aku engga akan udud (merokok), aku paham soal kehamilan kok." Hendra melihat Candra yang panik melihat ada bungkus rokok.


"okei thanks yo bro.. kamu mau ngalah.. "


"okei, jadi gimana soal yang kemarin?" hendra langsung membuka percakapan.


"aku membawa istriku, ia lebih paham soal dunia bisnis jasa dan penginapan. lebih baik soal itu kita tanya saja kepada dia." jawab Candra.


"oh iya, Elsa.. bagaimana komen kamu soal hotel di kota ini. jika kami bekerja sama apakah bagus? mumpung kami masih punya uang. ha hahaa... " Hendra tertawa dengan keras, suaranya amat mengelegar.


"kalau hotel memang belum banyak Hendra. tapi kalau untung tidak nya, menurutku masih lebih untung daripada kamu buka apartement."


"oh begitu... kalau soal keuntungan dan balik modal gimana? apa bisa cepat? " hendra mulai tertarik membahas lebih dalam.


"kalau kamu minta balik modal dalam 2 tahun... menurutku... itu mustahil. ini kota bisnis tapi tak seramai kota besar lain. untuk saat ini, namun aku dengar pemerintah giat memajukan pariwisata. lebih baik fokuslah pada lokasi mu."


"ya... wisata... ide bagus, aku akan membuka mall dan aku akan membuka foodcourt.. aku akan..."


"jangan serakah Hendra, kamu belum tau pemain lama orang disini. kamu kuat dalam modal. tapi apa kamu kuat bertahan?" Elsa menyela Hendra.


dan mereka pun saling diam. suasana nya agak canggung..


Candra mengambil teh dan meminum nya. "sudah lah kita minum teh ini dulu... "


hendra pun mengambil teh dan meninum nya. Elsa masih diam dan memandang Hendra tajam.


bagaimana bisa ada manusia rakus seperti itu. semuanya ingin di kuasainya.


"segar teh ini. pasti teh mahal.. " Candra mencoba mencairkan suasana tegang siang itu.


"tentu teh ini setara dengan teh yang digunakan waktu aku sekolah di china.. " jawab hendra.


Elsa kurang suka dengan Hendra. ia merasa tidak nyaman saat pertemuan siang itu.


**********


Elsa menyangga Dahinya dengan tangan kirinya. ia bertumpu pada batas kaca dan pintu mobil. ia menghela nafas beberapa kali.


mereka pun menjauh dari rumah Hendra. Candra masih diam dan memainkan bibirnya. rahang candra yang begitu tegas terlihat.


mereka pun di lampu merah menuju persimpangan.


"aku engga tau dan sebenarnya engga mau tau El. Tapi kenapa kamu kurang Respect dengan Hendra siang ini? bukan kah sebelum nya kalian tidak se kaku ini..?" Candra membuka suara.


"hmm.... sebenarnya aku juga ga paham. cuman aku kurang suka, apalagi jika aku melihat.... dia seperti seorang yang ingin menguasai uang. revenue, keuntungan dan raja bisnis.... "


"aku kurang paham El.... " Candra mulai menjalankan mobilnya. lampu sudah berubah hijau, semua kendaraan perlahan maju.


"ya aku engga kenal dia Cand... cuman melihat dari cara bicaranya.... aku cuman kasian... dia orang yang engga paham soal dunia bisnis dengan benar.... selama ini kalau aku liat bisnis yang dijalanka... hampir semua di jalankan orang lain, dia hanya terima beres dan melanjutkan.... "


Candra menganggukan kepalanya dan tersenyum.


"benar kah? dan aku tu kasian kalau dia lagi punya duit... terus bangun hotel, bangun kost, bangun capsule hotel dan apalah itu.... aku ga yakin dengan lokasi dia... apalagi ini dunia baru buat dia ..... sayang aja kalo duit dia abis.... "


"kamu peka juga soal bisnis itu El... eh aku salah, kamu bertahun - tahun dalam bisnis ini.... " jawab Candra.


"iya, walau jam kerja ku belum tinggi Candra... tapi aku engga tega aja liat duit dia kalo ilang... sama seperti kamu waktu bisnis batu bara dulu..... "


kalimat itu membuat Candra menjadi kesal.


"bisa kita ga bahas kesana?!" suara Candra tegas dan keras..


Elsa mematung dan sedikit melotot. ia membuang pandangan ke sisi jalan. pepohonan dan tebing menjadi pemandangan nya.

__ADS_1


"maaf....." ucap Elsa perlahan.


__ADS_2